- Dugaan Kebocoran Solar Subsidi di SPBU 74.911.60 Ujung Bulu Parepare Jadi Sorotan
- Dirut Radar Media Group, Semangat Galungan Harus Menjadi Inspirasi Membangun Bangsa
- Diduga Langgar Prosedur, Penerbitan SP2 bagi Relawan Sakit Seret Nama PIC Yayasan Pendidikan Akasyah
- LPPNRI Kampar Desak Inspektorat Transparan Soal Pemeriksaan SMPN 4 Tapung Hulu dan SMPN 6 Siak Hulu
- Rapat Penertiban TPPS Cisoka Digelar Tertutup, Komitmen Keterbukaan Informasi Dipertanyakan
- DPP LSM GEMPUR Desak Kejati Sumut Usut Dugaan Korupsi Dana Desa di Dua Desa Kabupaten Simalungun
- Ketua FPKB DPRD Blora Ucapkan Selamat Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 H: Tingkatkan Kebaikan dan Jaga Akhlak Mulia
- LPM Control Social Gelar Aksi, Tuntut Kajari Gowa Mundur Terkait Dugaan Kriminalisasi Ilyas Sitaba
- Diduga Menyalahgunakan Wewenang, Pendamping Desa Parigi Dinilai Halangi Hak Warga Akses Informasi Dana Desa
- King Naga Apresiasi Langkah Hukum Firdaus Oiwobo, Tegaskan Penyelesaian Dugaan Fitnah Harus Lewat Jalur Legal
Viral di Medsos, Video Seorang Lelaki Setengah Bugil Di Acara Hajat Adat, Jadi Kecaman Warganet.
PEMRED : Iyan Baduy
SUKABUMI - info Fakta news
Viral di media sosial, sebuah video yang memperlihatkan seorang laki-laki setengah bugil di tengah acara hajatan di lingkungan Kasepuhan Ciptagelar menuai sorotan publik.
Kejadian tersebut dinilai sangat tidak pantas dan bertentangan dengan norma adat serta nilai kesopanan yang dijunjung tinggi oleh masyarakat kasepuhan Ciptagelar Kecamatan Cisolok Kabupaten Sukabumi Provinsi Jawa Barat.12/04/2026.
Sebagai salah satu kampung adat yang masih kuat menjaga tradisi leluhur, Kasepuhan Ciptagelar dikenal dengan kearifan lokal, tata krama, serta aturan adat yang ketat.
Oleh karena itu, munculnya peristiwa tersebut diduga mencederai marwah dan kehormatan lingkungan adat.
Dalam video yang beredar, tampak seorang pria berperilaku tidak pantas di tengah acara yang seharusnya berlangsung sakral dan penuh nilai adat.
Kejadian ini pun memicu beragam reaksi dari masyarakat, mulai dari rasa prihatin hingga kecaman terhadap tindakan yang dianggap mencoreng nilai budaya dan kearifan lokal.
Sejumlah warganet menyayangkan insiden tersebut, mengingat Kasepuhan Ciptagelar dikenal sebagai wilayah adat yang menjunjung tinggi norma, tradisi, dan etika.
Banyak pihak berharap agar kejadian serupa tidak terulang kembali, serta adanya perhatian dari pihak terkait untuk menjaga marwah budaya dan ketertiban dalam setiap kegiatan masyarakat.
Masyarakat pun berharap adanya klarifikasi dari pihak terkait serta langkah tegas untuk menjaga ketertiban dan kelestarian nilai-nilai budaya agar kejadian serupa tidak terulang kembali.
Selain itu, diimbau kepada seluruh pihak untuk tetap menghormati adat istiadat yang berlaku di setiap wilayah, khususnya di lingkungan masyarakat adat.
(HKZ)






