- Di Tengah HUT RI ke-81, Rp240 Triliun Program Kopdes Merah Putih Dinilai Celios : Kado Kemerdekaan yang Berpotensi Menjadi Beban Utang Seluruh Rakyat
- Dugaan Bunuh Diri Ternyata Pembunuhan Berencana, Polresta Tangerang Ungkap Kejahatan Kelam Kekasih Berkeluarga
- Semarak HUT RI ke-81: Kades Cikande Oman Saputra Gelar Turnamen Catur, Dibuka Resmi oleh Camat Cikande
- Komplotan Pencurian Besi di Cikande, Sosok Terkenal Mantan Direktur BUMDes, hingga Gaya Hidup Mewah yang Jadi Sorotan
- Bongkar Komplotan Pencurian Besi Senilai Rp135 Juta, Polsek Cikande Amankan 5 Tersangka Termasuk Penadah
- Ucapkan Selamat Ulang Tahun ke-28 BPPKB Banten DPC Serang, Pemred Info Fakta News, Tetap Jaga Persatuan, Kukuhkan Peran di Tengah Masyarakat
- Hasil Musyawarah Desa Gabus : Warga Dukung PT MPP, Namun Temukan Fakta Baru, Sungai Tetap Hitam Meski Perusahaan Tidak Berproduksi
- PPP Lebak Hadir di Tengah Kemarau, Warga Bintangresmi Terima Bantuan Air Bersih
- Belum Ada Pejabat PPID, Desa Parigi Kecamatan Cikande Dipertanyakan : Pengabaian Hak Informasi Warga Bertentangan UU KIP
- Jalin Kedekatan dengan Warga, Bhabinkamtibmas Desa Koper Luncurkan Program Warung Bhabinkamtibmas
Kecewa Jalan Rusak Tak Kunjung Diperbaki, Warga Tanam Pohon Pisang Ditengah Jalan Desa
PEMRED : Iyan Baduy
LEBAK - info fakta news
Warga Kampung Citeureup, Desa Rahong, Kecamatan Malingping, Kabupaten Lebak, Banten, melakukan aksi menanam pohon pisang di ruas jalan penghubung antar desa yang rusak parah, Kamis (25/12/2025.)
Aksi tersebut dilakukan sebagai bentuk kekecewaan warga terhadap pemerintah desa maupun pemerintah daerah yang dinilai hanya memberikan janji tanpa realisasi.
Hingga kini, jalan yang menjadi akses vital warga itu belum juga diperbaiki, meskipun keluhan telah berulang kali disampaikan
Menurut warga, kondisi jalan yang berlubang dan rusak parah sangat membahayakan pengguna jalan serta menghambat aktivitas ekonomi dan mobilitas masyarakat. Namun, tidak ada tindakan nyata dari pihak berwenang.
“Sebelumnya kami sudah berkali-kali mengeluhkan kondisi jalan ini, tapi sampai sekarang belum ada tindakan nyata. Karena rasa kecewa, akhirnya kami memutuskan melakukan aksi tanam pohon pisang di jalan yang berlubang ini sebagai bentuk kekecewaan,” ujar salah satu warga kepada awak media.
Warga mengaku kecewa karena pemerintah desa dan pemerintah daerah hanya memberikan janji tanpa kepastian pembangunan. Mereka berharap aksi tersebut dapat membuka mata pihak terkait agar segera mengambil langkah konkret.
“Kami ingin ada perhatian dan tindakan nyata, bukan sekadar janji belaka. Jalan penghubung antar desa ini sangat penting bagi warga,” tambah warga lainnya.
Aksi tanam pohon pisang ini diharapkan menjadi perhatian serius bagi instansi terkait agar segera merealisasikan perbaikan jalan poros desa demi kenyamanan dan keselamatan masyarakat.
(Red)






