Parah, Kopsyah Rabani Diduga Tidak Bayarkan Gaji, Tabungan Pegawai dan Deposito Anggota

PEMRED : Iyan Baduy

22 Agu 2025, 20:04:45 WIB

Parah, Kopsyah Rabani Diduga Tidak Bayarkan Gaji, Tabungan Pegawai dan Deposito Anggota

Spanduk yang dipasang ex pagawai Rabani, yang merasa kecewa atas sikap management Rabani diduga abaikan hak mereka yang belum di bayarkan dan dikembalikan

SERANG - info fakta news.

Anggota dan ex pegawai Kopsyah Rabani kembali datangi Kantor Pusat di Mayabon, Kelurahan Banjarsari, Kecamatan Cipocok, Kota Serang, pada Jumat (22/8/25).

Kedatangannya untuk meminta hak-hak yang belum juga diberikan pihak pengurus Kopsyah Rabani.

Kali ini ex pegawai Rabani datang bersama beberapa orang perwakilan anggota yang hendak meminta deposito yang di simpan di Rabani  segera di cairkan mengingat sudah lewat jatuh tempo.

Sedangkan hak yang diminta ex pegawai  berupa gaji, tabungan, simpanan Deposito Anggota yang di simpan di Rabani melalui mereka, sudah jatuh tempo tapi belum juga bisa dicairkan dengan alasan yang tidak jelas.

Dan ada juga ijazah mereka yang pada saat masuk bekerja dulu diminta dan di tahan pihak Rabani sampai saat ini belum juga dikembalikan padahal mereka sudah tidak dipekerjakan lagi. 

ex pegawai Rabani dan perwakilan anggota mendatangi kantor Pusat Rabani, tapi pihak management Rabani Diduga mengindar

Saat di temui Andi selaku korlap aksi ini pada info fakta news mengatakan, kedatangan hari ini sebenarnya kami sudah berkirim surat ke kantor pusat Rabani pada Rabu lalu.

Dan surat tersebut di terima oleh petugas yang jaga di pos Rabani, kami ada bukti potonya juga, kata Andi.

Tapi pihak Pengurus dan Management Rabani seakan tidak mengindahkan permohonan kami semua.

Terbukti saat kami datang sesuai dengan jadwal surat yang sudah kami sampaikan, tidak ada satupun pengurus dan management Rabani yang ada di kantor.

Padahal tadi pagi sampai siang menurut yang jaga Kantor, ada yang masuk kerja  yaitu Oka selaku manager SDM dan Farid yang merupakan staff keuangan.

Ketika ditanya jumlah uang yang harus di bayarkan ke ex pegawai oleh Rabani, Andi menjelaskan dari 24 orang yang hadir saat ini jumlah yang harus dikembalikan sebesar Rp. 535.357. 900,-

Andi tegaskan karena tidak pernah direspon dan terkesan mengabaikan maka dirinya dalam waktu dekat akan membawa masa lebih banyak lagi.

Terdiri dari ex pegawai, perwakilan beberapa anggota dari beberapa kantor Cabang, dan akan meminta pendampingan ormas selaku kontrol sosial serta media.

Saat di konfirmasi dua orang petugas jaga Kantor Rabani Topik dan Ali terkait surat yang di sampaikan ex pegawai Rabani yang meminta ada pertemuan hari ini.

Ali mengatakan, dirinya yang menerima surat tersebut kemudian langsung masuk ke kantor dan menyampaikannya ke Oka selaku manager SDM, jelas Ali 

Sementara saat di konfirmasi melalui sambungan telpon seluler oleh info fakta news hendak menanyakan surat permohonan pertemuan hari ini.

Di hubungi sampai 17 kali panggilan Oka menolaknya dan tidak memberikan keterangan apapun.

Padahal konfirmasi di maksud agar pemberitaan berimbang, tapi justru sikap arogan yang di tunjukan oleh Oka.

Sementara salah satu perwakilan anggota dari Kantor Cabang Teluk Naga Romilah pada info fakta news mengatakan, saya sangat kecewa dengan Rabani.

"Jujur saya sudah lelah dengan sikap management Rabani yang tidak ada kejelasan, bahkan selalu menghindar"

Romilah merupakan warga Desa Babakan Asem, Kecamatan Teluk Naga, Kabupaten Tangerang, ia dan suaminya datang ke kantor pusat karena di kantor cabang tidak ada kejelasan.

Untuk datang ke kantor pusat Rabani Romilah dan Yadin suaminya mengendarai sepeda motor, memakan waktu 3 jam dalam perjalanan.

Romilah hendak meminta di kembalikan uang deposito yang dirinya simpan di Rabani sudah lewat dua bulan jatuh tempo tapi tak kunjung di kembalikan.

"Saya 4 tahun lalu nyimpan uang deposito di Rabani 150 juta, kemudian karena mau renovasi rumah yang 100 juta sudah diambil, tinggal sisa 50 juta lagi" ucap Romilah.

Sementara Farida orang tua ex pegawai Rabani bernama Marlina kedatangan dirinya bersama suami dari Teluk Naga hendak meminta gaji putrinya yang belum dibayar.

"Saya datang ke kantor pusat Rabani mewakili anak yang tidak bisa datang karena sedang bekerja, adapun yang saya minta ke Rabani gajih anak dan tabungan".

Dijelaskan Farida, anaknya Marlina gajihnya belum di bayarkan 2 bulan sebesar 11 juta dan tabungan pribadinya yang belum di kembalikan sebesar 6 juta.

Farida merasa kecewa dengan Rabani yang seakan mau lepas tanggung jawab, terbukti tidak merespon kedatangan mereka.

Bentuk kekecewaan para ex pegawai Rabani ini, mereka membentangkan spanduk di pintu gerbang kantor pusat bertuliskan "Perhatian Koperasi Rabani Belum membayarkan Gaji dan Tabungan Karyawan dan Anggota Umum" ditulis dengan huruf kapital warna merah.

Daftar hadir sekaligus catatan untuk tidak mencabut spanduk sebelum selesai permasalahan antara Rabani dengan ex pagawai, di sanggupi pihak penjaga kantor dan menandatangani mewakili pihak Rabani.

Sepanduk tersebutpun di sampaikan ke yang jaga Kantor Topik dan Ali untuk tidak di cabut sebelum ada penyelesaian, dan ini di buat secara tertulis dengan ditandangi semua yang hadir dan kedua penjaga keamanan.

Tetapi spanduk tersebut tak lama kemudian di buka oleh kedua penjaga kantor setelah semua ex pegawai membubarkan diri.

Saat di tanyakan Andi pada kedua orang penjaga tersebut mereka di telpon OKA dan Yaman untuk menurunkan spanduk tersebut.

Sikap arogan kembali di tunjukan Oka dan Yaman, menemui tidak mau tapi seakan membuat situasi semakin keruh dan memancing emosi kami yang saat ini sedang merasa di abaikan Rabani, pungkas Andi

(Red)