- Pengguna Jalan Keluhkan Pengatur Jalan Di Pertigaan Lampu Merah Pintu Tol Cikande, Diminta Untuk Ditertibkan.
- Satresnarkoba Polres Serang Berhasil Ringkus Dua Pengedar Tembakau Sintetis dari Dua Wilayah Berbeda.
- Ajudan Gubernur Kaltim Asky Rizal Toding Mohon Maaf Secara Terbuka Atas Sikap Arogansi Yang Viral
- Ajudan Gubernur Kaltim Anggota Polri, Diduga Arogan Senggol Pendemo Di Halaman Masjid, Publik Desak Pemeriksaan Tegas.
- MUTASI PEJABAT UTAMA POLD A BANTEN. SERAH TERIMA JABATAN DILAKSANAKAN, INI DAFTAR PERGANTIANNYA
- KAPOLSEK CIKANDE JADI INSPEKTUR UPACARA DI SMPN 1 CIKANDE, KIRIM PESAN INSPIRATIF KEPADA PARA PELAJAR
- TOILET PUBLIK ALUN-ALUN RANGKASBITUNG DIBANGUN HAMPIR Rp1 MILIAR, TAPI TANPA AIR DAN TIDAK BISA DIGUNAKAN
- SATRESNARKOBA POLRES LEBAK AMANKAN PENGEDAR SABU, 18 PAKET BARANG BUKTI DIAMANKAN
- DIDUGA JADI KORBAN PENIPUAN LOKER PT NIPPON SEIKI INDONESIA, 14 ORANG LAPORKAN KE POLRES SERANG
- KONDISI PASAR BANJARSARI CIKANDE DIKRITIK. KEBERSIHAN TERABAIKAN, KANTOR TAK DIURUS, HANYA PUNGUTAN BIAYA YANG RUTIN
Miris, Sopir Ambulans Desa Pagintungan, Honor nya Selama 3 Tahun Bekerja Belum Dibayarkan
PEMRED : Iyan Baduy
SERANG - info fakta news
Sungguh malang nasib Muslik, sopir Ambulans Desa yang sudah bekerja selama 3 tahun, tetapi belum menerima honor sepeserpun.
Padahal dalam melaksanakan tugas ia tak kenal waktu, semua dikerjakan dengan penuh rasa tanggung jawab.
Dalam melakukan pelayanan terhadap warga desa yang sedang sakit, ia melakukan dengan penuh tanggung jawab dan tidak meminta imbalan apapun juga.
Baik dari warga yang sakit, dan ia antarkan ke rumah sakit maupun keluarganya.
Setiap mengantar warga yang sakit di rujuk ke rumah sakit, ada harap dari dirinya, sepulangnya nanti akan menerima honor dari Desa.
“Setiap kali mesin ambulans dinyalakan, saya cuma bisa berharap. Mungkin hari ini honor itu datang. Tapi sampai sekarang belum juga,” ucap Muslik, dengan suara penuh harap.
Muslik bukan tak pernah bertanya. Kepada Kepala Desa, ia sudah berkali-kali menyampaikan. Tapi jawaban yang datang tak pernah pasti. Padahal, sesuai aturan, honor itu seharusnya cair setiap tiga bulan dari Anggaran Dana Desa (ADD).
“Saya jalan terus karena ini soal nyawa orang. Tapi saya juga manusia, Bang. Saya punya anak, saya butuh makan,” ucapnya dengan wajah sedih.
Kisah Muslik bukan sekadar soal gaji yang tak dibayar. Ini adalah potret buram bagaimana petugas lapangan yang bekerja di garis depan bisa begitu mudah diabaikan oleh sistem.
Walau sudah 3 tahun tidak bayar honornya, tetapi Muslik terus mengabdikan diri pada masyarakat desa Pagintungan yang membutuhkan pertolongan itu semata sebagai rasa tanggung jawab dirinya.
Dan rasa ingin membatu semampu mungkin terhadap sesama yang membutuhkan bantuan.
Terpisah saat di konfirmasi Plt. Camat Jawilan melalui pesan whatsApp Usman S.Pd, belum memberikan jawaban.
Sampai berita ini terbit sedang mengupayakan konfirmasi dengan kepala Desa Pagintungan, Kecamatan Jawilan, Kabupaten Serang.
(Red)






