- Polsek Cikande Respon Cepat Aduan Masyarakat di 110, Pengendara Sepeda Motor Perempuan, Diikuti 3 OTK.
- Pengguna Jalan Keluhkan Pengatur Jalan Di Pertigaan Lampu Merah Pintu Tol Cikande, Diminta Untuk Ditertibkan.
- Satresnarkoba Polres Serang Berhasil Ringkus Dua Pengedar Tembakau Sintetis dari Dua Wilayah Berbeda.
- Ajudan Gubernur Kaltim Asky Rizal Toding Mohon Maaf Secara Terbuka Atas Sikap Arogansi Yang Viral
- Ajudan Gubernur Kaltim Anggota Polri, Diduga Arogan Senggol Pendemo Di Halaman Masjid, Publik Desak Pemeriksaan Tegas.
- MUTASI PEJABAT UTAMA POLD A BANTEN. SERAH TERIMA JABATAN DILAKSANAKAN, INI DAFTAR PERGANTIANNYA
- KAPOLSEK CIKANDE JADI INSPEKTUR UPACARA DI SMPN 1 CIKANDE, KIRIM PESAN INSPIRATIF KEPADA PARA PELAJAR
- TOILET PUBLIK ALUN-ALUN RANGKASBITUNG DIBANGUN HAMPIR Rp1 MILIAR, TAPI TANPA AIR DAN TIDAK BISA DIGUNAKAN
- SATRESNARKOBA POLRES LEBAK AMANKAN PENGEDAR SABU, 18 PAKET BARANG BUKTI DIAMANKAN
- DIDUGA JADI KORBAN PENIPUAN LOKER PT NIPPON SEIKI INDONESIA, 14 ORANG LAPORKAN KE POLRES SERANG
Kepala Desa Cemplang Kecamatan Jawilan Diduga Alergi Wartawan
PEMRED : Iyan Baduy
SERANG - info fakta news
Kepala desa Cemplang, Kecamatan Jawilan, Kabupaten Serang, Banten, Agustani diduga tidak respon terhadap tugas jurnalis yang sedang bertugas dan hendak meminta konfirmasi terkait permasalahan yang ada di desanya.
Peristiwa bermula dari media online info fakta news menghubunginya melalui pesan whatsApp padahal ceklis dua tapi tidak membalasnya dan ketika dihubungi telepon seluler nya pun tidak diangkat, sampai ditelpon beberapa kali.
Parahnya lagi sampai hari kedua di hubungi lagi melalui telepon seluler tetap tidak ada respon dan terkesan mengabaikan. Padahal harusnya pejabat publik sebagai pelayan masyarakat harus tanggap, dapat menjalin komunikasi yang baik dengan siapapun apalagi dengan media.
Konfirmasi yang diminta media kepada kades Cemplang terkait adanya seorang warga bernama Siti Suminah berdomisili di kampung Bendo RT. 022 RW. 005, Desa Cemplang, Kecamatan Jawilan, Kabupaten Serang, Banten.
Yang mana warga tersebut bersama kelima orang anaknya tinggal di sebuah gubuk panggung yang tidak layak huni dengan kondisi bangunan rusak, dan dalam kesehariannya sering tidak makan nasi, yang jadi santapan keseharian keluarga Kiong sawah (Tutut-red)
Mirisnya berdasarkan pengakuan Siti Suminah kepada awak media mengatakan bahwa ia beserta anak-anaknya tidak pernah mendapat bantuan apapun dari pemerintah.
Karena hal tersebut pihak media konfirmasi kepada kepala desa untuk meminta klarifikasi dari kades terkait penjelasan yang disampaikan warganya agar pemberitaan berimbang.
Kades harusnya mengetahui bahwa Pers berperan penting dalam kehidupan bermasyarakat, yang mana fungsi dasar pers adalah menyebarkan informasi yang didapat berdasarkan fakta dan data di lapangan sebenarnya untuk diketahui publik.
Sangat disayangkan sikap kades Agustian tdak mencerminkan seorang pemimpin yang bijak bahkan terkesan tidak menghargai profesi jurnalis yang dalam bertugas dilindungi Undang-Undang.
Sampai berita ini publish pihak desa belum memberikan klarifikasi.
(Red)






