- Proyek Pembangunan Ruas Jalan Sampai–Gunungkencana Diduga Tidak Sesuai Spesifikasi, GMBI Layangkan Pengaduan ke Kejati Banten
- Isu Pungli Bansos Lebak, Sumber Informasi Tiba‑tiba Berbalik Pernyataan, Publik Makin Bertanya‑tanya
- Bertahun-tahun Rusak Parah, Jalan Pekan Arba Tembilahan Sering Jadi Penyebab Kecelakaan
- Spesialis Pembobol Rumah yang Meresahkan Warga Kibin Akhirnya Berhasil Diringkus Polisi
- DPW Ormas Badak Banten Gelar Raker, Perkuat Solidaritas, Wujudkan Organisasi Mandiri dan Bermanfaat bagi Masyarakat
- Dugaan Penyekapan dan Perampasan Barang, Subkontraktor Pembangunan KDMP Lapor Perlakuan Tidak Wajar Kades Nayagati
- Dugaan Penipuan Kepala Desa Ciginggang Ditangani DPMD, LSM GMBI Desak Tindakan Tegas
- Dakwaan Korupsi Tak Terbukti, Kuasa Hukum Minta Oya Masri Dibebaskan
- LSM GMBI Lebak Jalin Silaturahmi ke Polres Lebak, Tegaskan Komitmen Dukung Pemberantasan Korupsi
- Perbedaan Harga Pupuk Subsidi di Cilograng Jadi Sorotan, Diduga Ada Pelanggaran Aturan
Sampah Berserakan di Dapur SPPG Leuwidamar, Pengelolaan Program Pemerintah Dipertanyakan
PEMRED : Iyan Baduy
LEBAK - info fakta news
Kondisi memprihatinkan terlihat di dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) yang berlokasi di Desa Leuwi Damar, Kecamatan Leuwidamar, Kabupaten Lebak.
Sampah terlihat berserakan di area dapur, menciptakan kesan jorok, kumuh, dan jauh dari standar kebersihan yang seharusnya diterapkan dalam program pemerintah yang menyangkut konsumsi masyarakat.
Temuan ini menimbulkan kekhawatiran serius terkait higienitas dan keamanan makanan yang diproduksi.
Program MBG yang sejatinya bertujuan meningkatkan gizi masyarakat justru terancam berubah menjadi sumber masalah kesehatan akibat buruknya pengelolaan kebersihan lingkungan dapur.
Ironisnya, dapur SPPG untuk MBG yang dibiayai dari uang negara seharusnya menerapkan standar sanitasi ketat.
Namun fakta di lapangan menunjukkan kelalaian dan pembiaran, seolah kebersihan bukan menjadi prioritas.
Sampah yang tidak dikelola dengan baik berpotensi mengundang lalat, tikus, serta bakteri berbahaya yang dapat mencemari makanan.
Kondisi ini memunculkan dugaan lemahnya pengawasan dari pihak terkait, baik pengelola dapur MBG, pemerintah desa, maupun instansi yang memiliki kewenangan pengawasan
Jika dibiarkan, hal ini patut diduga sebagai bentuk ketidakseriusan dalam menjalankan amanah program nasional.
Masyarakat mendesak Dinas Kesehatan, Dinas Sosial, serta Inspektorat Kabupaten Lebak untuk segera turun tangan melakukan inspeksi mendadak dan audit menyeluruh.
Apabila ditemukan unsur kelalaian atau pelanggaran, sanksi tegas harus diberikan demi menjaga keselamatan dan kesehatan penerima manfaat.
Program MBG bukan proyek asal jalan, melainkan program strategis yang menyangkut hajat hidup masyarakat.
Jangan sampai dapur MBG berubah menjadi dapur kotor yang membahayakan rakyat, sementara para pengelolanya lepas dari tanggung jawab.
Saat Wartawan mencoba Mengonfirmasi salah satu pekerja Inisial (TR) Selaku Aslap, sekaligus bagian Pengelolaan Sampah, Di dapur tersebut, Namun sayang ia hanya menjawab singkat saja, dan tidak menjelaskan secara Detail terkait sampah yang diduga dibiarkan dari hari Jum'at, sampai hari Minggu sore itu.
"tiap jam 5 diangkutnya Aa (pada wartawan-red) makasih udah di ingetin, jam 5 mah bersih kayaknya dikorek ayam itu, acak-acakan gitu," jawabnya. Pada hari Minggu 1 Pebruari 2026 sekitar pukul 15:51 WIB.
(Red)






