- Proyek Pembangunan Ruas Jalan Sampai–Gunungkencana Diduga Tidak Sesuai Spesifikasi, GMBI Layangkan Pengaduan ke Kejati Banten
- Isu Pungli Bansos Lebak, Sumber Informasi Tiba‑tiba Berbalik Pernyataan, Publik Makin Bertanya‑tanya
- Bertahun-tahun Rusak Parah, Jalan Pekan Arba Tembilahan Sering Jadi Penyebab Kecelakaan
- Spesialis Pembobol Rumah yang Meresahkan Warga Kibin Akhirnya Berhasil Diringkus Polisi
- DPW Ormas Badak Banten Gelar Raker, Perkuat Solidaritas, Wujudkan Organisasi Mandiri dan Bermanfaat bagi Masyarakat
- Dugaan Penyekapan dan Perampasan Barang, Subkontraktor Pembangunan KDMP Lapor Perlakuan Tidak Wajar Kades Nayagati
- Dugaan Penipuan Kepala Desa Ciginggang Ditangani DPMD, LSM GMBI Desak Tindakan Tegas
- Dakwaan Korupsi Tak Terbukti, Kuasa Hukum Minta Oya Masri Dibebaskan
- LSM GMBI Lebak Jalin Silaturahmi ke Polres Lebak, Tegaskan Komitmen Dukung Pemberantasan Korupsi
- Perbedaan Harga Pupuk Subsidi di Cilograng Jadi Sorotan, Diduga Ada Pelanggaran Aturan
Polisi Periksa Pejabat Pemkab Pandeglang Terkait Kecelakaan Maut di Depan Sekolah
PEMRED : Iyan Baduy
PANDEGLANG – info Fakta news
Polres Pandeglang sedang mendalami kasus kecelakaan maut yang terjadi Kamis (30/4) pukul 09.30 WIB di depan SDN Sukaratu 5, Kecamatan Majasari.
Peristiwa ini melibatkan kendaraan Toyota Innova bernomor polisi A 1633 BF yang dikemudikan oleh seorang pejabat Pemerintah Kabupaten Pandeglang.
Akibat kecelakaan yang diduga terjadi karena kendaraan hilang kendali itu, sembilan orang menjadi korban.
Dua di antaranya meninggal dunia, yaitu seorang siswa kelas empat sekolah tersebut dan Dewi, pedagang jajanan warga Desa Ciputri.
Dewi sempat dirawat di RSUD Berkah Pandeglang sebelum akhirnya meninggal pada Jumat (1/5).
Ia meninggalkan dua anak yang masih bersekolah. Tujuh korban lainnya merupakan siswa sekolah yang sama.
Menurut Kasat Lantas Polres Pandeglang, AKP Burhanudin Surya Muhammad, pengemudi kendaraan telah diperiksa setelah selesai menjalani perawatan kesehatan, termasuk pencucian darah.
Penyidik juga telah memeriksa saksi lain, dengan memperhatikan aturan perlindungan bagi korban di bawah umur.
“Penanganan berjalan sesuai aturan dan masih terus berlangsung. Kami akan menyampaikan perkembangannya kepada masyarakat,” tegasnya.
(Red)






