- Dugaan Manipulasi Titik Dapur MBG Banten, Kerugian Pengelola Capai 1,5 Miliar
- Lima Jurnalis Hilang Kontak Saat Liputan Anak Krakatau, Pijar, Semoga Segera Ditemukan Dalam Keadaan Selamat.
- Kasus Hilangnya Kakak Beradik Di Banyuasin Terungkap, Dua Tahun Pencarian Berakhir Dengan Kenyataan Sedih.
- Bobol Warung Dini Hari, Empat Pelaku Curhat dan Penadah Ditangkap Polda Banten
- KASUS PENCULIKAN AKTIVIS UUN SELESAI DENGAN KEADILAN RESTORATIF, KUASA HUKUM KETUA DPRD LEBAK BERI APRESIASI LUAR BIASA
- Kasus Dugaan Penculikan Aktivis Uun Selesai Dengan Keadilan Restoratif, Empat Tersangka Bebas
- Warga Perumahan Puri Teratai RW 03 Tunjukkan Kepedulian, Galang Dana untuk Korban Gempa NTT
- Semarak Maulid Nabi di Perumahan Kayla, Kebersamaan dan Kekompakan Warga Menjadi Cermin Teladan
- PIJAR Hadiri Milad ke-6 PERWAST, Semoga Semakin Solid dan Bermanfaat bagi Insan Pers
- Sopir Angkot di Serang Jadi Korban Pengeroyokan, Bermula dari Senggolan Kendaraan
Kasus Hilangnya Kakak Beradik Di Banyuasin Terungkap, Dua Tahun Pencarian Berakhir Dengan Kenyataan Sedih.
PEMRED : Iyan Baduy
BANYUASIN - Info Fakta News
Kabar hilangnya dua bersaudara, Ayuhana (18) dan Rani (13), yang meninggalkan rumah untuk berangkat sekolah pada pagi 27 Oktober 2021 dan tak pernah kembali, akhirnya menemukan titik terang.
Setelah hampir lima tahun penuh keheningan dan harapan yang kian memudar, keduanya kini ditemukan, bukan dalam pelukan keluarga, melainkan dalam keabadian, menyisakan kerangka sebagai saksi bisu kejahatan yang keji.
Pagi itu, pukul 07.00 WIB, dua remaja berangkat menuntut ilmu. Namun jejak mereka seolah lenyap ditelan bumi. Sore harinya, kekhawatiran keluarga berubah menjadi kepanikan.
Pencarian mandiri dilakukan, namun tak ada petunjuk. Hingga hari berganti minggu, bulan berganti tahun, Ayuhana dan Rani tetap tak ditemukan. Hanya doa dan harapan yang tak pernah putus, meski perlahan tertutup kabut ketidakpastian yang menyakitkan
Kebenaran akhirnya terkuak pada Minggu, 6 September 2026. Seorang warga yang sedang mencari kayu di kawasan Perumahan Amanah, Kelurahan Keramat Raya, Kecamatan Talang Kelapa, menemukan rangka sepeda motor di dalam parit. Penemuan sederhana itu menjadi awal terbongkarnya misteri panjang.
Ketua RT setempat yang menindaklanjuti informasi tersebut memeriksa sebuah rumah kosong tak jauh dari lokasi, dan di sana, di dalam kesunyian bangunan yang terbengkalai, ditemukan kerangka manusia. Petunjuk yang ditunggu bertahun-tahun akhirnya hadir, namun dalam wujud yang memilukan.
Polsek Talang Kelapa segera menindaklanjuti laporan tersebut. Hasil penyelidikan mengarah pada dua orang tersangka, RS (27) dan AD alias D (25), yang keduanya berhasil diamankan di wilayah Kecamatan Talang Kelapa.
"Tersangka RS diamankan di wilayah Kenten, kemudian pengembangan mengarah kepada tersangka AD alias D yang ditangkap di kawasan Sungai Sedapat," ujar Kapolres Banyuasin AKBP Risnan Aldino, Selasa, 8 September 2026.
Dari pengakuan awal pelaku, motif yang terungkap sungguh menggetarkan hati, dendam karena tidak direstui untuk menikah dengan Ayuhana.
Penolakan yang tak diterima dengan lapang dada, melainkan direncanakan dengan kejahatan yang paling keji, nyawa dua remaja direnggut, bahkan kesucian korban dinodai sebelum keduanya dibunuh secara berencana.
"Pelaku merencanakan pembunuhan tersebut dan memperkosa korban. Motif dugaan awal karena sakit hati tidak direstui orang tua korban," jelas Kapolres.
Kedua tersangka kini diproses hukum atas Pembunuhan Berencana maupun Pembunuhan sesuai Pasal 459 dan 458 KUHP. Polisi terus mendalami peran masing-masing dan kronologi utuh peristiwa kelam tersebut.
Penyidik mengamankan sejumlah barang yang menceritakan kembali pagi terakhir mereka berangkat sekolah.
Dua tas berisi buku pelajaran, Seragam dan perlengkapan sekolah, Sepatu korban, Perhiasan kalung, gelang, dan cincin. Rangka sepeda motor yang dikendarai korban.
Barang-barang itu kini menjadi bukti di meja penyidikan, barang yang seharusnya menemani masa depan mereka, kini hanya menjadi penanda betapa mahalnya harga kejahatan yang direncanakan dengan dendam.
Ayuhana dan Rani tidak pulang ke rumah mereka. Namun kebenaran akhirnya pulang kepada mereka. Keadilan memang sering terlambat, tapi ia tidak pernah absen selamanya.
Semoga jiwa kedua korban beristirahat dengan tenang di sisi Tuhan, dan semoga kejahatan yang dilakukan dengan perencanaan penuh dendam ini mendapat balasan setimpal di pengadilan yang adil.
(Red)






