- Di Tengah HUT RI ke-81, Rp240 Triliun Program Kopdes Merah Putih Dinilai Celios : Kado Kemerdekaan yang Berpotensi Menjadi Beban Utang Seluruh Rakyat
- Dugaan Bunuh Diri Ternyata Pembunuhan Berencana, Polresta Tangerang Ungkap Kejahatan Kelam Kekasih Berkeluarga
- Semarak HUT RI ke-81: Kades Cikande Oman Saputra Gelar Turnamen Catur, Dibuka Resmi oleh Camat Cikande
- Komplotan Pencurian Besi di Cikande, Sosok Terkenal Mantan Direktur BUMDes, hingga Gaya Hidup Mewah yang Jadi Sorotan
- Bongkar Komplotan Pencurian Besi Senilai Rp135 Juta, Polsek Cikande Amankan 5 Tersangka Termasuk Penadah
- Ucapkan Selamat Ulang Tahun ke-28 BPPKB Banten DPC Serang, Pemred Info Fakta News, Tetap Jaga Persatuan, Kukuhkan Peran di Tengah Masyarakat
- Hasil Musyawarah Desa Gabus : Warga Dukung PT MPP, Namun Temukan Fakta Baru, Sungai Tetap Hitam Meski Perusahaan Tidak Berproduksi
- PPP Lebak Hadir di Tengah Kemarau, Warga Bintangresmi Terima Bantuan Air Bersih
- Belum Ada Pejabat PPID, Desa Parigi Kecamatan Cikande Dipertanyakan : Pengabaian Hak Informasi Warga Bertentangan UU KIP
- Jalin Kedekatan dengan Warga, Bhabinkamtibmas Desa Koper Luncurkan Program Warung Bhabinkamtibmas
Tambang Batu di Ciakar Menjadi Sorotan Usai Terjadi Insiden Maut.
PEMRED : Iyan Baduy
LEBAK - info fakta news
Terjadi insiden dilokasi galian batu rakyat, Kampung Sukalaksana, Desa Ciakar, Kecamatan Gunungkencana, Kabupaten Lebak, Banten, yang menewaskan seorang pekerja bernama Ubaedi (35) warga Kampung Lebak Masjid RT/RW 001/001 Desa Ciakar akibat tertimbun longsoran material batu, pada Senin (9/2/26) sekura pukul 08.30 WIB.
Saat dikonfirmasi pihak Polsek Gunungkencana membenarkan, dan saat ini lokasi kejadian telah dilakukan tindakan pengamanan awal dengan pemasangan police line.
"Ya betul, Kang, Untuk lokasi sudah dipasang police line, Rencananya besok akan dilakukan pemanggilan terkait pihak yang perlu memberikan keterangan oleh Krimsus Polres Lebak. Tadi juga tim dari Krimsus telah melakukan pemeriksaan awal di lokasi," ujar pihak Polsek.
Kegiatan penggalian di wilayah tersebut selama ini menjadi perhatian karena dinilai belum memenuhi standar sesuai ketentuan dan keselamatan kerja, sehingga langkah penanganan oleh kepolisian mendapat dukungan masyarakat setempat.
Pihak keluarga korban telah menyampaikan melalui Surat Pernyataan yang diterima Kepala Desa Ciakar bahwa mereka menerima peristiwa ini sebagai musibah, tidak mengajukan permintaan visum atau otopsi, serta tidak akan melakukan tuntutan hukum terhadap pihak mana pun.
Namun masyarakat setempat menginginkan peristiwa tersebut proses hukum tetap berjalan secara menyeluruh untuk mengklarifikasi aspek perizinan, pengelolaan, dan tanggung jawab keselamatan kerja, agar kejadian serupa tidak terulang.
"Sudah ada korban jiwa. Ini harus menjadi pelajaran dan ditindak sesuai dengan aturan yang berlaku," ungkap salah seorang warga.
Hingga saat ini, tim Krimsus Polres Lebak masih melakukan pendalaman penyelidikan dan pengumpulan data serta keterangan terkait kasus ini.
(HKZ)






