- Pengguna Jalan Keluhkan Pengatur Jalan Di Pertigaan Lampu Merah Pintu Tol Cikande, Diminta Untuk Ditertibkan.
- Satresnarkoba Polres Serang Berhasil Ringkus Dua Pengedar Tembakau Sintetis dari Dua Wilayah Berbeda.
- Ajudan Gubernur Kaltim Asky Rizal Toding Mohon Maaf Secara Terbuka Atas Sikap Arogansi Yang Viral
- Ajudan Gubernur Kaltim Anggota Polri, Diduga Arogan Senggol Pendemo Di Halaman Masjid, Publik Desak Pemeriksaan Tegas.
- MUTASI PEJABAT UTAMA POLD A BANTEN. SERAH TERIMA JABATAN DILAKSANAKAN, INI DAFTAR PERGANTIANNYA
- KAPOLSEK CIKANDE JADI INSPEKTUR UPACARA DI SMPN 1 CIKANDE, KIRIM PESAN INSPIRATIF KEPADA PARA PELAJAR
- TOILET PUBLIK ALUN-ALUN RANGKASBITUNG DIBANGUN HAMPIR Rp1 MILIAR, TAPI TANPA AIR DAN TIDAK BISA DIGUNAKAN
- SATRESNARKOBA POLRES LEBAK AMANKAN PENGEDAR SABU, 18 PAKET BARANG BUKTI DIAMANKAN
- DIDUGA JADI KORBAN PENIPUAN LOKER PT NIPPON SEIKI INDONESIA, 14 ORANG LAPORKAN KE POLRES SERANG
- KONDISI PASAR BANJARSARI CIKANDE DIKRITIK. KEBERSIHAN TERABAIKAN, KANTOR TAK DIURUS, HANYA PUNGUTAN BIAYA YANG RUTIN
LSM Kecam, Renovasi Alun-Alun Kota Rangkasbitung Anggaran Besar Tapi fasilitas Minim.
PEMRED : Iyan Baduy
LEBAK - info fakta news
Renovasi Alun-Alun Kota Rangkasbitung dengan anggaran Rp 4,9 miliar menuai sorotan dari LSM Gerakan Masyarakat Bawah Indonesia (GMBI) Distrik Lebak.
Ketua GMBI Distrik Lebak, King Naga, menilai hasil renovasi tidak sebanding dengan besarnya anggaran, terutama terkait minimnya fasilitas umum.
Menurut King Naga, fasilitas dasar seperti toilet umum tidak terlihat di kawasan alun-alun yang menjadi pusat aktivitas masyarakat. Padahal, tempat ini kerap digunakan warga untuk berkumpul, bersantai, berolahraga pagi, dan kegiatan sosial lainnya.
"Anggarannya besar, tapi fasilitas umum seperti toilet tidak diperhatikan. Masa masyarakat kalau mau ke toilet harus ke masjid Agung, Ini alun-alun, tempat umum, bukan hanya tempat lewat," tegas King Naga pada Senin (11/01/2026).
Selain ketidakadaan toilet, GMBI juga menyoroti penutup solokan atau drainase yang dinilai tidak maksimal dan berpotensi membahayakan pengunjung. Kondisi tersebut dinilai bertolak belakang dengan tujuan penataan ruang publik yang seharusnya mengutamakan kenyamanan dan keselamatan warga.
King Naga mempertanyakan transparansi penggunaan anggaran dan mendesak Pemerintah Kabupaten Lebak untuk melakukan audit menyeluruh guna memastikan tidak ada penyimpangan dalam pelaksanaan proyek.
"Pemkab Lebak harus terbuka dan berani melakukan audit. Uang yang digunakan ini uang rakyat, jadi hasilnya juga harus benar-benar dirasakan oleh rakyat," ujarnya.
Hingga berita ini diterbitkan, pihak Pemkab Lebak maupun instansi terkait belum memberikan keterangan resmi. Masyarakat berharap pemerintah daerah segera memberikan klarifikasi dan melakukan evaluasi agar Alun-Alun Rangkasbitung menjadi ruang publik yang layak dan ramah bagi semua kalangan.
(Red)






