- Proyek Pembangunan Ruas Jalan Sampai–Gunungkencana Diduga Tidak Sesuai Spesifikasi, GMBI Layangkan Pengaduan ke Kejati Banten
- Isu Pungli Bansos Lebak, Sumber Informasi Tiba‑tiba Berbalik Pernyataan, Publik Makin Bertanya‑tanya
- Bertahun-tahun Rusak Parah, Jalan Pekan Arba Tembilahan Sering Jadi Penyebab Kecelakaan
- Spesialis Pembobol Rumah yang Meresahkan Warga Kibin Akhirnya Berhasil Diringkus Polisi
- DPW Ormas Badak Banten Gelar Raker, Perkuat Solidaritas, Wujudkan Organisasi Mandiri dan Bermanfaat bagi Masyarakat
- Dugaan Penyekapan dan Perampasan Barang, Subkontraktor Pembangunan KDMP Lapor Perlakuan Tidak Wajar Kades Nayagati
- Dugaan Penipuan Kepala Desa Ciginggang Ditangani DPMD, LSM GMBI Desak Tindakan Tegas
- Dakwaan Korupsi Tak Terbukti, Kuasa Hukum Minta Oya Masri Dibebaskan
- LSM GMBI Lebak Jalin Silaturahmi ke Polres Lebak, Tegaskan Komitmen Dukung Pemberantasan Korupsi
- Perbedaan Harga Pupuk Subsidi di Cilograng Jadi Sorotan, Diduga Ada Pelanggaran Aturan
Kades Pagintungan Kec. Jawilan Diduga Alergi Wartawan.
PEMRED : Iyan Baduy
SERANG - info fakta news
Sikap tidak terpuji dan terkesan arogan dengan tidak merespon sama sekali wartawan yang sedang menjalankan tugas jurnalistik yang menghubungi untuk konfirmasi.
Tetapi beberapa kali di chat melalui pesan whatsApp tidak di respon padahal ceklis dua, dan di hubungi melalui sambungan telepon seluler pun selalu di tolak.
Bahkan ketika di temui ke kantor Desa pun yang beralamat di kampung Pabuaran Tipar Desa Pagintungan, Hj. Sumyanah, sang Kades tidak ada ditempat.
Sampai tiga hari berturut turut di hubungi pun tetap tidak ada tanggapan sama sekali.
Padahal konfirmasi diperlukan guna mendapat keterangan yang jelas terkait permasalahan yang ada di desa Pagintungan mengingat jabatannya sebagai kepala Desa.
Diketahui kedatangan awak media ke Desa Pagintungan adanya dugaan penyimpangan anggaran dalam program ketahanan pangan tahun anggaran 2022.
Berdasarkan informasi yang di dapat dalam program Ketapang peternakan kerbau tahun 2022 lalu sudah digelontorkan anggaran sebesar Rp. 300.000.000,- (tiga ratus juta rupiah).
Anggaran tersebut Rp. 200.000.000,- (dua ratus juta rupiah), pengadaan Kerbau dan Rp. 100.000.000,- (seratus juta rupiah) pembuatan kandang.
Berdasarkan pantauan langsung awak media dilapangan di duga ada kejanggalan terkait penggunaan anggaran tersebut, diantaranya diduga kandang yang dibangun tidak sesuai dengan dana yang sudah dikeluarkan.
Begitupun dengan jumlah kerbau yang saat ini hanya ada 5 ekor, menurut warga dalam pengelolaan program Ketapang ini pun tidak transparan.
Sampai berita ini terbit, masih mengupayakan adanya klarifikasi dari kades Pagintungan.
(Iyan baduy)






