- Pengguna Jalan Keluhkan Pengatur Jalan Di Pertigaan Lampu Merah Pintu Tol Cikande, Diminta Untuk Ditertibkan.
- Satresnarkoba Polres Serang Berhasil Ringkus Dua Pengedar Tembakau Sintetis dari Dua Wilayah Berbeda.
- Ajudan Gubernur Kaltim Asky Rizal Toding Mohon Maaf Secara Terbuka Atas Sikap Arogansi Yang Viral
- Ajudan Gubernur Kaltim Anggota Polri, Diduga Arogan Senggol Pendemo Di Halaman Masjid, Publik Desak Pemeriksaan Tegas.
- MUTASI PEJABAT UTAMA POLD A BANTEN. SERAH TERIMA JABATAN DILAKSANAKAN, INI DAFTAR PERGANTIANNYA
- KAPOLSEK CIKANDE JADI INSPEKTUR UPACARA DI SMPN 1 CIKANDE, KIRIM PESAN INSPIRATIF KEPADA PARA PELAJAR
- TOILET PUBLIK ALUN-ALUN RANGKASBITUNG DIBANGUN HAMPIR Rp1 MILIAR, TAPI TANPA AIR DAN TIDAK BISA DIGUNAKAN
- SATRESNARKOBA POLRES LEBAK AMANKAN PENGEDAR SABU, 18 PAKET BARANG BUKTI DIAMANKAN
- DIDUGA JADI KORBAN PENIPUAN LOKER PT NIPPON SEIKI INDONESIA, 14 ORANG LAPORKAN KE POLRES SERANG
- KONDISI PASAR BANJARSARI CIKANDE DIKRITIK. KEBERSIHAN TERABAIKAN, KANTOR TAK DIURUS, HANYA PUNGUTAN BIAYA YANG RUTIN
Warga Asal Aceh Edarkan Obat Tanpa Ijin Edar, Di Hajar Warga di Lebak.
PEMRED : Iyan Baduy
LEBAK - info fakta news
Viral seorang pria diduga pengedar obat tanpa ijin edar, menjadi sasaran kemarahan Kemarahan disertai pemukulan yang dilakukan oleh beberapa warga Kampung Kaungcaniran RT 09 RW 03, Desa Cilangkahan, Kecamatan Malingping, Kabupaten Lebak, Banten.
Pria bernama Rinaldi alias Marko alias Jangkung Bin Irham Abdullah, diduga pemasok atau pengedar obat jenis Tramadol dan Heximer tanpa ijin edar.
Marko merupakan warga asal Aceh, dan sudah beristriksn warga setempat serta berdomisili di Kampung Kaungcaniran sekitar setahun yang lalu.
Hal ini berawal adanya pengakuan dari dua orang yakni Junaedi alias Jalu (Bandar) dan Madrotul alias Opung (Kurir) pada Kamis, 20 Maret 2025 bertempat di Aula Masjid Al Magfiroh Kampung Kaungcaniran, saat diminta penjelasan oleh warga.
Keduacorang tersebut mengaku bagwa mendapatkan obat tanpa ijin edar jenis Tramadol dan Heximer tersebut dari Saudara Rinaldi alias Marko.
Obat tanpa ijin edar Tramadol dan Heximer, ia jual kepada warga yang kebanyakan pembelinya masih kalangan remaja putra dan putri di wilayah Kampung Kaungcaniran dan sekitarnya.
Dengan adanya penjualan obat-obatan terlarang tersebut membuat geram warga Kampung Kaungcaniran, kemudian masyarakat sekitar pun sudah melakukan upaya pencegahan namun tidak digubris.
Sehingga pada akhirnya kemarahan warga memuncak dan melakukan pemukulan kepada Saudara Rinaldi alias Marko.
(Red)






