- Di Tengah HUT RI ke-81, Rp240 Triliun Program Kopdes Merah Putih Dinilai Celios : Kado Kemerdekaan yang Berpotensi Menjadi Beban Utang Seluruh Rakyat
- Dugaan Bunuh Diri Ternyata Pembunuhan Berencana, Polresta Tangerang Ungkap Kejahatan Kelam Kekasih Berkeluarga
- Semarak HUT RI ke-81: Kades Cikande Oman Saputra Gelar Turnamen Catur, Dibuka Resmi oleh Camat Cikande
- Komplotan Pencurian Besi di Cikande, Sosok Terkenal Mantan Direktur BUMDes, hingga Gaya Hidup Mewah yang Jadi Sorotan
- Bongkar Komplotan Pencurian Besi Senilai Rp135 Juta, Polsek Cikande Amankan 5 Tersangka Termasuk Penadah
- Ucapkan Selamat Ulang Tahun ke-28 BPPKB Banten DPC Serang, Pemred Info Fakta News, Tetap Jaga Persatuan, Kukuhkan Peran di Tengah Masyarakat
- Hasil Musyawarah Desa Gabus : Warga Dukung PT MPP, Namun Temukan Fakta Baru, Sungai Tetap Hitam Meski Perusahaan Tidak Berproduksi
- PPP Lebak Hadir di Tengah Kemarau, Warga Bintangresmi Terima Bantuan Air Bersih
- Belum Ada Pejabat PPID, Desa Parigi Kecamatan Cikande Dipertanyakan : Pengabaian Hak Informasi Warga Bertentangan UU KIP
- Jalin Kedekatan dengan Warga, Bhabinkamtibmas Desa Koper Luncurkan Program Warung Bhabinkamtibmas
Seorang Pengendara Motor Terjatuh dan Kakinya Remuk Terlindas Truk Pengangkut Tanah di Jl. Raya Cirabit.
PEMRED : Iyan Baduy
SERANG - info fakta news
Akibat Truk tanah yang yang beroperasi di siang hari dimana jam padat aktivitas pengguna jalan yang pulang dari tempat bekerja.
Seorang pengendara sepeda motor berjenis kelamin perempuan mengalami kecelakaan lalulintas.
Menurut warga disekitar tempat kejadian kecelakaan akibat panjangnya rangkai truk tanah yang berjalan
Sehingga menyulitkan pengendara lainnya terutama sepeda motor yang melintasi jalan karena sebagian jalan tertutup truk tanah tersebut.
Pengendara sepeda motor yang merupakan pagawai PT. KAI Stasiun Citeras terjatuh kaki dan motornya terlindas truk tanah.
Akibat kecelakaan tersebut korban mengalami luka remuk pada tulang kakinya dan sepeda motornya rusak.
Kecelakaan terjadi di depan PT ARU, Desa Cemplang Kecamatan Jawilan Kabupaten Serang, pada Kamis (04/9/25) sekitar pukul 17.50 wib.
Menurut saksi mata mengatakan korban merupakan warga Tambak yang baru pulang dari tempat kerjanya di Citeras.
Korban kemudian di bawa ke Puskesmas Jawilan untuk mendapat perawatan.
Ditempat kejadian salah satu warga pada awak media mengatakan, kekecewaannya terhadap aparat serta pemerintah.
Atas pembiaran terhadap truk pengangkut tanah yang beroperasi pada siang dan sore hari, di saat padatnya lalulintas karena waktu jam kerja.
Lanjut warga, kecelakaan lalu lintas akibat truk tanah ini bukan baru kali ini saja.
Tetapi sudah sering terjadi bahkan sampai ada korban jiwa puluhan nyawa.
Bukan itu saja, di musim kemarau ini dengan teriknya panas matahari tanah yang tercecer di jalan tertiup angin yang akibatkan debu berterbangan.
Yang mengganggu pandangan pengguna jalan terutama pengendara sepeda motor.
Ceceran tanah ini pun kalau turun hujan akibatkan jalan licin, sehingga rawan terjadinya kecelakaan lalu lintas.
Warga berharap agar Pemkab Serang segera membuat aturan tentang jam operasional kendaraan berat sumbu dua seperti yang sudah diterapkan di kabupaten Tangerang.
Sehingga pengguna jalan tidak merasa terganggu dengan truk tanah yang berjalan selalu konvoi, dan dapat nyaman berlalulintas.
(Red)






