- Di Tengah HUT RI ke-81, Rp240 Triliun Program Kopdes Merah Putih Dinilai Celios : Kado Kemerdekaan yang Berpotensi Menjadi Beban Utang Seluruh Rakyat
- Dugaan Bunuh Diri Ternyata Pembunuhan Berencana, Polresta Tangerang Ungkap Kejahatan Kelam Kekasih Berkeluarga
- Semarak HUT RI ke-81: Kades Cikande Oman Saputra Gelar Turnamen Catur, Dibuka Resmi oleh Camat Cikande
- Komplotan Pencurian Besi di Cikande, Sosok Terkenal Mantan Direktur BUMDes, hingga Gaya Hidup Mewah yang Jadi Sorotan
- Bongkar Komplotan Pencurian Besi Senilai Rp135 Juta, Polsek Cikande Amankan 5 Tersangka Termasuk Penadah
- Ucapkan Selamat Ulang Tahun ke-28 BPPKB Banten DPC Serang, Pemred Info Fakta News, Tetap Jaga Persatuan, Kukuhkan Peran di Tengah Masyarakat
- Hasil Musyawarah Desa Gabus : Warga Dukung PT MPP, Namun Temukan Fakta Baru, Sungai Tetap Hitam Meski Perusahaan Tidak Berproduksi
- PPP Lebak Hadir di Tengah Kemarau, Warga Bintangresmi Terima Bantuan Air Bersih
- Belum Ada Pejabat PPID, Desa Parigi Kecamatan Cikande Dipertanyakan : Pengabaian Hak Informasi Warga Bertentangan UU KIP
- Jalin Kedekatan dengan Warga, Bhabinkamtibmas Desa Koper Luncurkan Program Warung Bhabinkamtibmas
Tawuran Pelajar Tewaskan Satu Remaja di Tangerang, Polisi Ungkap Kasus Kurang dari 24 Jam
PEMRED : Iyan Baduy
TANGERANG - info Fakta news
Kepolisian berhasil mengungkap kasus tawuran antar pelajar yang berakhir fatal dan merenggut nyawa seorang remaja di Jalan Lavon, Desa Sindang Jaya, Kecamatan Sindang Jaya, Kabupaten Tangerang.
Seluruh proses pengungkapan dan penangkapan dua terduga pelaku dilakukan dalam waktu yang sangat cepat, yakni kurang dari 24 jam pasca kejadian.
Peristiwa bentrok tersebut terjadi pada Kamis malam, 4 Juni 2026, sekitar pukul 19.00 WIB.
Berkat kerja cepat tim kepolisian, tepatnya pada Jumat pagi, 5 Juni 2026 sekitar pukul 10.00 WIB, dua orang yang diduga kuat sebagai pelaku utama telah berhasil diamankan oleh petugas dari Polsek Pasar Kemis jajaran Polresta Tangerang.
Kapolresta Tangerang, Kombes Pol Andi Muhammad Indra Waspada Amirullah, membenarkan penangkapan tersebut sebagai hasil penyelidikan intensif timnya.
“Kurang dari 24 jam setelah peristiwa itu terjadi, kami telah berhasil mengamankan dua pelajar yang diduga terlibat langsung dalam aksi pengeroyokan yang menyebabkan korban meninggal dunia,” ungkap Kombes Indra Waspada.
Menurut penjelasannya, bentrokan bersenjata tajam ini melibatkan dua kelompok pelajar yang berasal dari dua sekolah berbeda, yakni satu SMP di wilayah Cikupa dan satu SMP di wilayah Kecamatan Rajeg.
Pertikaian sengit tersebut berujung pada meninggalnya seorang pelajar yang berasal dari kelompok pelajar wilayah Cikupa.
Dalam operasi pengungkapan ini, kepolisian juga menyita sejumlah barang bukti yang diyakini digunakan saat aksi kekerasan terjadi.
Barang bukti tersebut terdiri dari enam bilah senjata tajam jenis celurit dan corbek, tiga unit telepon genggam, serta pakaian dan tas yang dikenakan oleh para terduga pelaku saat melakukan aksinya.
Hingga saat ini, tim penyidik masih terus menggali informasi lebih mendalam untuk memetakan keterlibatan dan peran masing-masing individu yang turut ambil bagian dalam peristiwa tersebut.
“Penyidik masih terus melakukan pendalaman untuk mengungkap secara rinci peran setiap pihak yang terlibat dalam tawuran yang memakan korban jiwa ini,” tambah Indra Waspada.
(Red).






