Program Ketapang Desa Cikande Permai Tahun Anggaran 2023 - 2024 Diduga Ada Penyimpangan.

PEMRED : Iyan Baduy

18 Jul 2025, 19:46:21 WIB

Program Ketapang Desa Cikande Permai Tahun Anggaran 2023 - 2024 Diduga Ada Penyimpangan.

Kandang kambing program Ketapang Desa Cikande Permai tahun anggaran 2023

SERANG - info fakta news.

Penyampaian keterangan Sugeng Purwanto Bendahara Desa Cikande Permai saat audiensi dengan Ormas Laskar merah Putih Markas Cabang Kabupaten Serang, terkait program ketahanan pangan, terkesan ada kejanggalan.

Audiensi dilaksanakan pada 14 Juli 2025, bertempat di ruang kepala desa Cikande Permai.

Hal ini diketahui bahwa ketahanan pangan tahun anggaran 2023 ternak kambing diduga ada penggelembungan anggaran, baik dalam pembangunan kandang maupun pengadaan hewan domba.

Dalam audiensi Sugeng menjawab pertanyaan LMP terkait program yang dilaksanakan program Ketapang anggaran 2023 yaitu ternak kambing.

Dikatakan Sugeng dalam program ini di gelontorkan anggarkan sebesar Rp. 70.271.441,- (tujuh puluh juta dua ratus tujuh puluh satu ribu empat ratus empat puluh satu rupiah).

Dengan rincian Rp. 40.000.000,- (empat puluh juta rupiah) biaya pembuatan kandang kambing, dengan panjang 15 m² dan lebar 4 m². Atap asbes, tiang kayu, alas dan dinding bambu.

Dan Rp. 30.271.441,- (tiga puluh juta dua ratus tujuh puluh satu ribu empat ratus empat puluh satu rupiah) pembelian 16 ekor kambing.

Dijelakan Sugeng, kambing tersebut 6 ekor mati, 4 ekor di sembelih dan sisanya saat ini setelah dua tahun berjalan ada 17 ekor.

Ternyata hasil pantauan dilapangan pada Jumat 18 Juli 2025, keterangan Sugeng tidak sama dengan apa yang telah di sampaikan nya pada saat audiensi dan data yang ada.

Kandang panjang hanya 7,5 m², lebar 3 m² jumlah kambing hanya ada 9 ekor termasuk anak kambing.

Parahnya, bangun kandang yang dikatakan Sugeng menelan biaya  Rp. 40.000.000,- (empat puluh juta), ketika di cek dilapangan diduga biaya pembangunan kandang tersebut tidak lebih dari Rp. 10.000.000,- (sepuluh juta  rupiah).

Ironis memang pengakuan Sugeng tersebut, jawabannya berbelit belit dan tidak mendasar, anehnya terkesan tidak bermasalah juga.

Anehnya Bendahara yang mengeluarkan uang anggaran berdasarkan RAB, terkesan seperti tidak tahu pelaksanaan program tersebut, bahkan setiap di tanya menjawab berbelit- belit dan tidak mendasar.

Padahal anggaran tersebut Sugeng yang mengeluarkan setelah RAB di terimanya, jadi mustahil kalau sampai tidak mengetahui pelaksanaan program tersebut.

Untuk program ketahanan pangan budi daya ikan lele dan nila, tahun anggaran 2024 pun di Desa Cikande Permai di duga bermasalah.

Tahun 2024, dianggarkan sebesar Rp. 286.000.000,- (dua ratus delapan puluh enam juta),  Dari anggaran tersebut terealisasi sebesar Rp. 284.550.000,- (dua ratus delapan puluh empat ribu lima ratus lima puluh rupiah), sisa / Silpa sebesar Rp. 1.450.000,- (satu juta empat ratus lima puluh ribu rupiah).

Hal ini berdasarkan pantauan dilapangan diduga jumlah kolam ikan yang dibuat tidak sesuai dengan anggaran yang sudah di keluarkan.

Sangat disayangkan juga Kepala Desa Cikande Permai, Dayari terkesan tidak respon saat di hubungi terkait program ini.

Sampai berita ini terbit belum ada penjelasan yang diberikan kades Cikande Permai.

(Red)