- Pengguna Jalan Keluhkan Pengatur Jalan Di Pertigaan Lampu Merah Pintu Tol Cikande, Diminta Untuk Ditertibkan.
- Satresnarkoba Polres Serang Berhasil Ringkus Dua Pengedar Tembakau Sintetis dari Dua Wilayah Berbeda.
- Ajudan Gubernur Kaltim Asky Rizal Toding Mohon Maaf Secara Terbuka Atas Sikap Arogansi Yang Viral
- Ajudan Gubernur Kaltim Anggota Polri, Diduga Arogan Senggol Pendemo Di Halaman Masjid, Publik Desak Pemeriksaan Tegas.
- MUTASI PEJABAT UTAMA POLD A BANTEN. SERAH TERIMA JABATAN DILAKSANAKAN, INI DAFTAR PERGANTIANNYA
- KAPOLSEK CIKANDE JADI INSPEKTUR UPACARA DI SMPN 1 CIKANDE, KIRIM PESAN INSPIRATIF KEPADA PARA PELAJAR
- TOILET PUBLIK ALUN-ALUN RANGKASBITUNG DIBANGUN HAMPIR Rp1 MILIAR, TAPI TANPA AIR DAN TIDAK BISA DIGUNAKAN
- SATRESNARKOBA POLRES LEBAK AMANKAN PENGEDAR SABU, 18 PAKET BARANG BUKTI DIAMANKAN
- DIDUGA JADI KORBAN PENIPUAN LOKER PT NIPPON SEIKI INDONESIA, 14 ORANG LAPORKAN KE POLRES SERANG
- KONDISI PASAR BANJARSARI CIKANDE DIKRITIK. KEBERSIHAN TERABAIKAN, KANTOR TAK DIURUS, HANYA PUNGUTAN BIAYA YANG RUTIN
Ajudan Gubernur Kaltim Asky Rizal Toding Mohon Maaf Secara Terbuka Atas Sikap Arogansi Yang Viral
PEMRED : Iyan Baduy
KALTIM - Info Fakta News
Setelah video dugaan arogansinya viral di media sosial, Briptu Asky Rizal Toding yang bertugas sebagai ajudan Gubernur Kalimantan Timur akhirnya menyampaikan permohonan maaf secara terbuka.
Dalam video klarifikasi yang diterima redaksi, ia mengakui peristiwa yang terjadi pada Senin (19/10/2026) sekira pukul 18.00 WITA di halaman Masjid Nurul Mu’minin lingkungan Pemprov Kaltim.
“Saya Asky Rizal Toding yang saat ini bertugas sebagai ajudan Bapak Gubernur Kalimantan Timur, secara tulus menyampaikan permohonan maaf kepada rekan‑rekan mahasiswa dan warga masyarakat atas sikap arogansi saya,” ucapnya.
Ia menyadari perbuatannya adalah kesalahan yang menimbulkan ketidaknyamanan dan tidak ada alasan pembenaran. Ia juga menegaskan tindakan itu spontan dan tanpa instruksi dari siapa pun, termasuk Gubernur Kaltim.
“Saya berjanji tidak akan mengulangi kembali,” tutupnya.
Meskipun sudah ada permintaan maaf, masyarakat berharap Polda Kaltim dan Pemprov Kaltim tetap memberikan pembinaan yang memadai.
Publik berharap semboyan Polisi Presisi Bersama Masyarakat bukan sekadar tulisan, melainkan benar‑benar dibuktikan dengan sikap humanis di lapangan.
(Red)






