- Proyek Pembangunan Ruas Jalan Sampai–Gunungkencana Diduga Tidak Sesuai Spesifikasi, GMBI Layangkan Pengaduan ke Kejati Banten
- Isu Pungli Bansos Lebak, Sumber Informasi Tiba‑tiba Berbalik Pernyataan, Publik Makin Bertanya‑tanya
- Bertahun-tahun Rusak Parah, Jalan Pekan Arba Tembilahan Sering Jadi Penyebab Kecelakaan
- Spesialis Pembobol Rumah yang Meresahkan Warga Kibin Akhirnya Berhasil Diringkus Polisi
- DPW Ormas Badak Banten Gelar Raker, Perkuat Solidaritas, Wujudkan Organisasi Mandiri dan Bermanfaat bagi Masyarakat
- Dugaan Penyekapan dan Perampasan Barang, Subkontraktor Pembangunan KDMP Lapor Perlakuan Tidak Wajar Kades Nayagati
- Dugaan Penipuan Kepala Desa Ciginggang Ditangani DPMD, LSM GMBI Desak Tindakan Tegas
- Dakwaan Korupsi Tak Terbukti, Kuasa Hukum Minta Oya Masri Dibebaskan
- LSM GMBI Lebak Jalin Silaturahmi ke Polres Lebak, Tegaskan Komitmen Dukung Pemberantasan Korupsi
- Perbedaan Harga Pupuk Subsidi di Cilograng Jadi Sorotan, Diduga Ada Pelanggaran Aturan
PJU di Jalan Raya Cikande Rangkasbitung, Sudah Lama Padam Namun Tak Kunjung Diperbaiki.
PEMRED : Iyan Baduy
SERANG - info fakta news
Penerangan jalan umum di sepanjang jalan Raya Cikande - Rangkasbitung tepatnya dari Cikande Asem sampai kampung Pabuaran sudah padam sekitar 4 tahun lebih tetapi tak kunjung ada perbaikan.
Penerangan jalan raya tersebut sejak di pasang diperkirakan terpakai tidak lebih dari tiga bulan saja selanjutnya padam dan tidak ada perbaikan sama sekali sampai saat ini
Berdasarkan pantauan dilapangan lampu penerangan jalan tersebut tidak menyala disebabkan baterai litium panel listrik dari tenaga surya hilang akibat di curi dari tempat penyimpanannya.
Hal ini dapat di lihat dari box atau kotak panel baterai litium yang terpasang di beberapa tiang listrik gembok dan pintu nya rusak yang rata-rata kerusakannya seperti bekas di congkel atau di bongkar paksa.
Sangat disayang sudah lampu penerangan jalan ini sudah tidak berfungsi dalam waktu cukup lama namun tak kunjung ada upaya perbaikan yang dilakukan pemerintah dalam hal ini Dinas perhubungan provinsi Banten.

Menurut Juhri salah satu warga yang berdomisili di Kampung Pabuaran pada info fakta news mengatakan, akibat padamnya lampu penerangan jalan ini sudah beberapa kali terjadi kecelakaan lalulintas di malam hari, hal ini karena jalan yang luas ada empat lajur jadi kendaraan melaju dalam kecepatan tinggi, kemudian ada beberapa jalan yang rusak dan berlubang
Lanjut Juhri, karena minimnya penerangan jalan tak sedikit pengendara sepeda motor terjatuh disebabkan adanya lubang di jalan tersebut, apalagi dulu banyak kendaraan truk besar parkir di bahu jalan tidak menyalakan lampu tanda kendaraan sedang berhenti jadi sering juga pengendara sepeda menabrak bagian belakang mobil yang parkir sembarangan. Ucap Juhri
Juhri berharap agar segera ada perbaikan lampu penerangan jalan oleh dinas terkait, mengingat sudah lama juga lampu penerangan jalan tersebut padam.

Sementara Iyan yang merupakan aktivis menyampaikan, perlu adanya evaluasi terhadap kinerja Dishub Provinsi Banten sekaligus mempertanyakan anggaran perawatan dan pemeliharaan lampu penerangan jalan yang tentu dalam setiap tahunnya di anggarkan Pemerintah.
Kata Iyan, lampu penerangan jalan padam sudah bertahun-tahun anehnya tidak ada upaya untuk diperbaiki, bahkan terkesan dibiarkan dan tidak dianggap hal yang penting untuk keselamatan dan kenyamanan pengguna jalan terutama pada malam hari.
Oleh karena itu kata Iyan, dirinya akan berkoordinasi dengan beberapa aktivis diserang timur untuk melayangkan surat permohonan audiensi dengan Dinas Perhubungan Provinsi Banten guna mempertanyakan kejelasan yang dianggarkan untuk lampu penerangan jalan yang sudah padam menahun tetapi tidak juga ada perbaikan.
(Red) .






