- Proyek Pembangunan Ruas Jalan Sampai–Gunungkencana Diduga Tidak Sesuai Spesifikasi, GMBI Layangkan Pengaduan ke Kejati Banten
- Isu Pungli Bansos Lebak, Sumber Informasi Tiba‑tiba Berbalik Pernyataan, Publik Makin Bertanya‑tanya
- Bertahun-tahun Rusak Parah, Jalan Pekan Arba Tembilahan Sering Jadi Penyebab Kecelakaan
- Spesialis Pembobol Rumah yang Meresahkan Warga Kibin Akhirnya Berhasil Diringkus Polisi
- DPW Ormas Badak Banten Gelar Raker, Perkuat Solidaritas, Wujudkan Organisasi Mandiri dan Bermanfaat bagi Masyarakat
- Dugaan Penyekapan dan Perampasan Barang, Subkontraktor Pembangunan KDMP Lapor Perlakuan Tidak Wajar Kades Nayagati
- Dugaan Penipuan Kepala Desa Ciginggang Ditangani DPMD, LSM GMBI Desak Tindakan Tegas
- Dakwaan Korupsi Tak Terbukti, Kuasa Hukum Minta Oya Masri Dibebaskan
- LSM GMBI Lebak Jalin Silaturahmi ke Polres Lebak, Tegaskan Komitmen Dukung Pemberantasan Korupsi
- Perbedaan Harga Pupuk Subsidi di Cilograng Jadi Sorotan, Diduga Ada Pelanggaran Aturan
Parah, Pekerjaan Pemasangan Kabel Bawah Tanah PLN di Bahu Jalan Raya Cirabit Diduga Abaikan SOP.
PEMRED : Iyan Baduy
SERANG - info fakta news
Pekerjaan galian pemasangan kabel besar PLN Bawah tanah di pinggir jalan raya Cikande Rangkasbitung diduga tidak jalankan SOP.
Berdasarkan pantauan awak media di lapangan, dalam pekerjaan galian tersebut tidak di pasang skat Bender bertuliskan PLN penutup di setiap tepi lubang galian.
Yang berfungsi untuk menjaga terjadinya kendaraan terperosok dan sekaligus merupakan informasi pada pengguna jalan adanya pekerjaan galian.
Mengingat jalan tersebut merupakan akses jalan yang menghubungkan antara kota dalam provinsi dan dilintasi banyak kendaraan besar.
Sangat disayangkan project besar ini tapi dalam pelaksanaan pekerjaannya asal dan terkesan tidak profesional.
Galian pemasangan kabel besar PLN di bahu jalan, tampak sekitar lubang galian tidak dipasang skat Bender untuk keselamatan pengguna jalan sesuai SOP setiap pekerjaan project
Dalam pekerjaan ini seakan tidak memikirkan keselamatan pengguna jalan apalagi di malam hari, jalan tersebut minim lampu penerangan jalan.
Tentu hal ini berpotensi terjadinya kecelakaan lalu lintas karena pengguna jalan tidak mengetahui adanya lubang galian di pinggir jalan tersebut.
Diketahui lubang galian itu berjejer sepanjang jalan dengan jarak yang cukup dekat hanya hitungan beberapa meter saja dari satu lubang ke lubang lainnya.
Parahnya pekerja dalam project ini pun tidak menggunakan ADP, seperti tidak memakai helm proyek dan rompi yang umumnya di pakai dalam setiap pekerjaan proyek.
Saat ditemui salah satu pekerja di lokasi pekerjaan dan di tanyakan terkait tidak digunakannya kelengkapan ADP tersebut.
Pekerja mengatakan, dari pelaksana dan perusahaan tidak memberikannya, bahkan anehnya pekerja juga seakan menutupi nama perusahaan yang mengerjakan project tersebut.

Dan saat di cek hasil pekerjaan lubang yang sebelumnya di gali sekitar kampung Banjarsari, ditutup asal saja dengan tanah yang bekas di gali.
Tanpa di padatkan dengan alat pemadat, apalagi diperkeras dengan hamparan batu, agar bekas galian jadi padat.
Bukan tidak mungkin apabila ada mobil besar yang berhenti di bahu jalan tersebut dan bannya menginjak bekas galian bisa amblas.
Saat di konfirmasi perwakilan dari pelaksana (KBL) melalui pesan WhatsApp dan telpon seluler dirinya akan menemui awak media.
Dan saat ditemui awak media di lokasi pekerjaan ditanyakan terkait APD juga dugaan adanya mengabaikan keselamatan pengguna jalan
Serta SOP dalam pengerjaan project tersebut (KBL) mengatakan kelengkapan skat Bender masih dipergunakan di project di jalan kawasan Modern Cikande.
Tentu jawaban tersebut tidak masuk di akal, karena SOP pekerjaan sudah jelas ada dan setiap titik pekerjaan project pun sudah di anggarkan untuk hal tersebut.
(Red)






