Truk Pengangkut Tanah Parkir Liar di Bahu Jalan Raya Cikande-Rangkasbitung, Dikeluhkan Pengguna Jalan dan Warga Sekitar.

PEMRED : Iyan Baduy

03 Des 2024, 12:00:21 WIB

Truk Pengangkut Tanah Parkir Liar di Bahu Jalan Raya Cikande-Rangkasbitung, Dikeluhkan Pengguna Jalan dan Warga Sekitar.

Truk pengangkut tanah parkir liar di bahu jalan

SERANG - info fakta news, Truk pengangkut tanah yang parkir liar di bahu jalan lajur kiri dan kanan Jalan Raya Cikande-Rangkasbitung mulai dari kampung Pabuaran sampai kampung Pasar lama, Desa Cikande, Kecamatan Cikande, Kabupaten Serang-Banten, dikeluhkan pengguna jalan dan warga sekitar.

Pasalnya  keberadaan truk pengangkut tanah yang parkir sembarangan berjejer di bahu menutupi penglihatan pengguna jalan serta warga yang akan masuk ke jalan raya dari gang pemukiman, hal ini tentu sangat mengganggu dan berpotensi terjadinya kecelakaan lalu lintas kembali seperti yang sudah terjadi sebelumnya.

Diketahui akibat truk pengangkut tanah parkir sembarangan dibahu jalan ini sudah beberapa kali terjadi kecelakaan lalu lintas dan menelan korban jiwa, dengan kondisi korban yang sangat tragis.

​​​​​​

Menurut Iyan Kusyandi warga kampung Pabuaran, merupakan aktivis pemerhati sosial masyarakat pada awak media mengatakan, persoalan truk Pengakut tanah yang parkir liar di bahu jalan raya Cikande-Rangkasbitung ini bukan hal baru, tapi ini persoalan lama yang seakan tak kunjung ada solusinya.

Iyan menambahkan , mirisnya dinas terkait dalam hal ini Dinas perhubungan Provinsi Banten dan Kabupaten Serang juga Polsek Cikande maupun Satlantas Polres Serang diduga seperti adanya  pembiaran dan terkesan tidak ada upaya untuk bisa menyelesaikan permasalahan ini dengan tuntas, entah ada apa, terang Iyan.

Lebih lanjut Iyan katakan, Dalam hal ini harusnya Dinas terkait melakukan komunikasi dan tindakan baik dengan pengusaha ekspedisi truk tersebut maupun kepada pengemudi truk, agar permasalahan ini segera dapat teratasi, dan adanya kenyamanan bagi warga serta keselamatan para pengguna jalan.

Iyan berharap agar pengusaha ekspedisi truk tanah dapat menyediakan lahan untuk parkir kendaraan truknya atau adanya kantong parkir yang layak, sebelum truk yang mengangkut tanah tersebut berjalan menuju lokasi proyek, sesuai ketentuan jam operasional dari pukul 20.00 sampai dengan 05.00 wib, ucap Iyan.

Iyan katakan, harusnya dalam hal ini kita semua hatus berkaca dari peristiwa yang terjadi di daerah Teluknaga  Tangerang, saat salah satu truk pengangkut tanah melindas seorang bocah 9 tahun meninggal dunia sehingga memacu terjadinya insiden yang tidak diharapkan.

"Kalau masyarakat sudah bersatu dan bangkit dari diamnya karena selama ini mereka sudah hilang kesabaran dan kepercayaannya terhadap para pemegang kebijakan dan keputusan, tentu ini akan menimbulkan permasalahan besar dan perlu penanganan yang cukup serius dengan melibatkan banyak pihak" 

Dikatakan Iyan, "Aksi masyarakat ini terjadi karena selama ini mereka merasa dirugikan, tidak nyaman kemudian tidak adanya ketegasan dari pihak-pihak yang berkepentingan, kalau sudah terjadi seperti ini tentu akan ada pihak yang dirugikan secara materi, seperti peristiwa truk pengangkut tanah di bakar, spare part dan lainnya di jarah dan dipreteli, harusnya kejadian seperti ini menjadi peringatan baik bagi pengusaha ekspedisi truk maupun dinas terkait dan aparat" tegas Iyan.

Terakhir Iyan katakan, dalam waktu dekat ini dirinya akan berkoordinasi dengan para aktivis Serang Timur dan warga sekitar tempat parkir liar truk untuk mendatangi atau berkirim surat kepada Dishub dan Kepolisian, terkait hal ini.

Kemudian apabila tidak ada respon dan dinilai lamban dalam menindak lanjuti permasalahan ini, maka jalan terakhir adalah melakukan aksi demgan turun kejalan, tutup Iyan  (Red)