- Di Tengah HUT RI ke-81, Rp240 Triliun Program Kopdes Merah Putih Dinilai Celios : Kado Kemerdekaan yang Berpotensi Menjadi Beban Utang Seluruh Rakyat
- Dugaan Bunuh Diri Ternyata Pembunuhan Berencana, Polresta Tangerang Ungkap Kejahatan Kelam Kekasih Berkeluarga
- Semarak HUT RI ke-81: Kades Cikande Oman Saputra Gelar Turnamen Catur, Dibuka Resmi oleh Camat Cikande
- Komplotan Pencurian Besi di Cikande, Sosok Terkenal Mantan Direktur BUMDes, hingga Gaya Hidup Mewah yang Jadi Sorotan
- Bongkar Komplotan Pencurian Besi Senilai Rp135 Juta, Polsek Cikande Amankan 5 Tersangka Termasuk Penadah
- Ucapkan Selamat Ulang Tahun ke-28 BPPKB Banten DPC Serang, Pemred Info Fakta News, Tetap Jaga Persatuan, Kukuhkan Peran di Tengah Masyarakat
- Hasil Musyawarah Desa Gabus : Warga Dukung PT MPP, Namun Temukan Fakta Baru, Sungai Tetap Hitam Meski Perusahaan Tidak Berproduksi
- PPP Lebak Hadir di Tengah Kemarau, Warga Bintangresmi Terima Bantuan Air Bersih
- Belum Ada Pejabat PPID, Desa Parigi Kecamatan Cikande Dipertanyakan : Pengabaian Hak Informasi Warga Bertentangan UU KIP
- Jalin Kedekatan dengan Warga, Bhabinkamtibmas Desa Koper Luncurkan Program Warung Bhabinkamtibmas
Sampah Pasar Cikande Selalu Menumpuk Dan Tak Kunjung Diangkut, Bupati Diminta Turun Tangan.
PEMRED : Iyan Baduy
SERANG - info fakta news
Pemandang menumpuknya sampah di pasar Cikande sudah dianggap hal yang biasa dari waktu ke waktu.
Entah bagaimana sistem yang diterapkan pengelola sampah yang seakan tidak terencana dengan baik.
Sampah yang mengeluarkan aroma bau busuk dan sudah menutupi badan jalan yang merupakan akses keluar masuk pasar, dianggap tidak masalah.
Mirisnya bukan hanya pengelola sampah saja yang seolah lamban dalam mengatasi sampah, tetapi pengelola pasar pun seakan tak peduli dan terkesan masa bodoh.
Hal ini terlihat seperti tidak ada koordinasi dan kerjasama baik yang dibangun antara pengelola pasar dan pengelola sampah pasar.
Sebenarnya kondisi sampah numpuk menggunung ini, dikeluhkan pengunjung pasar yang merasa tidak nyaman akan bau busuk serta jalan yang tertutup sampah.
Menurut salah satu pengunjung yang merupakan warga sekitar dan tidak jauh dari area pasar, pada info fakta news mengatakan.
" Kondisi sampah seperti ini sudah berjalan lama, jadi akan diangkut sekaligus kalau sudah menumpuk, ini kan aneh " ucapnya
Lebih lanjut dikatakan, " sebenarnya kalau rutin diangkut dengan dijadwalkan jangan sampai menumpuk kan ini lebih bagus "
"Apalagi saat ini hujan turun hampir setiap hari, bau busuk sampah sangat mengganggu sekali sampai menyengat kehidung".
Di tambahkan nya " tentu hal ini berdampak pada kesehatan semua orang yang ada diarea pasar ".
Diketahui sampah tersebut dikelola secara pribadi oleh salah satu warga setempat, entah berdasarkan apa, penunjukan atau perintah dari siapa.
Karena sampai saat ini seolah pengelola sampah dalam pelaksanaan pengelolaan seperti tidak ada yang mengawasi atau memberi teguran, walau sampah menumpuk dan sudah harusnya di angkut untuk di buang ke TPA.
Kondisi tumpuk sampah yang di simpan sementara dalam waktu lama tersebut, jelas sudah mengabaikan kesehatan lingkungan, kebersihan dan keindahan.
Sangat disayangkan disaat gencarnya Bupati Kabupaten Serang yang fokus pada penanganan permasalahan sampah.
Dengan mengunjungi beberapa desa dalam program gerebek sampah,yang merupakan kegiatan penuntasan permasalahan sampah di wilayah kabupaten Serang.
Pihak pengelola sampah di pasar Cikande seakan tidak ikut mendukung program kerja tersebut , hal ini dapat dilihat dari kondisi sampah yang selalu menumpuk dan terkesan lamban dalam penanganannya.
Padahal tidak ada alasan sampah tersebut sampai menumpuk dalam waktu yang lama di tempat penampungan sementara ini.
Pasalnya iuran sampah yang diminta dari pedagang tiap hari oleh 4 orang petugas kebersihan sudah bisa dijadikan biaya operasional pengangkutan sampah ke Tempat Pembuangan Akhir.
Belum lagi Anggaran Pemkab Serang, melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) dan sumber pendanaan lainnya seperti Corporate Social Responsibility (CSR) dari pihak swasta.
Sampai berita ini terbit belum ada penjelasan dari pihak pengelola sampah dan pengelola pasar Cikande
(Red)






