- Di Tengah HUT RI ke-81, Rp240 Triliun Program Kopdes Merah Putih Dinilai Celios : Kado Kemerdekaan yang Berpotensi Menjadi Beban Utang Seluruh Rakyat
- Dugaan Bunuh Diri Ternyata Pembunuhan Berencana, Polresta Tangerang Ungkap Kejahatan Kelam Kekasih Berkeluarga
- Semarak HUT RI ke-81: Kades Cikande Oman Saputra Gelar Turnamen Catur, Dibuka Resmi oleh Camat Cikande
- Komplotan Pencurian Besi di Cikande, Sosok Terkenal Mantan Direktur BUMDes, hingga Gaya Hidup Mewah yang Jadi Sorotan
- Bongkar Komplotan Pencurian Besi Senilai Rp135 Juta, Polsek Cikande Amankan 5 Tersangka Termasuk Penadah
- Ucapkan Selamat Ulang Tahun ke-28 BPPKB Banten DPC Serang, Pemred Info Fakta News, Tetap Jaga Persatuan, Kukuhkan Peran di Tengah Masyarakat
- Hasil Musyawarah Desa Gabus : Warga Dukung PT MPP, Namun Temukan Fakta Baru, Sungai Tetap Hitam Meski Perusahaan Tidak Berproduksi
- PPP Lebak Hadir di Tengah Kemarau, Warga Bintangresmi Terima Bantuan Air Bersih
- Belum Ada Pejabat PPID, Desa Parigi Kecamatan Cikande Dipertanyakan : Pengabaian Hak Informasi Warga Bertentangan UU KIP
- Jalin Kedekatan dengan Warga, Bhabinkamtibmas Desa Koper Luncurkan Program Warung Bhabinkamtibmas
Komplotan Pencurian Besi di Cikande, Sosok Terkenal Mantan Direktur BUMDes, hingga Gaya Hidup Mewah yang Jadi Sorotan
PEMRED : Iyan Baduy
SERANG – Info Fakta News
Pengungkapan kasus pencurian ratusan batang besi ulir ukuran 13 milimeter yang dilakukan tim Opsnal Reskrim Polsek Cikande, kini menjadi pembicaraan hangat dan menyita perhatian luas di tengah masyarakat Kecamatan Cikande.
Kejutan terbesar bukan hanya pada besarnya kerugian yang ditimbulkan, melainkan identitas para pelaku yang ternyata bukan sosok asing, nama dan wajah mereka justru sangat dikenal dan akrab di mata warga setempat.
Di antara kelima orang yang diamankan, satu nama mencuat paling tinggi, RMD (33). Ia bukan orang biasa, adalah keponakan dari Kepala Desa Parigi yang sedang menjabat saat ini.
Bahkan berkat hubungan keluarga tersebut, RMD sempat dipercaya menduduki posisi strategis sebagai Direktur BUMDes Desa Parigi, saat pertama sang Paman menjabat, sebuah amanah yang menjadi wadah pengabdian dan kemajuan bersama warga.
Namun tak lama berselang, ia mengundurkan diri dari jabatan itu saat mencalonkan diri sebagai calon anggota Legistitif DPRD Kabupaten Serang dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) pada tahun 2024 lalu.
Kini, di balik nama yang dikenal publik, muncul fakta-fakta yang mengejutkan masyarakat. Warga menyaksikan dengan mata kepala sendiri kebiasaan yang kerap dilakukan para pelaku di lokasi yang kini menjadi tempat kejadian perkara.
Kawasan parkiran di Kampung Kukun, Desa Parigi, yang berhadapan dengan Kampung Kamansari Ambon dan tepat di belakang kantor organisasi wartawan PERWAST.
Di tempat itu, mereka kerap terlihat berkumpul dengan gaya hidup yang mencolok, menggelar pesta minuman keras yang berlangsung hingga larut malam, didampingi sejumlah wanita yang diduga sebagai tenaga pemasar barang dan wanita malam.
"Siapa yang tidak kenal dengan pelaku pencuri besi ulir 600 batang yang kini menjadi buah bibir di tengah masyarakat, Yang paling terkenal di Kecamatan Cikande itu, dia kerabat dekat Kepala Desa Parigi, dialah yang selalu tampil sebagai 'bos' setiap kali pesta minuman keras digelar di sekitar parkiran Cikande Ambon," ungkap seorang warga yang enggan menyebutkan identitasnya.
Fakta ini menimbulkan pertanyaan besar di benak warga, bagaimana seseorang yang diberi kepercayaan pernah memimpin badan usaha milik desa, yang bahkan pernah mencalonkan diri juga sebagai wakil rakyat.
Justru terjerat dalam tindak pidana pencurian besar-besaran sekaligus menjalani gaya hidup yang jauh dari keteladanan dan norma kesusilaan.
Kasus ini menjadi pengingat bahwa kepercayaan yang besar harus diimbangi dengan tanggung jawab yang besar pula, dan di hadapan hukum, tidak ada seseorang pun yang berdiri di atas keadilan.
Masyarakat berharap proses hukum berjalan transparan dan tanpa pandang bulu, agar kepercayaan warga terhadap lembaga pemerintahan desa dan penegakan hukum dapat dipulihkan kembali.
(Red)






