- Di Tengah HUT RI ke-81, Rp240 Triliun Program Kopdes Merah Putih Dinilai Celios : Kado Kemerdekaan yang Berpotensi Menjadi Beban Utang Seluruh Rakyat
- Dugaan Bunuh Diri Ternyata Pembunuhan Berencana, Polresta Tangerang Ungkap Kejahatan Kelam Kekasih Berkeluarga
- Semarak HUT RI ke-81: Kades Cikande Oman Saputra Gelar Turnamen Catur, Dibuka Resmi oleh Camat Cikande
- Komplotan Pencurian Besi di Cikande, Sosok Terkenal Mantan Direktur BUMDes, hingga Gaya Hidup Mewah yang Jadi Sorotan
- Bongkar Komplotan Pencurian Besi Senilai Rp135 Juta, Polsek Cikande Amankan 5 Tersangka Termasuk Penadah
- Ucapkan Selamat Ulang Tahun ke-28 BPPKB Banten DPC Serang, Pemred Info Fakta News, Tetap Jaga Persatuan, Kukuhkan Peran di Tengah Masyarakat
- Hasil Musyawarah Desa Gabus : Warga Dukung PT MPP, Namun Temukan Fakta Baru, Sungai Tetap Hitam Meski Perusahaan Tidak Berproduksi
- PPP Lebak Hadir di Tengah Kemarau, Warga Bintangresmi Terima Bantuan Air Bersih
- Belum Ada Pejabat PPID, Desa Parigi Kecamatan Cikande Dipertanyakan : Pengabaian Hak Informasi Warga Bertentangan UU KIP
- Jalin Kedekatan dengan Warga, Bhabinkamtibmas Desa Koper Luncurkan Program Warung Bhabinkamtibmas
Viral di Medsos, Video Seorang Lelaki Setengah Bugil Di Acara Hajat Adat, Jadi Kecaman Warganet.
PEMRED : Iyan Baduy
SUKABUMI - info Fakta news
Viral di media sosial, sebuah video yang memperlihatkan seorang laki-laki setengah bugil di tengah acara hajatan di lingkungan Kasepuhan Ciptagelar menuai sorotan publik.
Kejadian tersebut dinilai sangat tidak pantas dan bertentangan dengan norma adat serta nilai kesopanan yang dijunjung tinggi oleh masyarakat kasepuhan Ciptagelar Kecamatan Cisolok Kabupaten Sukabumi Provinsi Jawa Barat.12/04/2026.
Sebagai salah satu kampung adat yang masih kuat menjaga tradisi leluhur, Kasepuhan Ciptagelar dikenal dengan kearifan lokal, tata krama, serta aturan adat yang ketat.
Oleh karena itu, munculnya peristiwa tersebut diduga mencederai marwah dan kehormatan lingkungan adat.
Dalam video yang beredar, tampak seorang pria berperilaku tidak pantas di tengah acara yang seharusnya berlangsung sakral dan penuh nilai adat.
Kejadian ini pun memicu beragam reaksi dari masyarakat, mulai dari rasa prihatin hingga kecaman terhadap tindakan yang dianggap mencoreng nilai budaya dan kearifan lokal.
Sejumlah warganet menyayangkan insiden tersebut, mengingat Kasepuhan Ciptagelar dikenal sebagai wilayah adat yang menjunjung tinggi norma, tradisi, dan etika.
Banyak pihak berharap agar kejadian serupa tidak terulang kembali, serta adanya perhatian dari pihak terkait untuk menjaga marwah budaya dan ketertiban dalam setiap kegiatan masyarakat.
Masyarakat pun berharap adanya klarifikasi dari pihak terkait serta langkah tegas untuk menjaga ketertiban dan kelestarian nilai-nilai budaya agar kejadian serupa tidak terulang kembali.
Selain itu, diimbau kepada seluruh pihak untuk tetap menghormati adat istiadat yang berlaku di setiap wilayah, khususnya di lingkungan masyarakat adat.
(HKZ)






