- Di Tengah HUT RI ke-81, Rp240 Triliun Program Kopdes Merah Putih Dinilai Celios : Kado Kemerdekaan yang Berpotensi Menjadi Beban Utang Seluruh Rakyat
- Dugaan Bunuh Diri Ternyata Pembunuhan Berencana, Polresta Tangerang Ungkap Kejahatan Kelam Kekasih Berkeluarga
- Semarak HUT RI ke-81: Kades Cikande Oman Saputra Gelar Turnamen Catur, Dibuka Resmi oleh Camat Cikande
- Komplotan Pencurian Besi di Cikande, Sosok Terkenal Mantan Direktur BUMDes, hingga Gaya Hidup Mewah yang Jadi Sorotan
- Bongkar Komplotan Pencurian Besi Senilai Rp135 Juta, Polsek Cikande Amankan 5 Tersangka Termasuk Penadah
- Ucapkan Selamat Ulang Tahun ke-28 BPPKB Banten DPC Serang, Pemred Info Fakta News, Tetap Jaga Persatuan, Kukuhkan Peran di Tengah Masyarakat
- Hasil Musyawarah Desa Gabus : Warga Dukung PT MPP, Namun Temukan Fakta Baru, Sungai Tetap Hitam Meski Perusahaan Tidak Berproduksi
- PPP Lebak Hadir di Tengah Kemarau, Warga Bintangresmi Terima Bantuan Air Bersih
- Belum Ada Pejabat PPID, Desa Parigi Kecamatan Cikande Dipertanyakan : Pengabaian Hak Informasi Warga Bertentangan UU KIP
- Jalin Kedekatan dengan Warga, Bhabinkamtibmas Desa Koper Luncurkan Program Warung Bhabinkamtibmas
Waspada, Modus Menawarkan Jual Kendaraan di Online, Berujung Penipuan
PEMRED : Iyan Baduy
LEBAK - info fakta news
Belum lama ini terjadi modus menawarkan kendaraan sepeda motor melalui media online Face book dan berujung penipuan, terjadi di Kota Rangkasbitung, Kabupaten Lebak, Provinsi Banten.
Kejadian ini dialami dua orang warga Kecamatan Tunjung Teja, Kabupaten Serang, berinisial (YD) dan (AS) pada Rabu (8/1/25).
Peristiwa berawal (YD) melihat postingan sepeda motor Yamaha RX king yang di posting di Face book akun milik Andi, kemudian terjadi komunikasi melalui sambungan telepon seluler.
Karena berminat membeli selanjutnya terjadi kesepakatan untuk melihat kendaraan yang diposting tersebut, yang kebetulan keberadaan kendaraan tidak begitu jauh dari tempat kediamannya.
Sesampainya di tempat yang diarahkan sipenelpon dan mengaku pemilik kendaraan akhirnya (YD) bersama temannya (AS) memeriksa kondisi kendaraan sambil terus komunikasi dengan yang menawarkan sepeda motor melalui sambungan telpon tersebut.
Di rumah tempat kendaraan sepeda motor berada (YD) dan (AS) bertemu dengan Romi menurut pengakuan sipenelpon ia merupakan saudaranya yang saat ini menjaga sepeda motor miliknya yang akan dijual itu.
Setelah mengecek kondisi kendaraan tersebut dan merasa cocok akhirnya (YD) dengan sipenelpon membicarakan harga serta sepakat untuk lakukan transaksi melalui transfer ke rekening Bank BRI kemudian di arahkan penelpon pembayaran agar di transfer di BRilink yang tempatnya tak jauh dari tempat dimana sepeda motor berada, seakan ia sudah tahu lokasi daerah tersebut.
" Uang pembayaran motor di transfer saja, keluar dari gang tak jauh dari situ ada brilink, masalah harga jangan ngomong ke saudara saya yang ada di rumah itu, ia tidak tahu apa-apa " ucap (YD) menirukan arahan sipenelpon pada dirinya
Usai transfer (YD) sambil tes sepeda motor yang akan di belinya kembali ke rumah Romi, ketika pamitan pulang karena sepeda motor sudah dibayar akan dibawa, Romi tidak mengijinkan serta mengatakan dirinya belum menerima uang pembayaran sepeda motor tersebut.
Mendengar hal itu (YD) mengeluarkan struk bukti transfer ke rekening BRI sesuai yang diberikan Andi sipenelpon dan Romi bersikeras dirinya belum menerima pembayaran serta mengatakan tidak mengenal orang yang komunikasi dengan (YD) yang menawarkan sepeda motor tersebut.
Setelah kejadian tersebut (YD) kaget dan menelpon kembali sipenelpon tapi nomor hpnya sudah tidak bisa dihubungi lagi, akhirnya (YD) menghubungi saudaranya serta menceritakan kejadian tersebut dan meminta saudaranya untuk datang ke lokasi di kampung Baturambang Kecamatan Rangkasbitung.
Setelah saudara (YD) datang kelokasi dan ikut memeriksa kendaraan ditemukan beberapa kejanggalan diantaranya, nopol sepeda motor yang terpasang tidak sama dengan yang tertulis di STNK, warna nya pun tidak sesuai dengan yang tertulis di STNK dan parahnya lagi nomor rangka dan nomor mesin ada bekas di gerinda dan diketok kembali.
Dengan kejadian ini pada akhirnya (YD) diajak saudaranya untuk membuat laporan Polisi, dan mendatangi Polres Lebak diterima unit 2 Tipidter.
Pada awak media (AS) yang saat akan survei kendaraan menerima share lok dari sipenelpon mengatakan ada kejanggalan dalam sharelok yang diterima di hp nya.
Kata (AS) " kalau share lok itu dikirim dari rumah yang ada motor kemudian dikirim ke sipenelpon pasti saat di kirim ke saya pasti di situ akan tertulis di teruskan, tapi yang masuk ke hp saya tidak ada tulisan tersebut, jadi seakan yang ngirim sharelok pada saat kita akan datang berarti ada di rumah itu " terang (AS)
Pada saat (YD) kedepan tes motor sambil transfer terdengar Komunikasi Romi dengan seseorang di telpon hp yang Romi pegang mengatakan motor sedang di coba kedepan, ini ada temannya di sini nunggu, jelas (AS)
Ditambahkan (AS) pada saat (YD) akan pulang membawa motor kemudian tidak dibolehkan dan berdebat dengan Romi tiba-tiba ada seseorang yang datang dan membela Romi serta terus-terusan menyalahkan (YD).
Dikatakan (AS) pada saat orang tersebut terus menyalahkan (YD) ia kemudian menerima telpon dari saudaranya dan sedikit agak menjauh dari tempat itu.
Dan saat telah menerima telpon (AS) kembali ketempat itu orang tersebut menanyakan saudara nya yang mau datang sudah nyampe mana, dan anehnya saat mendengar saudara (AS) sudah ada di depan dan tadi telpon menanyakan lokasi tinggal masuk gang, tiba-tiba orang tersebut buru-buru pergi.
Terakhir (AS) dan (YD) berharap agar team unit 2 Tipidter Reskrim Polres Lebak segera mengungkap kasus ini serta menangkap pelaku, agar hal ini tidak terjadi lagi dan ada korban berikutnya.
Sampai berita ini publish, media belum menghubungi unit 2 Tipidter Reskrim Polres Lebak guna adanya keterangan yang disampaikan
(Red)






