Kades Bojong Menteng Diduga Alergi dengan Wartawan.

PEMRED : Iyan Baduy

01 Okt 2024, 22:55:32 WIB

Kades Bojong Menteng Diduga Alergi dengan Wartawan.

SERANG - info fakta news, Inang Sobari Kepala Desa Bojong Menteng, Kecamatan Tunjung Teja, Kabupaten Serang - Provinsi Banten, di duga alergi dengan wartawan.

Hal ini terbukti saat di hubungi wartawan media online info fakta news yang hendak konfirmasi terkait dugaan sengketa tanah yang terjadi di Kp. Cilandak Curug RT. 004 RW. 002,  Kades tidak merespon sama sekali.

Padahal sebelum berita publish Kades sudah di hubungi melalui WhatsApp dan di telpon seluler beberapa kali dalam satu hari tetapi tidak juga mau angkat telpon, dan parahnya setelah publish berita pun sampai beberapa hari Kades tetap tidak ada merespon panggilan tak terjawab dari awak media.

Sangat disayang seorang pemimpin di Desa yang seharusnya dapat menjadi pelayan masyarakat dan juga memberikan informasi pada media ketika meminta konfirmasi terkait permasalahan yang sedang terjadi agar pemberitaan berimbang tetapi sang kades bersikap acuh dan tidak merespon sama sekali.

Bukan itu saja, kades menunjukan sikap arogan dan terkesan tidak menghargai profesi jurnalis dalam menjalankan tugas yang tentunya hal ini dalam melaksanakan tugasnya wartawan di lindungi undang-undang.

Konfirmasi yang diminta dari kades terkait terjadinya sengketa tanah antara ahli waris Ramlah yang sudah puluhan tahun menempati tanah seluas 5.514 m² dengan 6 bangun rumah diatasnya, tiba-tiba ada yang mengklaim tanah tersebut seolah miliknya akan tetapi yang bersangkutan tidak dapat menunjukan bukti kepemilikan tanah dimaksud.

Yang kemudian hal ini di musyawarahkan di kantor Desa Bojong Menteng dengan di hadiri kedua belah pihak yang bersengketa dan musyawarah tersebut dipimpin langsung Kepala Desa Inang Sobari.

Dalam musyawarah tersebut belum menghasilkan keputusan apapun, intinya pihak ahli waris Ramlah masih tetap menempati tanah yang memang sedari dulu sudah di isi sejak buyut  mereka.

Mirisnya belum ada hasil putusan apapun terkait kepemilikan tanah tersebut, pihak yang mengklaim tanah tersebut (Pulung-red) melalui putranya sudah melakukan tindakan dengan memasang beberapa patok merah di atas lahan tersebut.

Bukan itu saja pihak Pulung pun melakukan penebangan beberapa pohon yang ada di atas lahan tanah tersebut, sekitar 30 pohon yang dalam aksinya di lakukan Kosim putra dari Pulung dengan membawa tukang gergaji, yang kemudian kayu hasil penebangan pohon tersebut di angkut dari lokasi dengan mobil diduga di jual.

Saat di temui awak media Sayuti yang merupakan anak dari ahli waris Ramlah mengatakan, pohon yang di tebang merupakan tanaman dari orang tuanya juga saudara dari ibunya, dan saat melakukan penebangan pohon itupun pihaknya tidak di beritahu.

Lanjut Sayuti, karena tidak ingin terjadi keributan akhirnya dirinya menemui Kades dan menyampaikan peristiwa yang terjadi, namun di luar dugaan sang kades terkesan tidak respon dan meminta Sayuti untuk menemui mantan Sekdes yang dalam hal ini tidak ada kaitannya.

"Kami selaku warga sangat kecewa dengan sikap Kades dalam menengahi permasalahan ini, tidak bisa memberikan solusi bahkan seperti melakukan pembiaran" terang Sayuti.

(Red)