- Di Tengah HUT RI ke-81, Rp240 Triliun Program Kopdes Merah Putih Dinilai Celios : Kado Kemerdekaan yang Berpotensi Menjadi Beban Utang Seluruh Rakyat
- Dugaan Bunuh Diri Ternyata Pembunuhan Berencana, Polresta Tangerang Ungkap Kejahatan Kelam Kekasih Berkeluarga
- Semarak HUT RI ke-81: Kades Cikande Oman Saputra Gelar Turnamen Catur, Dibuka Resmi oleh Camat Cikande
- Komplotan Pencurian Besi di Cikande, Sosok Terkenal Mantan Direktur BUMDes, hingga Gaya Hidup Mewah yang Jadi Sorotan
- Bongkar Komplotan Pencurian Besi Senilai Rp135 Juta, Polsek Cikande Amankan 5 Tersangka Termasuk Penadah
- Ucapkan Selamat Ulang Tahun ke-28 BPPKB Banten DPC Serang, Pemred Info Fakta News, Tetap Jaga Persatuan, Kukuhkan Peran di Tengah Masyarakat
- Hasil Musyawarah Desa Gabus : Warga Dukung PT MPP, Namun Temukan Fakta Baru, Sungai Tetap Hitam Meski Perusahaan Tidak Berproduksi
- PPP Lebak Hadir di Tengah Kemarau, Warga Bintangresmi Terima Bantuan Air Bersih
- Belum Ada Pejabat PPID, Desa Parigi Kecamatan Cikande Dipertanyakan : Pengabaian Hak Informasi Warga Bertentangan UU KIP
- Jalin Kedekatan dengan Warga, Bhabinkamtibmas Desa Koper Luncurkan Program Warung Bhabinkamtibmas
PJU di Jalan Raya Cikande Rangkasbitung, Sudah Lama Padam Namun Tak Kunjung Diperbaiki.
PEMRED : Iyan Baduy
SERANG - info fakta news
Penerangan jalan umum di sepanjang jalan Raya Cikande - Rangkasbitung tepatnya dari Cikande Asem sampai kampung Pabuaran sudah padam sekitar 4 tahun lebih tetapi tak kunjung ada perbaikan.
Penerangan jalan raya tersebut sejak di pasang diperkirakan terpakai tidak lebih dari tiga bulan saja selanjutnya padam dan tidak ada perbaikan sama sekali sampai saat ini
Berdasarkan pantauan dilapangan lampu penerangan jalan tersebut tidak menyala disebabkan baterai litium panel listrik dari tenaga surya hilang akibat di curi dari tempat penyimpanannya.
Hal ini dapat di lihat dari box atau kotak panel baterai litium yang terpasang di beberapa tiang listrik gembok dan pintu nya rusak yang rata-rata kerusakannya seperti bekas di congkel atau di bongkar paksa.
Sangat disayang sudah lampu penerangan jalan ini sudah tidak berfungsi dalam waktu cukup lama namun tak kunjung ada upaya perbaikan yang dilakukan pemerintah dalam hal ini Dinas perhubungan provinsi Banten.

Menurut Juhri salah satu warga yang berdomisili di Kampung Pabuaran pada info fakta news mengatakan, akibat padamnya lampu penerangan jalan ini sudah beberapa kali terjadi kecelakaan lalulintas di malam hari, hal ini karena jalan yang luas ada empat lajur jadi kendaraan melaju dalam kecepatan tinggi, kemudian ada beberapa jalan yang rusak dan berlubang
Lanjut Juhri, karena minimnya penerangan jalan tak sedikit pengendara sepeda motor terjatuh disebabkan adanya lubang di jalan tersebut, apalagi dulu banyak kendaraan truk besar parkir di bahu jalan tidak menyalakan lampu tanda kendaraan sedang berhenti jadi sering juga pengendara sepeda menabrak bagian belakang mobil yang parkir sembarangan. Ucap Juhri
Juhri berharap agar segera ada perbaikan lampu penerangan jalan oleh dinas terkait, mengingat sudah lama juga lampu penerangan jalan tersebut padam.

Sementara Iyan yang merupakan aktivis menyampaikan, perlu adanya evaluasi terhadap kinerja Dishub Provinsi Banten sekaligus mempertanyakan anggaran perawatan dan pemeliharaan lampu penerangan jalan yang tentu dalam setiap tahunnya di anggarkan Pemerintah.
Kata Iyan, lampu penerangan jalan padam sudah bertahun-tahun anehnya tidak ada upaya untuk diperbaiki, bahkan terkesan dibiarkan dan tidak dianggap hal yang penting untuk keselamatan dan kenyamanan pengguna jalan terutama pada malam hari.
Oleh karena itu kata Iyan, dirinya akan berkoordinasi dengan beberapa aktivis diserang timur untuk melayangkan surat permohonan audiensi dengan Dinas Perhubungan Provinsi Banten guna mempertanyakan kejelasan yang dianggarkan untuk lampu penerangan jalan yang sudah padam menahun tetapi tidak juga ada perbaikan.
(Red) .






