- Polsek Cikande Respon Cepat Aduan Masyarakat di 110, Pengendara Sepeda Motor Perempuan, Diikuti 3 OTK.
- Pengguna Jalan Keluhkan Pengatur Jalan Di Pertigaan Lampu Merah Pintu Tol Cikande, Diminta Untuk Ditertibkan.
- Satresnarkoba Polres Serang Berhasil Ringkus Dua Pengedar Tembakau Sintetis dari Dua Wilayah Berbeda.
- Ajudan Gubernur Kaltim Asky Rizal Toding Mohon Maaf Secara Terbuka Atas Sikap Arogansi Yang Viral
- Ajudan Gubernur Kaltim Anggota Polri, Diduga Arogan Senggol Pendemo Di Halaman Masjid, Publik Desak Pemeriksaan Tegas.
- MUTASI PEJABAT UTAMA POLD A BANTEN. SERAH TERIMA JABATAN DILAKSANAKAN, INI DAFTAR PERGANTIANNYA
- KAPOLSEK CIKANDE JADI INSPEKTUR UPACARA DI SMPN 1 CIKANDE, KIRIM PESAN INSPIRATIF KEPADA PARA PELAJAR
- TOILET PUBLIK ALUN-ALUN RANGKASBITUNG DIBANGUN HAMPIR Rp1 MILIAR, TAPI TANPA AIR DAN TIDAK BISA DIGUNAKAN
- SATRESNARKOBA POLRES LEBAK AMANKAN PENGEDAR SABU, 18 PAKET BARANG BUKTI DIAMANKAN
- DIDUGA JADI KORBAN PENIPUAN LOKER PT NIPPON SEIKI INDONESIA, 14 ORANG LAPORKAN KE POLRES SERANG
Seorang Pengendara Motor Terjatuh dan Kakinya Remuk Terlindas Truk Pengangkut Tanah di Jl. Raya Cirabit.
PEMRED : Iyan Baduy
SERANG - info fakta news
Akibat Truk tanah yang yang beroperasi di siang hari dimana jam padat aktivitas pengguna jalan yang pulang dari tempat bekerja.
Seorang pengendara sepeda motor berjenis kelamin perempuan mengalami kecelakaan lalulintas.
Menurut warga disekitar tempat kejadian kecelakaan akibat panjangnya rangkai truk tanah yang berjalan
Sehingga menyulitkan pengendara lainnya terutama sepeda motor yang melintasi jalan karena sebagian jalan tertutup truk tanah tersebut.
Pengendara sepeda motor yang merupakan pagawai PT. KAI Stasiun Citeras terjatuh kaki dan motornya terlindas truk tanah.
Akibat kecelakaan tersebut korban mengalami luka remuk pada tulang kakinya dan sepeda motornya rusak.
Kecelakaan terjadi di depan PT ARU, Desa Cemplang Kecamatan Jawilan Kabupaten Serang, pada Kamis (04/9/25) sekitar pukul 17.50 wib.
Menurut saksi mata mengatakan korban merupakan warga Tambak yang baru pulang dari tempat kerjanya di Citeras.
Korban kemudian di bawa ke Puskesmas Jawilan untuk mendapat perawatan.
Ditempat kejadian salah satu warga pada awak media mengatakan, kekecewaannya terhadap aparat serta pemerintah.
Atas pembiaran terhadap truk pengangkut tanah yang beroperasi pada siang dan sore hari, di saat padatnya lalulintas karena waktu jam kerja.
Lanjut warga, kecelakaan lalu lintas akibat truk tanah ini bukan baru kali ini saja.
Tetapi sudah sering terjadi bahkan sampai ada korban jiwa puluhan nyawa.
Bukan itu saja, di musim kemarau ini dengan teriknya panas matahari tanah yang tercecer di jalan tertiup angin yang akibatkan debu berterbangan.
Yang mengganggu pandangan pengguna jalan terutama pengendara sepeda motor.
Ceceran tanah ini pun kalau turun hujan akibatkan jalan licin, sehingga rawan terjadinya kecelakaan lalu lintas.
Warga berharap agar Pemkab Serang segera membuat aturan tentang jam operasional kendaraan berat sumbu dua seperti yang sudah diterapkan di kabupaten Tangerang.
Sehingga pengguna jalan tidak merasa terganggu dengan truk tanah yang berjalan selalu konvoi, dan dapat nyaman berlalulintas.
(Red)






