- Di Tengah HUT RI ke-81, Rp240 Triliun Program Kopdes Merah Putih Dinilai Celios : Kado Kemerdekaan yang Berpotensi Menjadi Beban Utang Seluruh Rakyat
- Dugaan Bunuh Diri Ternyata Pembunuhan Berencana, Polresta Tangerang Ungkap Kejahatan Kelam Kekasih Berkeluarga
- Semarak HUT RI ke-81: Kades Cikande Oman Saputra Gelar Turnamen Catur, Dibuka Resmi oleh Camat Cikande
- Komplotan Pencurian Besi di Cikande, Sosok Terkenal Mantan Direktur BUMDes, hingga Gaya Hidup Mewah yang Jadi Sorotan
- Bongkar Komplotan Pencurian Besi Senilai Rp135 Juta, Polsek Cikande Amankan 5 Tersangka Termasuk Penadah
- Ucapkan Selamat Ulang Tahun ke-28 BPPKB Banten DPC Serang, Pemred Info Fakta News, Tetap Jaga Persatuan, Kukuhkan Peran di Tengah Masyarakat
- Hasil Musyawarah Desa Gabus : Warga Dukung PT MPP, Namun Temukan Fakta Baru, Sungai Tetap Hitam Meski Perusahaan Tidak Berproduksi
- PPP Lebak Hadir di Tengah Kemarau, Warga Bintangresmi Terima Bantuan Air Bersih
- Belum Ada Pejabat PPID, Desa Parigi Kecamatan Cikande Dipertanyakan : Pengabaian Hak Informasi Warga Bertentangan UU KIP
- Jalin Kedekatan dengan Warga, Bhabinkamtibmas Desa Koper Luncurkan Program Warung Bhabinkamtibmas
Parah, Puskesmas Cikande Berikan Abate 1 GR Expired ke Warga di Lingkungan Yang Terjangkit DBD
PEMRED : Iyan Baduy
SERANG - info fakta news
Masuknya musim penghujan saat ini sebabkan beberapa warga di RT. 002 RW. 003 Perum Puri Teratai, Desa Situ Teratai, Kecamatan Cikande, Kabupaten Serang, terjangkit DBD.
Berdasarkan informasi salah satu warga setempat pada info fakta news mengatakan, ada 13 orang warga yang sakit dan di rawat di beberapa rumah sakit.
Dan 8 orang di nyatakan terjangkit DBD, sementara 5 orang lainnya hasil pemeriksaan dokter dinyatakan gejala tipus.
Dari 8 orang yang dinyatakan DBD, 5 anak-anak, 1 balita dan 2 orang dewasa, kesemuanya di rawat di 3 rumah sakit.
Adanya beberapa yang terjangkit DBD Ketua RT menyampaikan kan ke bidan desa dan disarankan untuk langsung melaporkan ke Puskesmas Cikande.
Berdasarkan informasi petugas kesehatan dari Puskesmas pun turun kelapangan dengan membawa 2 botol Abate 1 GR ukuran 1 kg.
Abate.1 GR tersebut di bawa Aris yang merupakan perawat Puskesmas Cikande.
Diketahui Abate 1 GR adalah pestisida pembasmi jentik nyamuk yang mengandung bahan aktif Temephos 1% dalam bentuk butiran atau bubuk.
Botol ABATE 1GR, tanda lingkaran masa penggunaan
Produk ini digunakan untuk mengendalikan larva nyamuk penyebab penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD), malaria, dan filariasis, dengan cara menghambat kerja enzim saraf jentik.
Abate bekerja dengan menghancurkan jentik sebelum menjadi dewasa, dan dapat bertahan dalam air hingga 2-3 bulan tergantung kondisi.
Penggunaan Abate di taburkan di bak penampungan untuk mandi bukan untuk dikonsumsi minum atau masak.
Selama penggunaan abate yang mungkin dapat timbul diantaranya, ruam kulit dan gatal-gatal, dapat mengakibatkan kerusakan organ jika terpapar dalam jangka waktu yang lama atau berulang.
Abate juga bisa menyebabkan efek samping yang lebih parah, seperti gangguan sistem pernapasan
Dalam kondisi masih layak digunakan Abate ada efek sampingnya, apalagi sudah Expired atau kadaluarsa tentu sangat berbahaya bagi kesehatan.
Abate Kedaluwarsa berbahaya
Karena sudah kehilangan Efektivitas,
bahan aktif dalam Abate sudah tidak efektif dalam membunuh jentik nyamuk, sehingga tidak akan mencegah penyakit seperti demam berdarah.
Obat yang kedaluwarsa bisa mengandung zat berbahaya atau mengalami perubahan kimia yang tidak terduga, sehingga dapat menimbulkan efek yang sangat fatal jika digunakan.
Saat di konfirmasi PJ P2BB UPT Puskesmas Cikande Aris Maulana pada awak media mengatakan, terkait Abate yang di distribusikan ke warga puri terate diakui ada kelalaian.
"Saya akui tidak teliti dan tidak melakukan pemeriksaan sebelumnya yang mana Abate sudah kadaluarsa, hal ini diketahui nya dari kader yang akan membagikan memberitahu dirinya bahwa Abate tersebut sudah lewat satu tahun masa penggunaannya."
Lanjut Aris, akhirnya dirinya pun meminta pada kader agar Abate tersebut tidak dipergunakan dan diberikan ke warga.
Saat ditanya keluhan warga belum ada tindakan yang dilakukan pihak dinas kesehatan seperti penyemprotan fogging dan tim turun kelapangan.
Aris menjawab, kejadian ini sudah dilaporkan ke dinas Kesehatan Kabupaten Serang dan sedang menunggu tindak lanjut.
Terpisah menurut warga setempat yang tidak bersedia namanya diberitakan pada awak media mengatakan, sangat disayangkan tindakan puskesmas Cikande agak lambat.
(Red)






