- Proyek Siluman SAB Muncul di Bojongloa, Cisoka, Dinas Perkim Tangerang dan Pemenang Tender Diduga Ada Main Mata
- Sambut HUT ke-81 RI, Pemerintah Kecamatan euwidamar Silaturahmi ke Rumah Baca biMBA-AIUEO Baduy Ciboleger, Perkuat Sinergi Pendidikan dan Persatuan
- 14 Tahun Menanti Terang, 55 KK di Musi Banyuasin Masih Hidup Tanpa Aliran Listrik
- Pelebaran Ruas Jalan Batankrajan Penompo, Langkah Nyata Pemkab Mojokerto Wujudkan Infrastruktur Berkualitas Bagi Masyarakat
- Terkait Dugaan Kekerasan Seksual di Maja, Polres Lebak: Perkara Sudah Ditangani Sesuai Prosedur, Tersangka Telah Ditetapkan
- Kawal Tata Kelola Publik, KUMALA Serang Gelar Aksi di Kejati Banten: Desak Evaluasi Total Dinas Kesehatan
- Ratusan Massa Kepung DPRD Lebak, Desak Usut Tuntas Kasus Dugaan Penculikan Aktivis Uun
- Diduga Keracunan Makanan MBG, Puluhan Murid TK dan SD di Deliserdang Dirawat di RS
- Kepala BNNK Deli Serdang Kombes Pol. Dr. Josua Tampubolon, S.H., M.H. Ucapkan Selamat Hari Anak Nasional 2026
- Kompleks Industri Jawilan Diduga Beroperasi Tanpa Izin dan Alih Fungsi Sawah Lindung, Pengamat Hukum, Ada Pembiaran Terstruktur
Proyek Perbaikan Tanggul di Jembatan Cibeureum, Jl. Raya Cikande-Kopo, Diragukan Kualitasnya, Diduga Dikerjakan Secara Asal Jadi
PEMRED : Iyan Baduy
SERANG - info Fakta news
Proyek perbaikan tanggul yang sebelumnya longsor akibat kikisan arus air sungai saat terjadi banjir, yang berlokasi di sekitar Jembatan Cibeureum, Desa Gabus, Kecamatan Kopo, Kabupaten Serang, kini menjadi sorotan publik dan memunculkan berbagai pertanyaan terkait kualitas serta pelaksanaannya.
Berdasarkan hasil pengamatan dan pantauan tim media di lokasi pekerjaan, terlihat jelas bahwa pengerjaan proyek tersebut dinilai kurang memenuhi standar teknis yang seharusnya diterapkan.
Hal ini terlihat dari susunan batu kali yang tidak tertata rapi, kurang kokoh, serta penggunaan adukan semen yang sangat minim, sehingga menimbulkan dugaan kuat bahwa pekerjaan ini dilaksanakan secara asal jadi tanpa memperhatikan aspek keamanan dan ketahanan jangka panjang.
Selain permasalahan kualitas fisik pekerjaan, pelaksanaan proyek ini juga dinilai belum memenuhi ketentuan transparansi yang berlaku.
Di lokasi proyek sama sekali tidak terpasang papan informasi proyek sebagaimana diwajibkan dalam setiap pelaksanaan pekerjaan pembangunan atau perbaikan yang menggunakan dana publik.
Akibatnya, masyarakat maupun pihak yang memantau tidak dapat mengetahui secara jelas mengenai sumber pendanaan, besaran anggaran yang digunakan, pihak pelaksana pekerjaan, hingga jangka waktu pelaksanaan proyek tersebut.
Pantauan yang dilakukan pada hari ini, Senin 1 Juni 2026, menunjukkan kondisi yang semakin mengkhawatirkan, bagian tanggul yang baru saja selesai dikerjakan bahkan sudah mengalami kerusakan dan runtuh kembali dengan tingkat kerusakan yang cukup parah, padahal pekerjaan tersebut baru saja diselesaikan dalam waktu yang tidak lama.
Pada saat tim media berada di lokasi, terlihat pula tiga orang petugas dari Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PURP) Provinsi Banten yang mengenakan seragam resmi KORPRI sedang melakukan kegiatan pengecekan dan pengukuran di sekitar lokasi pekerjaan dengan menggunakan alat ukur, yang diduga untuk melakukan penilaian atau verifikasi terhadap pelaksanaan proyek tersebut.
Salah seorang warga setempat yang tidak bersedia disebutkan identitasnya saat berbicara dengan tim media menyampaikan rasa kecewa dan keterkejutannya, “Awalnya kami berharap besar, bahkan saat pekerjaan baru dimulai, penggalian tanah untuk tempat pemasangan batu dibantu menggunakan alat berat ekskavator, dibantu dari pabrik plastik, kami kira pekerjaan ini akan dilakukan dengan sungguh-sungguh dan hasilnya bisa bertahan lama, tapi nyatanya hasilnya justru begini dan cepat rusak kembali.”
Hingga berita ini diturunkan, belum ada tanggapan resmi dari pihak pelaksana maupun instansi terkait mengenai permasalahan dan temuan di lapangan tersebut.
Masyarakat berharap agar pihak berwenang segera melakukan pengecekan menyeluruh, melakukan evaluasi, serta mengambil langkah tegas dan tepat demi menjaga keamanan dan keselamatan warga sekitar, serta memastikan setiap rupiah dana yang digunakan benar-benar dikelola dengan baik, bertanggung jawab, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
(Red)






