- Di Tengah HUT RI ke-81, Rp240 Triliun Program Kopdes Merah Putih Dinilai Celios : Kado Kemerdekaan yang Berpotensi Menjadi Beban Utang Seluruh Rakyat
- Dugaan Bunuh Diri Ternyata Pembunuhan Berencana, Polresta Tangerang Ungkap Kejahatan Kelam Kekasih Berkeluarga
- Semarak HUT RI ke-81: Kades Cikande Oman Saputra Gelar Turnamen Catur, Dibuka Resmi oleh Camat Cikande
- Komplotan Pencurian Besi di Cikande, Sosok Terkenal Mantan Direktur BUMDes, hingga Gaya Hidup Mewah yang Jadi Sorotan
- Bongkar Komplotan Pencurian Besi Senilai Rp135 Juta, Polsek Cikande Amankan 5 Tersangka Termasuk Penadah
- Ucapkan Selamat Ulang Tahun ke-28 BPPKB Banten DPC Serang, Pemred Info Fakta News, Tetap Jaga Persatuan, Kukuhkan Peran di Tengah Masyarakat
- Hasil Musyawarah Desa Gabus : Warga Dukung PT MPP, Namun Temukan Fakta Baru, Sungai Tetap Hitam Meski Perusahaan Tidak Berproduksi
- PPP Lebak Hadir di Tengah Kemarau, Warga Bintangresmi Terima Bantuan Air Bersih
- Belum Ada Pejabat PPID, Desa Parigi Kecamatan Cikande Dipertanyakan : Pengabaian Hak Informasi Warga Bertentangan UU KIP
- Jalin Kedekatan dengan Warga, Bhabinkamtibmas Desa Koper Luncurkan Program Warung Bhabinkamtibmas
Menjelang Musim Kemarau, Kapolsek Kopo Imbau Warga Hentikan Tradisi Bakar Sampah dan Lahan : Cegah Api Meluas Selamatkan Lingkungan
PEMRED : Iyan Baduy
SERANG – Info Fakta News
Menyambut datangnya musim kemarau yang ditandai dengan suhu udara yang semakin panas dan kelembapan menurun, Kapolsek Kopo Polres Serang, Iptu Aripin Simbolon, S.H., M.H., menyampaikan imbauan resmi kepada seluruh lapisan masyarakat di wilayah Kecamatan Kopo untuk senantiasa meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bahaya kebakaran.
Pihaknya secara tegas meminta warga menghentikan kebiasaan membakar sampah sembarangan serta pembakaran lahan, rumput kering di persawahan maupun kebun yang kerap menjadi pemicu awal bencana.
Dalam pernyataannya, Iptu Aripin Simbolon mengingatkan bahwa kebiasaan membakar sampah dan sisa tanaman yang dianggap sepele, pada kondisi cuaca yang kering dan berangin dapat dengan cepat membesar menjadi kebakaran hebat.
Hal ini tidak hanya merusak lingkungan, mencemari udara dan mengganggu kesehatan pernapasan, namun juga berpotensi meluas hingga membahayakan aset warga serta keselamatan jiwa.
“Di tengah cuaca yang semakin kering ini, satu percikan api kecil saja bisa berubah menjadi bencana yang sulit dikendalikan. Saya mengajak seluruh warga untuk bersama-sama menahan diri dan meninggalkan kebiasaan membakar sampah maupun lahan, baik di pekarangan, jalan, persawahan maupun kebun,” ujar Kapolsek Kopo dengan nada tegas namun penuh kehangatan.
Lebih lanjut, ia mengajak masyarakat beralih ke cara-cara yang lebih bijak dan ramah lingkungan dalam mengelola sampah maupun sisa tanaman, seperti memilah sampah yang bisa didaur ulang, menjadikan sisa tanaman sebagai kompos, atau meminta bantuan petugas kebersihan dan dinas terkait penanganan yang tepat.
Selain itu, warga diminta menjaga jarak aman antara bangunan dengan tumpukan bahan yang mudah terbakar, serta segera melapor ke pihak berwenang jika melihat asap atau api yang mencurigakan maupun ada oknum yang membakar lahan.
“Kewaspadaan dan kepatuhan kita adalah kunci utama keselamatan. Mari kita jaga lingkungan tempat kita tinggal bersama-sama, karena lingkungan yang aman dan asri adalah hak serta tanggung jawab kita semua. Kebakaran besar seringkali bermula dari kelalaian kecil, mari kita cegah sekarang juga demi masa depan yang lebih aman,” tambahnya.
Pihak Kepolisian Sektor Kopo juga menegaskan akan terus meningkatkan patroli dan pengawasan, serta menindak tegas pihak yang terbukti melakukan pembakaran lahan yang melanggar aturan dan menimbulkan kerugian bagi orang lain.
Seluruh warga diimbau menjadi mata dan telinga di lingkungannya, serta segera menghubungi layanan darurat 110 atau pos keamanan terdekat jika menemukan indikasi kebakaran.
(Red)






