- Di Tengah HUT RI ke-81, Rp240 Triliun Program Kopdes Merah Putih Dinilai Celios : Kado Kemerdekaan yang Berpotensi Menjadi Beban Utang Seluruh Rakyat
- Dugaan Bunuh Diri Ternyata Pembunuhan Berencana, Polresta Tangerang Ungkap Kejahatan Kelam Kekasih Berkeluarga
- Semarak HUT RI ke-81: Kades Cikande Oman Saputra Gelar Turnamen Catur, Dibuka Resmi oleh Camat Cikande
- Komplotan Pencurian Besi di Cikande, Sosok Terkenal Mantan Direktur BUMDes, hingga Gaya Hidup Mewah yang Jadi Sorotan
- Bongkar Komplotan Pencurian Besi Senilai Rp135 Juta, Polsek Cikande Amankan 5 Tersangka Termasuk Penadah
- Ucapkan Selamat Ulang Tahun ke-28 BPPKB Banten DPC Serang, Pemred Info Fakta News, Tetap Jaga Persatuan, Kukuhkan Peran di Tengah Masyarakat
- Hasil Musyawarah Desa Gabus : Warga Dukung PT MPP, Namun Temukan Fakta Baru, Sungai Tetap Hitam Meski Perusahaan Tidak Berproduksi
- PPP Lebak Hadir di Tengah Kemarau, Warga Bintangresmi Terima Bantuan Air Bersih
- Belum Ada Pejabat PPID, Desa Parigi Kecamatan Cikande Dipertanyakan : Pengabaian Hak Informasi Warga Bertentangan UU KIP
- Jalin Kedekatan dengan Warga, Bhabinkamtibmas Desa Koper Luncurkan Program Warung Bhabinkamtibmas
ICMI Lebak Nilai Syekh Nawawi Sangat Layak Jadi Pahlawan Nasional
PEMRED : Iyan Baduy
LEBAK - info fakta news
Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) Kabupaten Lebak, menilai Syekh Nawawi Al-Jawi Al-Bantani asal Tanara Kabupaten Serang sangat layak menjadi Pahlawan Nasional.
Hal ini dikatakan Ketua ICMI Lebak Ucu Juhroni, meskipun perjuangan Syekh Nawawi al-Jawi al-Bantani itu tidak dalam bentuk revolusi fisik melakukan perlawanan terhadap Kolonialisme, namun ia melalui pendidikan Agama Islam, untuk menumbuhkan semangat Kebangkitan dan jiwa nasionalisme.
“Syekh Nawawi juga mencetak kader patriotik kepada murid-muridnya di Indonesia harus membebaskan belenggu Kolonialisme melalui ajaran Agama Islam,” Kata Ketua ICMI Lebak Ucu Juhroni dalam keterangannya di Lebak, Senin (7/4/2025).
Ucu Juhroni juga menjelaskan, sebab, prinsip-prinsip kolonialisme dan imperialisme itu bertentangan dengan ajaran Islam. Karena itu, Syek Nawawi kepada murid-muridnya yang belajar agama Islam di tanah suci Mekkah.
“Setelah pulang ke Indonesia agar melakukan perjuangan untuk melawan kolonial dan imperialisme,” jelasnya.
Dia juga menambahkan, disamping itu juga, pemikiran Syekh Nawawi mendorong untuk selalu mengikuti perkembangan dan perjuangan di tanah air dari para murid yang berasal dari Indonesia.
“Syekh Nawawi al-Bantani itu memegang peran sentral di tengah Ulama, dan menginspirasi komunitas untuk lebih terlibat dalam studi Islam secara serius, tetapi juga berperan dalam mendidik sejumlah ulama pesantren terkemuka. Dengan demikian, perjuangan Syekh Nawawi al-Bantani itu untuk meraih Kemerdekaan sehingga ajaran-ajaran Islam akan mudah dilaksanakan di Nusantara,” tambahnya.
Syekh Nawawi kelahiran tahun 1815 M atau 1230 Hijriah sangat produktif menulis 115 kitab bidang fiqih, tauhid, tasawuf, tafsir, hadits hingga mendapat gelar Sayyidul Hijaz. Karena telah mencapai posisi intelektual terkemuka di Timur Tengah. Murid Syekh Nawawi al-Bantani di antaranya Syekh Muhammad Mahfudz at-Tarmasi, Syekh Kholil al-Bangkalan dari Madura, dan Syekh Tubagus Muhammad Asnawi al-Bantani, Caringin, Labuan, Pandeglang.
Sangat berharap perjuangan Syekh Nawawi al-Bantani itu sangat layak untuk mendapat penghargaan Pahlawan Nasional, karena mendorong muridnya di Nusantara meraih kemerdekaan untuk kemajuan masyarakat Indonesia.
“Kami berharap Pemerintah segera mengangkat Syekh Nawawi Al-Jawi Al-Bantani sebagai pahlawan nasional,” harapnya.
(Red)
Sumber : Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia.






