- Pengguna Jalan Keluhkan Pengatur Jalan Di Pertigaan Lampu Merah Pintu Tol Cikande, Diminta Untuk Ditertibkan.
- Satresnarkoba Polres Serang Berhasil Ringkus Dua Pengedar Tembakau Sintetis dari Dua Wilayah Berbeda.
- Ajudan Gubernur Kaltim Asky Rizal Toding Mohon Maaf Secara Terbuka Atas Sikap Arogansi Yang Viral
- Ajudan Gubernur Kaltim Anggota Polri, Diduga Arogan Senggol Pendemo Di Halaman Masjid, Publik Desak Pemeriksaan Tegas.
- MUTASI PEJABAT UTAMA POLD A BANTEN. SERAH TERIMA JABATAN DILAKSANAKAN, INI DAFTAR PERGANTIANNYA
- KAPOLSEK CIKANDE JADI INSPEKTUR UPACARA DI SMPN 1 CIKANDE, KIRIM PESAN INSPIRATIF KEPADA PARA PELAJAR
- TOILET PUBLIK ALUN-ALUN RANGKASBITUNG DIBANGUN HAMPIR Rp1 MILIAR, TAPI TANPA AIR DAN TIDAK BISA DIGUNAKAN
- SATRESNARKOBA POLRES LEBAK AMANKAN PENGEDAR SABU, 18 PAKET BARANG BUKTI DIAMANKAN
- DIDUGA JADI KORBAN PENIPUAN LOKER PT NIPPON SEIKI INDONESIA, 14 ORANG LAPORKAN KE POLRES SERANG
- KONDISI PASAR BANJARSARI CIKANDE DIKRITIK. KEBERSIHAN TERABAIKAN, KANTOR TAK DIURUS, HANYA PUNGUTAN BIAYA YANG RUTIN
Kecewa Jalan Rusak Tak Kunjung Diperbaki, Warga Tanam Pohon Pisang Ditengah Jalan Desa
PEMRED : Iyan Baduy
LEBAK - info fakta news
Warga Kampung Citeureup, Desa Rahong, Kecamatan Malingping, Kabupaten Lebak, Banten, melakukan aksi menanam pohon pisang di ruas jalan penghubung antar desa yang rusak parah, Kamis (25/12/2025.)
Aksi tersebut dilakukan sebagai bentuk kekecewaan warga terhadap pemerintah desa maupun pemerintah daerah yang dinilai hanya memberikan janji tanpa realisasi.
Hingga kini, jalan yang menjadi akses vital warga itu belum juga diperbaiki, meskipun keluhan telah berulang kali disampaikan
Menurut warga, kondisi jalan yang berlubang dan rusak parah sangat membahayakan pengguna jalan serta menghambat aktivitas ekonomi dan mobilitas masyarakat. Namun, tidak ada tindakan nyata dari pihak berwenang.
“Sebelumnya kami sudah berkali-kali mengeluhkan kondisi jalan ini, tapi sampai sekarang belum ada tindakan nyata. Karena rasa kecewa, akhirnya kami memutuskan melakukan aksi tanam pohon pisang di jalan yang berlubang ini sebagai bentuk kekecewaan,” ujar salah satu warga kepada awak media.
Warga mengaku kecewa karena pemerintah desa dan pemerintah daerah hanya memberikan janji tanpa kepastian pembangunan. Mereka berharap aksi tersebut dapat membuka mata pihak terkait agar segera mengambil langkah konkret.
“Kami ingin ada perhatian dan tindakan nyata, bukan sekadar janji belaka. Jalan penghubung antar desa ini sangat penting bagi warga,” tambah warga lainnya.
Aksi tanam pohon pisang ini diharapkan menjadi perhatian serius bagi instansi terkait agar segera merealisasikan perbaikan jalan poros desa demi kenyamanan dan keselamatan masyarakat.
(Red)






