- Pengguna Jalan Keluhkan Pengatur Jalan Di Pertigaan Lampu Merah Pintu Tol Cikande, Diminta Untuk Ditertibkan.
- Satresnarkoba Polres Serang Berhasil Ringkus Dua Pengedar Tembakau Sintetis dari Dua Wilayah Berbeda.
- Ajudan Gubernur Kaltim Asky Rizal Toding Mohon Maaf Secara Terbuka Atas Sikap Arogansi Yang Viral
- Ajudan Gubernur Kaltim Anggota Polri, Diduga Arogan Senggol Pendemo Di Halaman Masjid, Publik Desak Pemeriksaan Tegas.
- MUTASI PEJABAT UTAMA POLD A BANTEN. SERAH TERIMA JABATAN DILAKSANAKAN, INI DAFTAR PERGANTIANNYA
- KAPOLSEK CIKANDE JADI INSPEKTUR UPACARA DI SMPN 1 CIKANDE, KIRIM PESAN INSPIRATIF KEPADA PARA PELAJAR
- TOILET PUBLIK ALUN-ALUN RANGKASBITUNG DIBANGUN HAMPIR Rp1 MILIAR, TAPI TANPA AIR DAN TIDAK BISA DIGUNAKAN
- SATRESNARKOBA POLRES LEBAK AMANKAN PENGEDAR SABU, 18 PAKET BARANG BUKTI DIAMANKAN
- DIDUGA JADI KORBAN PENIPUAN LOKER PT NIPPON SEIKI INDONESIA, 14 ORANG LAPORKAN KE POLRES SERANG
- KONDISI PASAR BANJARSARI CIKANDE DIKRITIK. KEBERSIHAN TERABAIKAN, KANTOR TAK DIURUS, HANYA PUNGUTAN BIAYA YANG RUTIN
Dugaan Belatung dalam Makanan MBG di MI Al Hadid Lebak, Yayasan Hamim Center Akui dan Minta Maaf
PEMRED : Iyan Baduy
LEBAK — Info Fakta News
Kembali muncul sorotan serius terkait penyaluran program Makan Bergizi Gratis (MBG). Kali ini dugaan temuan belatung hidup di dalam wadah makanan terjadi di MI Al Hadid, Kampung Cijahi, Kecamatan Curugbitung, Kabupaten Lebak, pada Senin (28/9/2026). Yang memprihatinkan, sebagian makanan tersebut telah dikonsumsi para siswa sebelum ditemukan kejanggalannya.
Berdasarkan pantauan dan konfirmasi awak media, temuan tersebut terjadi pada menu yang didistribusikan oleh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Yayasan Hamim Center Founder, yang berkedudukan di Kecamatan Curugbitung. Saat dikonfirmasi, Aang selaku Pengawas Gizi Yayasan Hamim Center mengakui kebenaran peristiwa tersebut.
“Terkait temuan itu, betul berasal dari SPPG kami. Pihak dapur sudah mendatangi lokasi sekolah, kami telah meminta maaf dan berkoordinasi dengan pihak sekolah,” ujar Aang.
Ia menegaskan, pihaknya mengakui kesalahan dan berjanji akan melakukan perbaikan menyeluruh guna menjamin kebersihan serta keamanan pangan ke depannya.
Peristiwa ini tentu memicu kekhawatiran mendalam. Program MBG digagas bukan sekadar memberi makan, melainkan memenuhi standar gizi yang aman, higienis, dan menyehatkan generasi penerus. Tujuan mulia ini, menekan angka stunting, mendukung konsentrasi belajar, serta membangun fondasi kesehatan anak bangsa, terancam ternoda jika aspek kebersihan tidak dijaga dengan ketat.
Terjadinya hal serupa secara berulang menunjukkan perlunya pengawasan yang lebih ketat, pemeriksaan sebelum makanan diserahkan, serta tanggung jawab yang sungguh-sungguh dari setiap penyelenggara. Makanan yang masuk ke mulut anak-anak haruslah yang paling bersih, paling terjaga, dan paling dapat dipertanggungjawabkan.
Pemerintah daerah dan instansi terkait diharapkan segera melakukan pemeriksaan menyeluruh, memastikan perbaikan nyata, dan menindak tegas jika ditemukan kelalaian. Kesehatan dan keselamatan anak-anak tidak boleh dikompromikan.
Karena urusan gizi anak adalah urusan masa depan bangsa, tidak boleh ada kelalaian sedikit pun.
(Red)






