- Proyek Pembangunan Ruas Jalan Sampai–Gunungkencana Diduga Tidak Sesuai Spesifikasi, GMBI Layangkan Pengaduan ke Kejati Banten
- Isu Pungli Bansos Lebak, Sumber Informasi Tiba‑tiba Berbalik Pernyataan, Publik Makin Bertanya‑tanya
- Bertahun-tahun Rusak Parah, Jalan Pekan Arba Tembilahan Sering Jadi Penyebab Kecelakaan
- Spesialis Pembobol Rumah yang Meresahkan Warga Kibin Akhirnya Berhasil Diringkus Polisi
- DPW Ormas Badak Banten Gelar Raker, Perkuat Solidaritas, Wujudkan Organisasi Mandiri dan Bermanfaat bagi Masyarakat
- Dugaan Penyekapan dan Perampasan Barang, Subkontraktor Pembangunan KDMP Lapor Perlakuan Tidak Wajar Kades Nayagati
- Dugaan Penipuan Kepala Desa Ciginggang Ditangani DPMD, LSM GMBI Desak Tindakan Tegas
- Dakwaan Korupsi Tak Terbukti, Kuasa Hukum Minta Oya Masri Dibebaskan
- LSM GMBI Lebak Jalin Silaturahmi ke Polres Lebak, Tegaskan Komitmen Dukung Pemberantasan Korupsi
- Perbedaan Harga Pupuk Subsidi di Cilograng Jadi Sorotan, Diduga Ada Pelanggaran Aturan
Kecewa Jalan Rusak Tak Kunjung Diperbaki, Warga Tanam Pohon Pisang Ditengah Jalan Desa
PEMRED : Iyan Baduy
LEBAK - info fakta news
Warga Kampung Citeureup, Desa Rahong, Kecamatan Malingping, Kabupaten Lebak, Banten, melakukan aksi menanam pohon pisang di ruas jalan penghubung antar desa yang rusak parah, Kamis (25/12/2025.)
Aksi tersebut dilakukan sebagai bentuk kekecewaan warga terhadap pemerintah desa maupun pemerintah daerah yang dinilai hanya memberikan janji tanpa realisasi.
Hingga kini, jalan yang menjadi akses vital warga itu belum juga diperbaiki, meskipun keluhan telah berulang kali disampaikan
Menurut warga, kondisi jalan yang berlubang dan rusak parah sangat membahayakan pengguna jalan serta menghambat aktivitas ekonomi dan mobilitas masyarakat. Namun, tidak ada tindakan nyata dari pihak berwenang.
“Sebelumnya kami sudah berkali-kali mengeluhkan kondisi jalan ini, tapi sampai sekarang belum ada tindakan nyata. Karena rasa kecewa, akhirnya kami memutuskan melakukan aksi tanam pohon pisang di jalan yang berlubang ini sebagai bentuk kekecewaan,” ujar salah satu warga kepada awak media.
Warga mengaku kecewa karena pemerintah desa dan pemerintah daerah hanya memberikan janji tanpa kepastian pembangunan. Mereka berharap aksi tersebut dapat membuka mata pihak terkait agar segera mengambil langkah konkret.
“Kami ingin ada perhatian dan tindakan nyata, bukan sekadar janji belaka. Jalan penghubung antar desa ini sangat penting bagi warga,” tambah warga lainnya.
Aksi tanam pohon pisang ini diharapkan menjadi perhatian serius bagi instansi terkait agar segera merealisasikan perbaikan jalan poros desa demi kenyamanan dan keselamatan masyarakat.
(Red)






