- Pengguna Jalan Keluhkan Pengatur Jalan Di Pertigaan Lampu Merah Pintu Tol Cikande, Diminta Untuk Ditertibkan.
- Satresnarkoba Polres Serang Berhasil Ringkus Dua Pengedar Tembakau Sintetis dari Dua Wilayah Berbeda.
- Ajudan Gubernur Kaltim Asky Rizal Toding Mohon Maaf Secara Terbuka Atas Sikap Arogansi Yang Viral
- Ajudan Gubernur Kaltim Anggota Polri, Diduga Arogan Senggol Pendemo Di Halaman Masjid, Publik Desak Pemeriksaan Tegas.
- MUTASI PEJABAT UTAMA POLD A BANTEN. SERAH TERIMA JABATAN DILAKSANAKAN, INI DAFTAR PERGANTIANNYA
- KAPOLSEK CIKANDE JADI INSPEKTUR UPACARA DI SMPN 1 CIKANDE, KIRIM PESAN INSPIRATIF KEPADA PARA PELAJAR
- TOILET PUBLIK ALUN-ALUN RANGKASBITUNG DIBANGUN HAMPIR Rp1 MILIAR, TAPI TANPA AIR DAN TIDAK BISA DIGUNAKAN
- SATRESNARKOBA POLRES LEBAK AMANKAN PENGEDAR SABU, 18 PAKET BARANG BUKTI DIAMANKAN
- DIDUGA JADI KORBAN PENIPUAN LOKER PT NIPPON SEIKI INDONESIA, 14 ORANG LAPORKAN KE POLRES SERANG
- KONDISI PASAR BANJARSARI CIKANDE DIKRITIK. KEBERSIHAN TERABAIKAN, KANTOR TAK DIURUS, HANYA PUNGUTAN BIAYA YANG RUTIN
Titik Terang, Hasil DNA Pastikan Jenazah Di Pulau Enggano Adalah ABK Surakman Dari Kapal Aripadahatu 1
PEMRED : Iyan Baduy
SERANG - Info Fakta News
Kabar yang ditunggu akhirnya tiba. Tim Disaster Victim Identification (DVI) Pusdokkes Polri secara resmi mengonfirmasi bahwa jenazah yang ditemukan di perairan Pulau Enggano, Bengkulu, adalah Surakman (SU), salah satu Anak Buah Kapal (ABK) Arupadhatu 1 yang hilang kontak saat meliput erupsi Gunung Anak Krakatau. Kepastian ini diperoleh melalui pencocokan DNA yang akurat dan teliti.
Kapolda Banten Irjen Pol. Hengki menjelaskan dalam konferensi pers Rabu (23/9/2026), jenazah ditemukan pada 12 September 2026 di kawasan pesisir Sawang Bengkok, Desa Kahyapu, Kecamatan Enggano, Kabupaten Bengkulu Utara. Saat pertama kali ditemukan, identitasnya belum diketahui dan berstatus sebagai "Mr X".
"Setelah menerima informasi penemuan jenazah di Pulau Enggano, kami segera berkoordinasi dengan Polda Bengkulu untuk identifikasi dan pencocokan data antemortem dari keluarga korban," ujar Kapolda.
Proses identifikasi melibatkan pemeriksaan sidik jari, data gigi, hingga pencocokan DNA. Hasilnya membuktikan secara ilmiah bahwa jenazah tersebut adalah Surakman, awak kapal yang berangkat dari Dermaga Pagedongan, Carita, pada Senin (7/9/2026) pukul 14.00 WIB menuju kawasan Gunung Anak Krakatau.
Kepala Kantor SAR Banten Al Amrad menyampaikan bahwa operasi pencarian berlangsung selama tujuh hari dan diperpanjang tiga hari lagi. Puluhan unsur kapal telah dikerahkan, namun pada masa perpanjangan tidak ditemukan tanda-tanda korban lainnya, sehingga operasi resmi dihentikan setelah evaluasi menyeluruh.
"Meski operasi SAR dihentikan, koordinasi tetap berjalan dengan SAR Bengkulu, SAR Lampung, nelayan, dan masyarakat pesisir. Setiap informasi yang masuk akan kami tindaklanjuti," tegas Al Amrad.
Hingga saat ini, keberadaan kapal Arupadhatu 1 beserta tujuh orang lainnya, lima jurnalis dan dua awak kapal, belum diketahui. Kepastian identitas Surakman menjadi titik terang sekaligus pengingat bahwa perjuangan menemukan saudara-saudara mereka belum berakhir.
Pemerintah Provinsi Banten bersama Polda Banten berkomitmen mendampingi keluarga Surakman hingga proses pemulangan dan pemakaman berjalan layak dan penuh penghormatan.
"Satu telah pulang, namun tujuh lainnya masih dirindukan. Harapan belum padam. Setiap gelombang yang menyapa pantai, setiap kabar yang sampai ke telinga, adalah doa yang tak henti dikirimkan: semoga mereka segera ditemukan, dibawa pulang, dan berkumpul kembali dengan keluarga yang menanti."
(Red)






