- Di Tengah HUT RI ke-81, Rp240 Triliun Program Kopdes Merah Putih Dinilai Celios : Kado Kemerdekaan yang Berpotensi Menjadi Beban Utang Seluruh Rakyat
- Dugaan Bunuh Diri Ternyata Pembunuhan Berencana, Polresta Tangerang Ungkap Kejahatan Kelam Kekasih Berkeluarga
- Semarak HUT RI ke-81: Kades Cikande Oman Saputra Gelar Turnamen Catur, Dibuka Resmi oleh Camat Cikande
- Komplotan Pencurian Besi di Cikande, Sosok Terkenal Mantan Direktur BUMDes, hingga Gaya Hidup Mewah yang Jadi Sorotan
- Bongkar Komplotan Pencurian Besi Senilai Rp135 Juta, Polsek Cikande Amankan 5 Tersangka Termasuk Penadah
- Ucapkan Selamat Ulang Tahun ke-28 BPPKB Banten DPC Serang, Pemred Info Fakta News, Tetap Jaga Persatuan, Kukuhkan Peran di Tengah Masyarakat
- Hasil Musyawarah Desa Gabus : Warga Dukung PT MPP, Namun Temukan Fakta Baru, Sungai Tetap Hitam Meski Perusahaan Tidak Berproduksi
- PPP Lebak Hadir di Tengah Kemarau, Warga Bintangresmi Terima Bantuan Air Bersih
- Belum Ada Pejabat PPID, Desa Parigi Kecamatan Cikande Dipertanyakan : Pengabaian Hak Informasi Warga Bertentangan UU KIP
- Jalin Kedekatan dengan Warga, Bhabinkamtibmas Desa Koper Luncurkan Program Warung Bhabinkamtibmas
King Naga Selaku Ketua Dewan Pembina PSI DPD Lebak Menyalurkan Amanah Rejeki Kepada Anak Yatim Dalam Bukber Menyambuta HUT LSM GMBI Ke 23
PEMRED : Iyan Baduy
LEBAK - info Fakta news
Menyambut Hari Lahir (Harlah) LSM GMBI ke-24, sebuah momen penuh kehangatan dan kepedulian tergambar nyata dalam kegiatan buka puasa bersama anak yatim yang digelar oleh sosok yang akrab disapa King Naga.
Kegiatan ini bukan sekadar agenda seremonial, melainkan wujud nyata nilai kemanusiaan yang dihidupkan dalam kebersamaan. Pada Rabu, 18 Maret 2026, puluhan anak yatim berkumpul dalam suasana sederhana namun sarat makna. Duduk bersila di atas lantai, mereka menyatu tanpa sekat bersama para relawan dan tokoh masyarakat, menanti waktu berbuka dengan penuh harap dan kebahagiaan
Hidangan berbuka yang tersaji rapi dalam porsi sederhana menjadi simbol keikhlasan dalam berbagi. Di balik kesederhanaan itu, tersimpan kepedulian yang tulus—bahwa kebahagiaan sejati tidak diukur dari kemewahan, melainkan dari kebersamaan dan rasa empati terhadap sesama. Santunan yang diberikan pun menjadi bagian dari amanah rezeki yang dititipkan oleh para dermawan untuk disampaikan kepada mereka yang berhak.
Dalam sambutannya, King Naga menegaskan bahwa kegiatan ini adalah tanggung jawab moral yang harus dijalankan dengan penuh keikhlasan.
“Ini adalah amanah yang harus kami sampaikan. Rezeki yang dititipkan tidak boleh berhenti di tangan kami, tetapi harus sampai kepada anak-anak yatim yang memang berhak menerimanya,” ungkapnya dengan suara penuh ketulusan.
Lebih dari itu, ia memanjatkan doa yang menyentuh hati, seakan menjadi pelukan hangat bagi anak-anak yang hadir:
“Ya Allah, muliakanlah anak-anak yatim ini, lapangkan jalan hidupnya, kuatkan hatinya dalam menghadapi masa depan, dan jadikan mereka pribadi yang kelak mampu membawa kebaikan. Gantikan setiap kesedihan mereka dengan kebahagiaan yang Engkau berkahi.”
Suasana pun semakin haru ketika salah satu anak yatim menyampaikan rasa syukurnya dengan tulus:
“Saya sangat senang bisa ikut buka bersama di sini. Terima kasih atas kebaikannya. Semoga semua yang berbagi hari ini diberi balasan yang lebih baik oleh Allah. Saya ingin nanti bisa membantu orang lain juga,” tuturnya polos.
Ucapan sederhana itu menjadi cermin bahwa kepedulian sekecil apa pun mampu menanamkan harapan besar di hati mereka. Senyum yang terukir dari wajah anak-anak yatim menjadi bukti nyata bahwa kasih sayang masih hidup dan tumbuh di tengah masyarakat.
Acara ditutup dengan doa bersama yang berlangsung khidmat, sebelum akhirnya seluruh peserta berbuka puasa dalam suasana penuh kebersamaan. Momen ini bukan hanya tentang berbagi makanan, tetapi juga tentang menyatukan hati, menguatkan empati, dan meneguhkan nilai-nilai kemanusiaan.
Momentum Harlah ke-24 LSM GMBI ini menjadi pengingat bahwa keberadaan organisasi masyarakat harus hadir dengan aksi nyata, memberikan manfaat, serta menjadi jembatan kebaikan bagi mereka yang membutuhkan.
Di balik kesederhanaan yang terhampar, tersimpan makna mendalam—bahwa setiap rezeki yang dititipkan adalah amanah, dan setiap senyum anak yatim adalah doa yang akan kembali kepada mereka yang tulus berbagi.
(HKZ)






