- Di Tengah HUT RI ke-81, Rp240 Triliun Program Kopdes Merah Putih Dinilai Celios : Kado Kemerdekaan yang Berpotensi Menjadi Beban Utang Seluruh Rakyat
- Dugaan Bunuh Diri Ternyata Pembunuhan Berencana, Polresta Tangerang Ungkap Kejahatan Kelam Kekasih Berkeluarga
- Semarak HUT RI ke-81: Kades Cikande Oman Saputra Gelar Turnamen Catur, Dibuka Resmi oleh Camat Cikande
- Komplotan Pencurian Besi di Cikande, Sosok Terkenal Mantan Direktur BUMDes, hingga Gaya Hidup Mewah yang Jadi Sorotan
- Bongkar Komplotan Pencurian Besi Senilai Rp135 Juta, Polsek Cikande Amankan 5 Tersangka Termasuk Penadah
- Ucapkan Selamat Ulang Tahun ke-28 BPPKB Banten DPC Serang, Pemred Info Fakta News, Tetap Jaga Persatuan, Kukuhkan Peran di Tengah Masyarakat
- Hasil Musyawarah Desa Gabus : Warga Dukung PT MPP, Namun Temukan Fakta Baru, Sungai Tetap Hitam Meski Perusahaan Tidak Berproduksi
- PPP Lebak Hadir di Tengah Kemarau, Warga Bintangresmi Terima Bantuan Air Bersih
- Belum Ada Pejabat PPID, Desa Parigi Kecamatan Cikande Dipertanyakan : Pengabaian Hak Informasi Warga Bertentangan UU KIP
- Jalin Kedekatan dengan Warga, Bhabinkamtibmas Desa Koper Luncurkan Program Warung Bhabinkamtibmas
Miris, Sopir Ambulans Desa Pagintungan, Honor nya Selama 3 Tahun Bekerja Belum Dibayarkan
PEMRED : Iyan Baduy
SERANG - info fakta news
Sungguh malang nasib Muslik, sopir Ambulans Desa yang sudah bekerja selama 3 tahun, tetapi belum menerima honor sepeserpun.
Padahal dalam melaksanakan tugas ia tak kenal waktu, semua dikerjakan dengan penuh rasa tanggung jawab.
Dalam melakukan pelayanan terhadap warga desa yang sedang sakit, ia melakukan dengan penuh tanggung jawab dan tidak meminta imbalan apapun juga.
Baik dari warga yang sakit, dan ia antarkan ke rumah sakit maupun keluarganya.
Setiap mengantar warga yang sakit di rujuk ke rumah sakit, ada harap dari dirinya, sepulangnya nanti akan menerima honor dari Desa.
“Setiap kali mesin ambulans dinyalakan, saya cuma bisa berharap. Mungkin hari ini honor itu datang. Tapi sampai sekarang belum juga,” ucap Muslik, dengan suara penuh harap.
Muslik bukan tak pernah bertanya. Kepada Kepala Desa, ia sudah berkali-kali menyampaikan. Tapi jawaban yang datang tak pernah pasti. Padahal, sesuai aturan, honor itu seharusnya cair setiap tiga bulan dari Anggaran Dana Desa (ADD).
“Saya jalan terus karena ini soal nyawa orang. Tapi saya juga manusia, Bang. Saya punya anak, saya butuh makan,” ucapnya dengan wajah sedih.
Kisah Muslik bukan sekadar soal gaji yang tak dibayar. Ini adalah potret buram bagaimana petugas lapangan yang bekerja di garis depan bisa begitu mudah diabaikan oleh sistem.
Walau sudah 3 tahun tidak bayar honornya, tetapi Muslik terus mengabdikan diri pada masyarakat desa Pagintungan yang membutuhkan pertolongan itu semata sebagai rasa tanggung jawab dirinya.
Dan rasa ingin membatu semampu mungkin terhadap sesama yang membutuhkan bantuan.
Terpisah saat di konfirmasi Plt. Camat Jawilan melalui pesan whatsApp Usman S.Pd, belum memberikan jawaban.
Sampai berita ini terbit sedang mengupayakan konfirmasi dengan kepala Desa Pagintungan, Kecamatan Jawilan, Kabupaten Serang.
(Red)






