- Proyek Pembangunan Ruas Jalan Sampai–Gunungkencana Diduga Tidak Sesuai Spesifikasi, GMBI Layangkan Pengaduan ke Kejati Banten
- Isu Pungli Bansos Lebak, Sumber Informasi Tiba‑tiba Berbalik Pernyataan, Publik Makin Bertanya‑tanya
- Bertahun-tahun Rusak Parah, Jalan Pekan Arba Tembilahan Sering Jadi Penyebab Kecelakaan
- Spesialis Pembobol Rumah yang Meresahkan Warga Kibin Akhirnya Berhasil Diringkus Polisi
- DPW Ormas Badak Banten Gelar Raker, Perkuat Solidaritas, Wujudkan Organisasi Mandiri dan Bermanfaat bagi Masyarakat
- Dugaan Penyekapan dan Perampasan Barang, Subkontraktor Pembangunan KDMP Lapor Perlakuan Tidak Wajar Kades Nayagati
- Dugaan Penipuan Kepala Desa Ciginggang Ditangani DPMD, LSM GMBI Desak Tindakan Tegas
- Dakwaan Korupsi Tak Terbukti, Kuasa Hukum Minta Oya Masri Dibebaskan
- LSM GMBI Lebak Jalin Silaturahmi ke Polres Lebak, Tegaskan Komitmen Dukung Pemberantasan Korupsi
- Perbedaan Harga Pupuk Subsidi di Cilograng Jadi Sorotan, Diduga Ada Pelanggaran Aturan
Kepala Desa Cemplang Kecamatan Jawilan Diduga Alergi Wartawan
PEMRED : Iyan Baduy
SERANG - info fakta news
Kepala desa Cemplang, Kecamatan Jawilan, Kabupaten Serang, Banten, Agustani diduga tidak respon terhadap tugas jurnalis yang sedang bertugas dan hendak meminta konfirmasi terkait permasalahan yang ada di desanya.
Peristiwa bermula dari media online info fakta news menghubunginya melalui pesan whatsApp padahal ceklis dua tapi tidak membalasnya dan ketika dihubungi telepon seluler nya pun tidak diangkat, sampai ditelpon beberapa kali.
Parahnya lagi sampai hari kedua di hubungi lagi melalui telepon seluler tetap tidak ada respon dan terkesan mengabaikan. Padahal harusnya pejabat publik sebagai pelayan masyarakat harus tanggap, dapat menjalin komunikasi yang baik dengan siapapun apalagi dengan media.
Konfirmasi yang diminta media kepada kades Cemplang terkait adanya seorang warga bernama Siti Suminah berdomisili di kampung Bendo RT. 022 RW. 005, Desa Cemplang, Kecamatan Jawilan, Kabupaten Serang, Banten.
Yang mana warga tersebut bersama kelima orang anaknya tinggal di sebuah gubuk panggung yang tidak layak huni dengan kondisi bangunan rusak, dan dalam kesehariannya sering tidak makan nasi, yang jadi santapan keseharian keluarga Kiong sawah (Tutut-red)
Mirisnya berdasarkan pengakuan Siti Suminah kepada awak media mengatakan bahwa ia beserta anak-anaknya tidak pernah mendapat bantuan apapun dari pemerintah.
Karena hal tersebut pihak media konfirmasi kepada kepala desa untuk meminta klarifikasi dari kades terkait penjelasan yang disampaikan warganya agar pemberitaan berimbang.
Kades harusnya mengetahui bahwa Pers berperan penting dalam kehidupan bermasyarakat, yang mana fungsi dasar pers adalah menyebarkan informasi yang didapat berdasarkan fakta dan data di lapangan sebenarnya untuk diketahui publik.
Sangat disayangkan sikap kades Agustian tdak mencerminkan seorang pemimpin yang bijak bahkan terkesan tidak menghargai profesi jurnalis yang dalam bertugas dilindungi Undang-Undang.
Sampai berita ini publish pihak desa belum memberikan klarifikasi.
(Red)






