KONDISI PASAR BANJARSARI CIKANDE DIKRITIK. KEBERSIHAN TERABAIKAN, KANTOR TAK DIURUS, HANYA PUNGUTAN BIAYA YANG RUTIN

PEMRED : Iyan Baduy

16 Okt 2026, 11:57:44 WIB

KONDISI PASAR BANJARSARI CIKANDE DIKRITIK. KEBERSIHAN TERABAIKAN, KANTOR TAK DIURUS, HANYA PUNGUTAN BIAYA YANG RUTIN

Kondisi kantor pasar Banjarsari Kecamatan Cikande Kabupaten Serang, tampak terlihat kumuh dan tak berpenghuni

SERANG — Info Fakta News

Kondisi lingkungan dan kebersihan di kawasan Pasar Banjarsari, Cikande, menjadi sorotan tajam aktivis Serang Timur sekaligus Pemred Info Fakta News, Iyan Kusyandi atau yang dikenal sebagai Iyan Baduy

Setelah meninjau langsung lokasi, ia menyampaikan keprihatinan mendalam atas pengelolaan pasar yang dinilai jauh dari standar pelayanan dan kebersihan yang layak

Berdasarkan pantauan di lapangan, tumpukan sampah di tempat penampungan sementara pasar terlihat menumpuk hingga membusuk dan tak kunjung diangkut.

Yang lebih memprihatinkan, warga dan pengguna jalan kerap menyaksikan aktivitas pembuangan sampah pasar secara tidak bertanggung jawab.

Setiap menjelang malam, gerobak sampah kerap membuang muatannya di lahan pinggir jalan raya Cikande–Rangkasbitung, tepatnya di depan kawasan PT. Colorindo Chemical. Hal ini tentu mengganggu kenyamanan pengguna jalan dan berpotensi menimbulkan masalah lingkungan serta kesehatan bagi warga sekitar.

Keprihatinan juga disampaikan terhadap kondisi fisik dan kelembagaan kantor pasar. Bangunan terlihat seakan tak berpenghuni, rumput tumbuh tinggi di sekelilingnya, dan keberadaan petugas pun jarang terlihat. Padahal, pungutan biaya pasar kepada para pedagang dilakukan setiap hari.

Pantauan di lokasi juga menemukan ketidaklayakan yang mencolok, tidak terdapat tiang bendera negara yang layak di area kantor pasar. Yang terlihat hanyalah sebatang bambu kecil yang menempel pada papan nama pasar.

Hal ini dinilai sangat ironis, mengingat kantor pasar adalah fasilitas publik yang seharusnya mencerminkan ketertiban dan kehormatan negara.

Berdasarkan informasi yang diterima, Mantri Pasar atau Kepala Pasar Cikande diketahui jarang hadir di kantor pasar.

Kehadiran petugas dinilai hanya terasa saat penarikan retribusi dilakukan, sementara pengawasan dan pelayanan terabaikan.

Iyan Baduy menegaskan bahwa pengelolaan pasar tidak boleh hanya berfokus pada penerimaan pendapatan semata.

"Mengelola pasar bukan sekadar datang setiap hari untuk mengambil hasil pungutan dari para pedagang. Ada kewajiban menjaga kebersihan, melayani pedagang, memelihara fasilitas, dan menegakkan ketertiban. Jika pungutan rutin dilakukan, maka pelayanan dan kebersihan wajib dipenuhi sebagai bentuk tanggung jawab atas amanah tersebut," tegas Iyan Baduy.

Ia mengingatkan bahwa kebersihan lingkungan pasar adalah bagian dari pelayanan publik yang diatur dalam ketentuan pengelolaan fasilitas umum. Mengabaikannya berarti mengabaikan hak pedagang dan pengunjung atas lingkungan yang sehat dan layak. Iyan meminta Kadisperindag Kabupaten Serang untuk segera meninjau dan menertibkan pengelolaan Pasar Cikande, termasuk kehadiran petugas, kebersihan lingkungan, dan kelengkapan fasilitas kantor pasar.

"Jangan sampai pedagang dan masyarakat dilayani dengan satu arah, hanya kewajiban yang ditagih, sementara hak dan kenyamanan mereka diabaikan. Transparansi dan tanggung jawab adalah kunci pengelolaan yang baik," tambahnya.

"Pasar adalah wajah masyarakat. Jika wajahnya kotor dan terabaikan, maka itulah cerminan pengelolaannya. Mari kita pastikan pengelolaan pasar berjalan dengan benar, adil, dan bertanggung jawab."

Info Fakta News akan terus memantau perkembangan perbaikan di Pasar Banjarsari Cikande. Kami membuka ruang tanggapan dari pihak terkait guna melengkapi informasi bagi masyarakat luas.

Ikuti terus laporan aktual, tajam, dan terpercaya di info fakta news bersama @iyanbaduy.