- Proyek Pembangunan Ruas Jalan Sampai–Gunungkencana Diduga Tidak Sesuai Spesifikasi, GMBI Layangkan Pengaduan ke Kejati Banten
- Isu Pungli Bansos Lebak, Sumber Informasi Tiba‑tiba Berbalik Pernyataan, Publik Makin Bertanya‑tanya
- Bertahun-tahun Rusak Parah, Jalan Pekan Arba Tembilahan Sering Jadi Penyebab Kecelakaan
- Spesialis Pembobol Rumah yang Meresahkan Warga Kibin Akhirnya Berhasil Diringkus Polisi
- DPW Ormas Badak Banten Gelar Raker, Perkuat Solidaritas, Wujudkan Organisasi Mandiri dan Bermanfaat bagi Masyarakat
- Dugaan Penyekapan dan Perampasan Barang, Subkontraktor Pembangunan KDMP Lapor Perlakuan Tidak Wajar Kades Nayagati
- Dugaan Penipuan Kepala Desa Ciginggang Ditangani DPMD, LSM GMBI Desak Tindakan Tegas
- Dakwaan Korupsi Tak Terbukti, Kuasa Hukum Minta Oya Masri Dibebaskan
- LSM GMBI Lebak Jalin Silaturahmi ke Polres Lebak, Tegaskan Komitmen Dukung Pemberantasan Korupsi
- Perbedaan Harga Pupuk Subsidi di Cilograng Jadi Sorotan, Diduga Ada Pelanggaran Aturan
PLN ULP Cikande, Diminta Evaluasi Pelayanan Petugas Dilapangan Diduga Berbahasa Tidak Beretika Terhadap Pelanggan.
PEMRED : Iyan Baduy
SERANG - info Fakta news
Warga Desa Cikande, Kecamatan Cikande, Kabupaten Serang yang merupakan Pelanggan PLN menyayangkan pelayanan petugas dilapangan yang diduga penyampaian bahasa yang kurang beretika.
Hal ini disampaikan Iyan saat dirinya ada keterlambatan pembayaran di telpon seseorang yang mengaku petugas PLN dan menegur melalui WhatsApp dengan bahasa kurang beretika dalam penyampaiannya.
Dikatakan Iyan, saat itu dirinya ada keterlambatan pembayaran lewat satu bulan kemudian ada yang mengaku petugas PLN berinisial (SKM) dan menyampaikan kalimat yang dianggap tidak enak di dengar.
Lebih lanjut Iyan katakan, sebelumnya dirinya pun pernah ada juga ada keterlambatan pembayaran, tapi petugas yang memberitahu berinisial (TW) menyampaikan dengan bahasa yang cukup baik dan sopan.
Kata Iyan, seharusnya saat menyampaikan pemberitahuan terkait tagihan listrik hendaknya petugas dilapangan dapat menyampaikan dengan bahasa yang baik dan tidak menyinggung pelanggan.
Berdasarkan informasi yang berhasil di himpun dilapangan, (SKM) merupakan pekerja PT. Aliora Power yang merupakan mitra PLN ULP Cikande.
ditambahkan Iyan, atas sikap petugas seperti ini dirinya meminta PLN ULP Cikande untuk melakukan evaluasi terhadap perusahaan mitranya di lapangan yang tentunya bersentuhan langsung dengan pelanggan.
Dan melakukan tindakan tegas terhadap perusahaan yang sudah mempekerjakan pegawai yang tidak sesuai aturan dan arogan.
Terakhir Iyan sampaikan, apabila hal ini tidak juga mendapat respon, dirinya bersama lembaga sosial kontrol akan berkirim surat permohonan audiensi yang ditunjukan ke pimpinan PLN ULP Cikande.
Sampai berita ini terbit belum ada keterangan yang di sampaikan pihak PLN ULP Cikande.
(Red)






