Dugaan Belatung dalam Makanan MBG di MI Al Hadid Lebak, Yayasan Hamim Center Akui dan Minta Maaf

PEMRED : Iyan Baduy

30 Sep 2026, 11:44:48 WIB

Dugaan Belatung dalam Makanan MBG di MI Al Hadid Lebak, Yayasan Hamim Center Akui dan Minta Maaf

Belatung di ompreng MBG saat makanan sedang disantap murid MI Al Hadid, Curugbitung

LEBAK — Info Fakta News

Kembali muncul sorotan serius terkait penyaluran program Makan Bergizi Gratis (MBG). Kali ini dugaan temuan belatung hidup di dalam wadah makanan terjadi di MI Al Hadid, Kampung Cijahi, Kecamatan Curugbitung, Kabupaten Lebak, pada Senin (28/9/2026). Yang memprihatinkan, sebagian makanan tersebut telah dikonsumsi para siswa sebelum ditemukan kejanggalannya.

Berdasarkan pantauan dan konfirmasi awak media, temuan tersebut terjadi pada menu yang didistribusikan oleh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Yayasan Hamim Center Founder, yang berkedudukan di Kecamatan Curugbitung. Saat dikonfirmasi, Aang selaku Pengawas Gizi Yayasan Hamim Center mengakui kebenaran peristiwa tersebut.

“Terkait temuan itu, betul berasal dari SPPG kami. Pihak dapur sudah mendatangi lokasi sekolah, kami telah meminta maaf dan berkoordinasi dengan pihak sekolah,” ujar Aang.

Ia menegaskan, pihaknya mengakui kesalahan dan berjanji akan melakukan perbaikan menyeluruh guna menjamin kebersihan serta keamanan pangan ke depannya.

Peristiwa ini tentu memicu kekhawatiran mendalam. Program MBG digagas bukan sekadar memberi makan, melainkan memenuhi standar gizi yang aman, higienis, dan menyehatkan generasi penerus. Tujuan mulia ini, menekan angka stunting, mendukung konsentrasi belajar, serta membangun fondasi kesehatan anak bangsa, terancam ternoda jika aspek kebersihan tidak dijaga dengan ketat.

Terjadinya hal serupa secara berulang menunjukkan perlunya pengawasan yang lebih ketat, pemeriksaan sebelum makanan diserahkan, serta tanggung jawab yang sungguh-sungguh dari setiap penyelenggara. Makanan yang masuk ke mulut anak-anak haruslah yang paling bersih, paling terjaga, dan paling dapat dipertanggungjawabkan.

Pemerintah daerah dan instansi terkait diharapkan segera melakukan pemeriksaan menyeluruh, memastikan perbaikan nyata, dan menindak tegas jika ditemukan kelalaian. Kesehatan dan keselamatan anak-anak tidak boleh dikompromikan.

Karena urusan gizi anak adalah urusan masa depan bangsa, tidak boleh ada kelalaian sedikit pun.

(Red)