- Pengguna Jalan Keluhkan Pengatur Jalan Di Pertigaan Lampu Merah Pintu Tol Cikande, Diminta Untuk Ditertibkan.
- Satresnarkoba Polres Serang Berhasil Ringkus Dua Pengedar Tembakau Sintetis dari Dua Wilayah Berbeda.
- Ajudan Gubernur Kaltim Asky Rizal Toding Mohon Maaf Secara Terbuka Atas Sikap Arogansi Yang Viral
- Ajudan Gubernur Kaltim Anggota Polri, Diduga Arogan Senggol Pendemo Di Halaman Masjid, Publik Desak Pemeriksaan Tegas.
- MUTASI PEJABAT UTAMA POLD A BANTEN. SERAH TERIMA JABATAN DILAKSANAKAN, INI DAFTAR PERGANTIANNYA
- KAPOLSEK CIKANDE JADI INSPEKTUR UPACARA DI SMPN 1 CIKANDE, KIRIM PESAN INSPIRATIF KEPADA PARA PELAJAR
- TOILET PUBLIK ALUN-ALUN RANGKASBITUNG DIBANGUN HAMPIR Rp1 MILIAR, TAPI TANPA AIR DAN TIDAK BISA DIGUNAKAN
- SATRESNARKOBA POLRES LEBAK AMANKAN PENGEDAR SABU, 18 PAKET BARANG BUKTI DIAMANKAN
- DIDUGA JADI KORBAN PENIPUAN LOKER PT NIPPON SEIKI INDONESIA, 14 ORANG LAPORKAN KE POLRES SERANG
- KONDISI PASAR BANJARSARI CIKANDE DIKRITIK. KEBERSIHAN TERABAIKAN, KANTOR TAK DIURUS, HANYA PUNGUTAN BIAYA YANG RUTIN
Drum Isi Cairan Diduga Limbah B3 Dibuang Dekat Pemukiman Warga.
PEMRED : Iyan Baduy
TANGERANG - info fakta news
Warga kampung Lebak Gedong, Desa Cikande, Kecamatan Jayanti, Kabupaten Tangerang, Banten, resah dengan adanya drum yang di buang dilahan kosong di duga berisi cairan limbah B3.
Drum kaleng tersebut di buang dari mobil dengan di dampingi salah seorang warga kampung Cibeureum berinisial (MNR), pada pertengan bulan Ramadhan lalu.
Menurut salah satu warga setempat yang identitasnya tidak bersedia dipublikasikan mengatakan, awalnya warga mengira drum tersebut disimpan sementara saja, tapi nyatanya dibiarkan begitu saja sekarang sudah lebih dari 2 bulan, ucapnya.
Berdasarkan pantauan dilapangan drum kaleng berisikan cairan yang menyerupai air tercampur oli dengan warna coklat kehitaman jumlahnya ada 49 drum.
Sangat disayangkan puluhan drum yang tampak berserakan dalam waktu yang cukup lama di tempat terbuka luput dari pantauan aparat di wilayah setempat.
Saat dikonfirmasi (MNR) di sekitar Lokasi saat di tanya cairan apa yang ada dalam drum serta dari perusahaan mana, tidak memberi jawaban bahkan terkesan mengalihkan pembicaraan dan mengaku adanya yang membantu hal ini salah seorang anggota yang bertugas di Polres Serang, ucapnya.
Berdasarkan Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Nomor 6 Tahun 2021, setiap kegiatan dan/atau usaha yang menghasilkan limbah B3 wajib menyediakan fasilitas penyimpanan untuk menyimpan limbah B3. Fasilitas penyimpanan dapat berupa bangunan, tangki, silo, kolam, atau tempat penumpukan.
Dan apabila sampah B3 dibuang sembarangan. Berdasarkan Pasal 104 UU PPLH, pelakunya bisa diancam pidana penjara paling lama 3 tahun dan denda maksimal Rp 3 miliar rupiah. Tidak hanya itu, perusahaan juga bisa diancam pidana lain dengan ancaman hukuman yang tidak kalah serius, Sanksi pidana untuk pembuangan limbah berbahaya sebenarnya sudah cukup berat.
Dan saksi yang dapat diberikan terhadap pihak pelaku pencemaran lingkungan, sesuai Pasal 374, “Setiap orang yang karena kealpaannya melakukan perbuatan yang mengakibatkan pencemaran atau perusakan lingkungan hidup dipidana dengan pidana penjara paling lama 3 (tiga) tahun atau pidana denda paling banyak kategori III".
Sampai saat berita ini publish sedang diupayakan menghubungi (MNR) yang merupakan suruhan pihak perusahaan untuk membuang limbah tersebut di lokasi sekarang ini.
(Red)






