- Polsek Cikande Respon Cepat Aduan Masyarakat di 110, Pengendara Sepeda Motor Perempuan, Diikuti 3 OTK.
- Pengguna Jalan Keluhkan Pengatur Jalan Di Pertigaan Lampu Merah Pintu Tol Cikande, Diminta Untuk Ditertibkan.
- Satresnarkoba Polres Serang Berhasil Ringkus Dua Pengedar Tembakau Sintetis dari Dua Wilayah Berbeda.
- Ajudan Gubernur Kaltim Asky Rizal Toding Mohon Maaf Secara Terbuka Atas Sikap Arogansi Yang Viral
- Ajudan Gubernur Kaltim Anggota Polri, Diduga Arogan Senggol Pendemo Di Halaman Masjid, Publik Desak Pemeriksaan Tegas.
- MUTASI PEJABAT UTAMA POLD A BANTEN. SERAH TERIMA JABATAN DILAKSANAKAN, INI DAFTAR PERGANTIANNYA
- KAPOLSEK CIKANDE JADI INSPEKTUR UPACARA DI SMPN 1 CIKANDE, KIRIM PESAN INSPIRATIF KEPADA PARA PELAJAR
- TOILET PUBLIK ALUN-ALUN RANGKASBITUNG DIBANGUN HAMPIR Rp1 MILIAR, TAPI TANPA AIR DAN TIDAK BISA DIGUNAKAN
- SATRESNARKOBA POLRES LEBAK AMANKAN PENGEDAR SABU, 18 PAKET BARANG BUKTI DIAMANKAN
- DIDUGA JADI KORBAN PENIPUAN LOKER PT NIPPON SEIKI INDONESIA, 14 ORANG LAPORKAN KE POLRES SERANG
Parah, Puskesmas Cikande Berikan Abate 1 GR Expired ke Warga di Lingkungan Yang Terjangkit DBD
PEMRED : Iyan Baduy
SERANG - info fakta news
Masuknya musim penghujan saat ini sebabkan beberapa warga di RT. 002 RW. 003 Perum Puri Teratai, Desa Situ Teratai, Kecamatan Cikande, Kabupaten Serang, terjangkit DBD.
Berdasarkan informasi salah satu warga setempat pada info fakta news mengatakan, ada 13 orang warga yang sakit dan di rawat di beberapa rumah sakit.
Dan 8 orang di nyatakan terjangkit DBD, sementara 5 orang lainnya hasil pemeriksaan dokter dinyatakan gejala tipus.
Dari 8 orang yang dinyatakan DBD, 5 anak-anak, 1 balita dan 2 orang dewasa, kesemuanya di rawat di 3 rumah sakit.
Adanya beberapa yang terjangkit DBD Ketua RT menyampaikan kan ke bidan desa dan disarankan untuk langsung melaporkan ke Puskesmas Cikande.
Berdasarkan informasi petugas kesehatan dari Puskesmas pun turun kelapangan dengan membawa 2 botol Abate 1 GR ukuran 1 kg.
Abate.1 GR tersebut di bawa Aris yang merupakan perawat Puskesmas Cikande.
Diketahui Abate 1 GR adalah pestisida pembasmi jentik nyamuk yang mengandung bahan aktif Temephos 1% dalam bentuk butiran atau bubuk.
Botol ABATE 1GR, tanda lingkaran masa penggunaan
Produk ini digunakan untuk mengendalikan larva nyamuk penyebab penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD), malaria, dan filariasis, dengan cara menghambat kerja enzim saraf jentik.
Abate bekerja dengan menghancurkan jentik sebelum menjadi dewasa, dan dapat bertahan dalam air hingga 2-3 bulan tergantung kondisi.
Penggunaan Abate di taburkan di bak penampungan untuk mandi bukan untuk dikonsumsi minum atau masak.
Selama penggunaan abate yang mungkin dapat timbul diantaranya, ruam kulit dan gatal-gatal, dapat mengakibatkan kerusakan organ jika terpapar dalam jangka waktu yang lama atau berulang.
Abate juga bisa menyebabkan efek samping yang lebih parah, seperti gangguan sistem pernapasan
Dalam kondisi masih layak digunakan Abate ada efek sampingnya, apalagi sudah Expired atau kadaluarsa tentu sangat berbahaya bagi kesehatan.
Abate Kedaluwarsa berbahaya
Karena sudah kehilangan Efektivitas,
bahan aktif dalam Abate sudah tidak efektif dalam membunuh jentik nyamuk, sehingga tidak akan mencegah penyakit seperti demam berdarah.
Obat yang kedaluwarsa bisa mengandung zat berbahaya atau mengalami perubahan kimia yang tidak terduga, sehingga dapat menimbulkan efek yang sangat fatal jika digunakan.
Saat di konfirmasi PJ P2BB UPT Puskesmas Cikande Aris Maulana pada awak media mengatakan, terkait Abate yang di distribusikan ke warga puri terate diakui ada kelalaian.
"Saya akui tidak teliti dan tidak melakukan pemeriksaan sebelumnya yang mana Abate sudah kadaluarsa, hal ini diketahui nya dari kader yang akan membagikan memberitahu dirinya bahwa Abate tersebut sudah lewat satu tahun masa penggunaannya."
Lanjut Aris, akhirnya dirinya pun meminta pada kader agar Abate tersebut tidak dipergunakan dan diberikan ke warga.
Saat ditanya keluhan warga belum ada tindakan yang dilakukan pihak dinas kesehatan seperti penyemprotan fogging dan tim turun kelapangan.
Aris menjawab, kejadian ini sudah dilaporkan ke dinas Kesehatan Kabupaten Serang dan sedang menunggu tindak lanjut.
Terpisah menurut warga setempat yang tidak bersedia namanya diberitakan pada awak media mengatakan, sangat disayangkan tindakan puskesmas Cikande agak lambat.
(Red)






