- Proyek Pembangunan Ruas Jalan Sampai–Gunungkencana Diduga Tidak Sesuai Spesifikasi, GMBI Layangkan Pengaduan ke Kejati Banten
- Isu Pungli Bansos Lebak, Sumber Informasi Tiba‑tiba Berbalik Pernyataan, Publik Makin Bertanya‑tanya
- Bertahun-tahun Rusak Parah, Jalan Pekan Arba Tembilahan Sering Jadi Penyebab Kecelakaan
- Spesialis Pembobol Rumah yang Meresahkan Warga Kibin Akhirnya Berhasil Diringkus Polisi
- DPW Ormas Badak Banten Gelar Raker, Perkuat Solidaritas, Wujudkan Organisasi Mandiri dan Bermanfaat bagi Masyarakat
- Dugaan Penyekapan dan Perampasan Barang, Subkontraktor Pembangunan KDMP Lapor Perlakuan Tidak Wajar Kades Nayagati
- Dugaan Penipuan Kepala Desa Ciginggang Ditangani DPMD, LSM GMBI Desak Tindakan Tegas
- Dakwaan Korupsi Tak Terbukti, Kuasa Hukum Minta Oya Masri Dibebaskan
- LSM GMBI Lebak Jalin Silaturahmi ke Polres Lebak, Tegaskan Komitmen Dukung Pemberantasan Korupsi
- Perbedaan Harga Pupuk Subsidi di Cilograng Jadi Sorotan, Diduga Ada Pelanggaran Aturan
Seorang Pengendara Motor Terjatuh dan Kakinya Remuk Terlindas Truk Pengangkut Tanah di Jl. Raya Cirabit.
PEMRED : Iyan Baduy
SERANG - info fakta news
Akibat Truk tanah yang yang beroperasi di siang hari dimana jam padat aktivitas pengguna jalan yang pulang dari tempat bekerja.
Seorang pengendara sepeda motor berjenis kelamin perempuan mengalami kecelakaan lalulintas.
Menurut warga disekitar tempat kejadian kecelakaan akibat panjangnya rangkai truk tanah yang berjalan
Sehingga menyulitkan pengendara lainnya terutama sepeda motor yang melintasi jalan karena sebagian jalan tertutup truk tanah tersebut.
Pengendara sepeda motor yang merupakan pagawai PT. KAI Stasiun Citeras terjatuh kaki dan motornya terlindas truk tanah.
Akibat kecelakaan tersebut korban mengalami luka remuk pada tulang kakinya dan sepeda motornya rusak.
Kecelakaan terjadi di depan PT ARU, Desa Cemplang Kecamatan Jawilan Kabupaten Serang, pada Kamis (04/9/25) sekitar pukul 17.50 wib.
Menurut saksi mata mengatakan korban merupakan warga Tambak yang baru pulang dari tempat kerjanya di Citeras.
Korban kemudian di bawa ke Puskesmas Jawilan untuk mendapat perawatan.
Ditempat kejadian salah satu warga pada awak media mengatakan, kekecewaannya terhadap aparat serta pemerintah.
Atas pembiaran terhadap truk pengangkut tanah yang beroperasi pada siang dan sore hari, di saat padatnya lalulintas karena waktu jam kerja.
Lanjut warga, kecelakaan lalu lintas akibat truk tanah ini bukan baru kali ini saja.
Tetapi sudah sering terjadi bahkan sampai ada korban jiwa puluhan nyawa.
Bukan itu saja, di musim kemarau ini dengan teriknya panas matahari tanah yang tercecer di jalan tertiup angin yang akibatkan debu berterbangan.
Yang mengganggu pandangan pengguna jalan terutama pengendara sepeda motor.
Ceceran tanah ini pun kalau turun hujan akibatkan jalan licin, sehingga rawan terjadinya kecelakaan lalu lintas.
Warga berharap agar Pemkab Serang segera membuat aturan tentang jam operasional kendaraan berat sumbu dua seperti yang sudah diterapkan di kabupaten Tangerang.
Sehingga pengguna jalan tidak merasa terganggu dengan truk tanah yang berjalan selalu konvoi, dan dapat nyaman berlalulintas.
(Red)






