- Pengguna Jalan Keluhkan Pengatur Jalan Di Pertigaan Lampu Merah Pintu Tol Cikande, Diminta Untuk Ditertibkan.
- Satresnarkoba Polres Serang Berhasil Ringkus Dua Pengedar Tembakau Sintetis dari Dua Wilayah Berbeda.
- Ajudan Gubernur Kaltim Asky Rizal Toding Mohon Maaf Secara Terbuka Atas Sikap Arogansi Yang Viral
- Ajudan Gubernur Kaltim Anggota Polri, Diduga Arogan Senggol Pendemo Di Halaman Masjid, Publik Desak Pemeriksaan Tegas.
- MUTASI PEJABAT UTAMA POLD A BANTEN. SERAH TERIMA JABATAN DILAKSANAKAN, INI DAFTAR PERGANTIANNYA
- KAPOLSEK CIKANDE JADI INSPEKTUR UPACARA DI SMPN 1 CIKANDE, KIRIM PESAN INSPIRATIF KEPADA PARA PELAJAR
- TOILET PUBLIK ALUN-ALUN RANGKASBITUNG DIBANGUN HAMPIR Rp1 MILIAR, TAPI TANPA AIR DAN TIDAK BISA DIGUNAKAN
- SATRESNARKOBA POLRES LEBAK AMANKAN PENGEDAR SABU, 18 PAKET BARANG BUKTI DIAMANKAN
- DIDUGA JADI KORBAN PENIPUAN LOKER PT NIPPON SEIKI INDONESIA, 14 ORANG LAPORKAN KE POLRES SERANG
- KONDISI PASAR BANJARSARI CIKANDE DIKRITIK. KEBERSIHAN TERABAIKAN, KANTOR TAK DIURUS, HANYA PUNGUTAN BIAYA YANG RUTIN
Polres Simalungun Didesak Bertindak Tegas, Dugaan Keterlibatan Oknum Kades JG dan Keluarga dalam Lingkaran Judi Bertahun-Tahun Jadi Sorotan Publik
PEMRED : Iyan Baduy
SIMALUNGUN – Info Fakta News
Desakan masyarakat kepada aparat penegak hukum kian menguat seiring dengan berkembangnya dugaan yang menyebut seorang oknum Kepala Desa berinisial JG atau Jepri Gultom beserta sejumlah anggota keluarganya terlibat dalam aktivitas perjudian.
Praktik tersebut diduga telah berlangsung bertahun-tahun, namun hingga saat ini belum tersentuh proses hukum yang jelas, sehingga memicu pertanyaan mengenai keseriusan penegakan aturan di wilayah tersebut.
Perhatian publik semakin meluas setelah beredarnya sebuah foto yang diklaim diambil pada tanggal 11 Juni 2026.
Gambar tersebut memperlihatkan sosok yang diduga adalah JG bersama seorang pria berinisial FG atau Francis Gultom, berada di lokasi yang dipercaya menjadi tempat berlangsungnya permainan judi tembak ikan sekaligus penjualan toto gelap .
Foto tersebut menyebar dengan cepat melalui berbagai platform media sosial dan grup percakapan warga, sehingga memicu beragam reaksi serta kekhawatiran di tengah masyarakat.
Sejumlah warga mengaku merasa kecewa dan prihatin, sekaligus mempertanyakan integritas seorang pejabat publik yang seharusnya menjadi teladan dan panutan dalam menjunjung tinggi norma serta hukum yang berlaku.
“Sebagai pemimpin dan pejabat publik, Kepala Desa memiliki tanggung jawab moral yang besar untuk menjaga kepercayaan yang telah diberikan masyarakat. Oleh sebab itu, diperlukan penjelasan yang terang dan terbuka agar tidak memunculkan spekulasi yang berkepanjangan,” ujar seorang tokoh masyarakat yang meminta identitasnya tidak dipublikasikan.
Selain meminta klarifikasi dari pihak yang disebut dalam informasi tersebut, masyarakat juga mendesak Kapolda Sumatera Utara Irjen Pol Whisnu Hermawan Februanto beserta jajarannya untuk memberikan perhatian serius terhadap kasus ini. Desakan yang sama juga ditujukan kepada Kapolres Simalungun AKBP Marganda Aritonang, S.H., agar segera melakukan
(Red)






