- Polsek Cikande Respon Cepat Aduan Masyarakat di 110, Pengendara Sepeda Motor Perempuan, Diikuti 3 OTK.
- Pengguna Jalan Keluhkan Pengatur Jalan Di Pertigaan Lampu Merah Pintu Tol Cikande, Diminta Untuk Ditertibkan.
- Satresnarkoba Polres Serang Berhasil Ringkus Dua Pengedar Tembakau Sintetis dari Dua Wilayah Berbeda.
- Ajudan Gubernur Kaltim Asky Rizal Toding Mohon Maaf Secara Terbuka Atas Sikap Arogansi Yang Viral
- Ajudan Gubernur Kaltim Anggota Polri, Diduga Arogan Senggol Pendemo Di Halaman Masjid, Publik Desak Pemeriksaan Tegas.
- MUTASI PEJABAT UTAMA POLD A BANTEN. SERAH TERIMA JABATAN DILAKSANAKAN, INI DAFTAR PERGANTIANNYA
- KAPOLSEK CIKANDE JADI INSPEKTUR UPACARA DI SMPN 1 CIKANDE, KIRIM PESAN INSPIRATIF KEPADA PARA PELAJAR
- TOILET PUBLIK ALUN-ALUN RANGKASBITUNG DIBANGUN HAMPIR Rp1 MILIAR, TAPI TANPA AIR DAN TIDAK BISA DIGUNAKAN
- SATRESNARKOBA POLRES LEBAK AMANKAN PENGEDAR SABU, 18 PAKET BARANG BUKTI DIAMANKAN
- DIDUGA JADI KORBAN PENIPUAN LOKER PT NIPPON SEIKI INDONESIA, 14 ORANG LAPORKAN KE POLRES SERANG
Program Ketapang Desa Pagintungan Tahun Anggaran 2022 - 2023, Diduga Terjadi Penyimpangan
PEMRED : Iyan Baduy
SERANG - info fakta news
Program Ketahanan Pangan Desa Pagintungan, Kecamatan Jawilan, Kabupaten Serang tahun anggaran 2022 - 2023, peternakan Kerbau diduga ada penyimpangan.
Hal ini berdasarkan informasi dari warga setempat yang identitasnya tidak bersedia diberitakan.
Pada awak media mengatakan, bahwa pada tahun anggaran 2022, digelontorkan dana untuk program Ketahanan Pangan berupa peternakan kerbau Rp. 300.000.000
Dengan rincian pengadaan Kerbau Rp. 200.000.000,- (dua ratus juta rupiah) dan pembuatan kandang sebesar Rp. 100.000.000,- (seratus juta rupiah).
Hasil pantauan media dilapangan
kandang dibangun permanen dengan dinding tembok, atap baja ringan, ukuran lebar sekitar 4 m² dan panjang sekitar 9 m², terletak di kampung Pabuaran Tipar RT. 001 /001.

Kandang kerbau program ketahanan pangan tahun anggaran 2022, di Desa Pagintungan habiskan biaya 100 juta
Mirisnya kandang yang dibangun dengan menghabiskan anggaran sebesar Rp. 100.000.000,- (seratus juta rupiah) diduga tidak sesuai.
Pasalnya dilihat dari besarnya bangunan kandang dan material yang dipergunakan itu diperkirakan tidak mencapai Rp. 100.000.000,- (seratus juta rupiah).
Parahnya lagi setelah berjalan 4 tahun, jumlah kerbau pun hanya ada 5 ekor saja.
Berdasarkan informasi yang berhasil dihimpun dari warga, pada awal program ada kerbau berjumlah 10 ekor.
Kemudian dalam perjalanannya kalau sudah besar kerbau di jual entah kemana dan diganti dengan kerbau yang masih kecil.
Jumriah salah satu warga yang rumahnya berdekatan dengan kandang saat di tanya apakah pernah menerima daging kalau ada kerbau yang disembelih.
Ia menjawab selama ada kandang ia beserta keluarga besarnya belum pernah mendapatkan daging atau pun hasil dari kandang program Ketapang desa ini.
Dengan polosnya ia pun mengatakan kalau musim hujan, kotoran kerbau hanyut terbawa air ke halaman dan teras rumah ia serta keluarganya.
Yang jelas dengan adanya kandang ia hanya mendapatkan dampak bau kotoran dan yang hanyut bila turun hujan, ucapnya dengan nada agak kesal.
Diketahui bahwa kandang kerbau tersebut posisinya ada diatas bagian depan sebelah kanan ruman jumriah.
Saat dikonfirmasi awak media kades Pagintungan Hj. Sumyanah, melalui pesan WhatsApp tidak menjawab, dan saat di telpon pun, panggilan selalu ditolak.
Sampai berita ini terbit belum ada penjelasan yang di dapat dari kades Pagintungan.
(Red)






