- Pengguna Jalan Keluhkan Pengatur Jalan Di Pertigaan Lampu Merah Pintu Tol Cikande, Diminta Untuk Ditertibkan.
- Satresnarkoba Polres Serang Berhasil Ringkus Dua Pengedar Tembakau Sintetis dari Dua Wilayah Berbeda.
- Ajudan Gubernur Kaltim Asky Rizal Toding Mohon Maaf Secara Terbuka Atas Sikap Arogansi Yang Viral
- Ajudan Gubernur Kaltim Anggota Polri, Diduga Arogan Senggol Pendemo Di Halaman Masjid, Publik Desak Pemeriksaan Tegas.
- MUTASI PEJABAT UTAMA POLD A BANTEN. SERAH TERIMA JABATAN DILAKSANAKAN, INI DAFTAR PERGANTIANNYA
- KAPOLSEK CIKANDE JADI INSPEKTUR UPACARA DI SMPN 1 CIKANDE, KIRIM PESAN INSPIRATIF KEPADA PARA PELAJAR
- TOILET PUBLIK ALUN-ALUN RANGKASBITUNG DIBANGUN HAMPIR Rp1 MILIAR, TAPI TANPA AIR DAN TIDAK BISA DIGUNAKAN
- SATRESNARKOBA POLRES LEBAK AMANKAN PENGEDAR SABU, 18 PAKET BARANG BUKTI DIAMANKAN
- DIDUGA JADI KORBAN PENIPUAN LOKER PT NIPPON SEIKI INDONESIA, 14 ORANG LAPORKAN KE POLRES SERANG
- KONDISI PASAR BANJARSARI CIKANDE DIKRITIK. KEBERSIHAN TERABAIKAN, KANTOR TAK DIURUS, HANYA PUNGUTAN BIAYA YANG RUTIN
Tambang Batu di Ciakar Menjadi Sorotan Usai Terjadi Insiden Maut.
PEMRED : Iyan Baduy
LEBAK - info fakta news
Terjadi insiden dilokasi galian batu rakyat, Kampung Sukalaksana, Desa Ciakar, Kecamatan Gunungkencana, Kabupaten Lebak, Banten, yang menewaskan seorang pekerja bernama Ubaedi (35) warga Kampung Lebak Masjid RT/RW 001/001 Desa Ciakar akibat tertimbun longsoran material batu, pada Senin (9/2/26) sekura pukul 08.30 WIB.
Saat dikonfirmasi pihak Polsek Gunungkencana membenarkan, dan saat ini lokasi kejadian telah dilakukan tindakan pengamanan awal dengan pemasangan police line.
"Ya betul, Kang, Untuk lokasi sudah dipasang police line, Rencananya besok akan dilakukan pemanggilan terkait pihak yang perlu memberikan keterangan oleh Krimsus Polres Lebak. Tadi juga tim dari Krimsus telah melakukan pemeriksaan awal di lokasi," ujar pihak Polsek.
Kegiatan penggalian di wilayah tersebut selama ini menjadi perhatian karena dinilai belum memenuhi standar sesuai ketentuan dan keselamatan kerja, sehingga langkah penanganan oleh kepolisian mendapat dukungan masyarakat setempat.
Pihak keluarga korban telah menyampaikan melalui Surat Pernyataan yang diterima Kepala Desa Ciakar bahwa mereka menerima peristiwa ini sebagai musibah, tidak mengajukan permintaan visum atau otopsi, serta tidak akan melakukan tuntutan hukum terhadap pihak mana pun.
Namun masyarakat setempat menginginkan peristiwa tersebut proses hukum tetap berjalan secara menyeluruh untuk mengklarifikasi aspek perizinan, pengelolaan, dan tanggung jawab keselamatan kerja, agar kejadian serupa tidak terulang.
"Sudah ada korban jiwa. Ini harus menjadi pelajaran dan ditindak sesuai dengan aturan yang berlaku," ungkap salah seorang warga.
Hingga saat ini, tim Krimsus Polres Lebak masih melakukan pendalaman penyelidikan dan pengumpulan data serta keterangan terkait kasus ini.
(HKZ)






