Polda Banten Gelar Sidang Terbuka Kelulusan Akhir Bintara-Tamtama 2026, Tegaskan Prinsip Bersih dan Meritokrasi

PEMRED : Iyan Baduy

04 Jul 2026, 13:13:11 WIB

Polda Banten Gelar Sidang Terbuka Kelulusan Akhir Bintara-Tamtama 2026, Tegaskan Prinsip Bersih dan Meritokrasi

SERANG - Info Fakta News

Polda Banten menggelar Sidang Terbuka Penentuan Kelulusan Akhir Penerimaan Bintara dan Tamtama Polri Tahun Anggaran 2026, yang berlangsung di Aula Gawe Kuta Baluwarti pada Jumat (03/07). 

Kegiatan ini menandai tahap penutup dari serangkaian proses seleksi yang telah dilaksanakan secara ketat, dengan menjunjung tinggi asas keterbukaan, objektivitas, transparansi, serta pertanggungjawaban yang dapat dipertanggungjawabkan kepada publik.

Sidang yang penuh khidmat ini dihadiri langsung oleh seluruh peserta seleksi, turut disaksikan oleh panitia pelaksana, tim pengawas internal dan eksternal, tim audit, serta orang tua atau wali peserta. 

Kehadiran berbagai unsur tersebut menjadi bukti nyata komitmen Polda Banten dalam menerapkan prinsip BETAH — Bersih, Transparan, Akuntabel, dan Humanis, serta menjunjung tinggi sistem meritokrasi. 

Melalui prinsip ini, setiap peserta mendapatkan kesempatan yang setara, di mana kelulusan semata-mata ditentukan oleh tingkat kemampuan, kompetensi, prestasi, dan hasil penilaian yang telah ditempuh, tanpa dipengaruhi oleh intervensi atau kepentingan pihak manapun.

Dalam kesempatan tersebut, Irwasda Polda Banten, Kombes Pol Iwan Sonjaya, menyampaikan amanat Kapolda Banten sekaligus menegaskan arah kebijakan rekrutmen yang bersih dan profesional.

“Pelaksanaan sidang terbuka ini adalah wujud kesungguhan kami untuk menghadirkan proses penerimaan anggota Polri yang jujur dan terpercaya. Seluruh tahapan dinilai secara objektif berlandaskan prinsip meritokrasi, sehingga setiap peserta berhak lulus sesuai dengan kapasitas dan usahanya masing-masing, tanpa celah bagi praktik-praktik yang menyimpang,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa Polda Banten menerapkan kebijakan nol toleransi (zero tolerance) terhadap segala bentuk pelanggaran dalam proses seleksi.

“Sebagai pengawas internal, kami menegaskan tidak ada ruang sedikit pun bagi praktik suap, percaloan, penipuan, maupun pemerasan. Pengawasan dilakukan secara menyeluruh, melibatkan pihak independen dan didukung pemanfaatan teknologi informasi, guna memastikan seluruh proses berjalan bersih dan jujur, serta menjaga kepercayaan masyarakat terhadap institusi Polri,” tegas Kombes Iwan.

Di akhir penyampaiannya, ia mengucapkan selamat kepada peserta yang dinyatakan lulus serta menyampaikan pesan yang penuh makna.

“Kepada yang lulus, selamat mengikuti pendidikan pembentukan. Jadikan kesempatan ini sebagai bekal untuk menjaga integritas, kedisiplinan, dan semangat pengabdian yang tulus bagi bangsa dan negara. Bagi yang belum berhasil, jangan berkecil hati. Pengalaman hari ini adalah langkah berharga untuk memperbaiki diri, mempersiapkan kemampuan dengan lebih matang, dan membuka peluang di masa mendatang,” tutupnya dengan harapan yang membangun.

(Red)