- Pengguna Jalan Keluhkan Pengatur Jalan Di Pertigaan Lampu Merah Pintu Tol Cikande, Diminta Untuk Ditertibkan.
- Satresnarkoba Polres Serang Berhasil Ringkus Dua Pengedar Tembakau Sintetis dari Dua Wilayah Berbeda.
- Ajudan Gubernur Kaltim Asky Rizal Toding Mohon Maaf Secara Terbuka Atas Sikap Arogansi Yang Viral
- Ajudan Gubernur Kaltim Anggota Polri, Diduga Arogan Senggol Pendemo Di Halaman Masjid, Publik Desak Pemeriksaan Tegas.
- MUTASI PEJABAT UTAMA POLD A BANTEN. SERAH TERIMA JABATAN DILAKSANAKAN, INI DAFTAR PERGANTIANNYA
- KAPOLSEK CIKANDE JADI INSPEKTUR UPACARA DI SMPN 1 CIKANDE, KIRIM PESAN INSPIRATIF KEPADA PARA PELAJAR
- TOILET PUBLIK ALUN-ALUN RANGKASBITUNG DIBANGUN HAMPIR Rp1 MILIAR, TAPI TANPA AIR DAN TIDAK BISA DIGUNAKAN
- SATRESNARKOBA POLRES LEBAK AMANKAN PENGEDAR SABU, 18 PAKET BARANG BUKTI DIAMANKAN
- DIDUGA JADI KORBAN PENIPUAN LOKER PT NIPPON SEIKI INDONESIA, 14 ORANG LAPORKAN KE POLRES SERANG
- KONDISI PASAR BANJARSARI CIKANDE DIKRITIK. KEBERSIHAN TERABAIKAN, KANTOR TAK DIURUS, HANYA PUNGUTAN BIAYA YANG RUTIN
Proyek Pembangunan Gerai KDMP, Tanah Berserakan Kejalan Berpotensi Terjadi Kecelakaan Lalulintas.
PEMRED : Iyan Baduy
LEBAK - info fakta news
Pembangunan gerai KDMP yang berlokasi di kampung Leuweung podol, Desa Giri Jagabaya, Kecamatan Muncang, Kabupaten Lebak.
Tanah pengerukan dan pemerataan dilokasi proyek yang tercecer di jalan raya di keluhkan pengguna jalan dan warga setempat.
Dimusim penghujan seperti ini tanah lumpur di jalan sangat licin dan berpotensi terjadinya ke kecelakaan lalu lintas
Terutama pengendara sepeda motor yang melintas harus ekstra hati-hati karena kondisi jalan yang cukup licin.
Menurut warga setempat, yang tidak bersedia namanya di publikasikan pada awak media mengatakan,
" Kalau turun hujan, lumpur di jalan sangat licin, sudah beberapa kali kendaraan yang hampir jatuh, hal ini tentu sangat mengganggu pengguna jalan dan terasa tidak nyaman". Ucapnya.
Warga menilai pelaksanaan program KDMP kurang memperhatikan aspek keselamatan pengguna jalan.
Selain tidak adanya pembersihan rutin terhadap tanah yang tercecer, juga belum terlihat langkah pengamanan seperti rambu peringatan atau pengaturan lalu lintas di sekitar lokasi proyek.
Kondisi semakin diperparah dengan intensitas hujan yang tinggi. Aliran air hujan membawa tanah ke jalan utama, membuat permukaan aspal tertutup lumpur dan sulit dilalui.
Warga berharap pihak pelaksana proyek segera mengambil langkah cepat dan tegas agar tidak menimbulkan korban.
Masyarakat meminta instansi terkait dan pelaksana program KDMP untuk segera mengevaluasi pekerjaan di lapangan, mempercepat penyelesaian proyek, serta memastikan kebersihan dan keselamatan jalan umum tetap terjaga.
Mereka menegaskan bahwa pembangunan seharusnya membawa manfaat, bukan justru membahayakan keselamatan pengguna jalan.
(Heru)






