- Proyek Pembangunan Ruas Jalan Sampai–Gunungkencana Diduga Tidak Sesuai Spesifikasi, GMBI Layangkan Pengaduan ke Kejati Banten
- Isu Pungli Bansos Lebak, Sumber Informasi Tiba‑tiba Berbalik Pernyataan, Publik Makin Bertanya‑tanya
- Bertahun-tahun Rusak Parah, Jalan Pekan Arba Tembilahan Sering Jadi Penyebab Kecelakaan
- Spesialis Pembobol Rumah yang Meresahkan Warga Kibin Akhirnya Berhasil Diringkus Polisi
- DPW Ormas Badak Banten Gelar Raker, Perkuat Solidaritas, Wujudkan Organisasi Mandiri dan Bermanfaat bagi Masyarakat
- Dugaan Penyekapan dan Perampasan Barang, Subkontraktor Pembangunan KDMP Lapor Perlakuan Tidak Wajar Kades Nayagati
- Dugaan Penipuan Kepala Desa Ciginggang Ditangani DPMD, LSM GMBI Desak Tindakan Tegas
- Dakwaan Korupsi Tak Terbukti, Kuasa Hukum Minta Oya Masri Dibebaskan
- LSM GMBI Lebak Jalin Silaturahmi ke Polres Lebak, Tegaskan Komitmen Dukung Pemberantasan Korupsi
- Perbedaan Harga Pupuk Subsidi di Cilograng Jadi Sorotan, Diduga Ada Pelanggaran Aturan
Diduga Gagal Pengawasan Dana Pendidikan, SMPN 2 Tenjo Rusak Meski Anggaran Mengucur
PEMRED : Iyan Baduy
BOGOR - info fakta news
Kondisi Gedung sekolah yang kondisinya memprihatinkan dan terkesan tidak terurus menjadi sorotan publik khususnya masyarakat Kecamatan Tenjo.
Betapa tidak, sekolah yang biaya perawatannya sudah dianggarkan negara dan di gelontorkan secara rutin, tetapi kondisi bangunannya banyak yang rusak.
Tentu hal ini mengundang banyak tanya terkait anggaran pemeliharaan yang ada, diduga tidak dilaksanakan dan bangunan dibiarkan rusak.
Sekolah ini SMPN 2 Tenjo yang beralamat tepatnya di Desa Tapis, Kecamatan Tenjo, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.
Padahal biaya pemeliharaan sarana dan prasarana sekolah di tahun 2025 dianggarkan lebih dari Rp100 juta.
Pantauan di lokasi beberapa ruang kelas tidak memiliki pintu dan plafon nya pun banyak yang sudah jebol.
Tentu kondisi ini dapat mengganggu konsentrasi serta kenyamanan siswa dan guru dalam mengikuti kegiatan belajar mengajar di kelas.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, SMPN 2 Tenjo menerima anggaran pemeliharaan tahun 2025 Tahap I sebesar Rp.44.355.200 dan Tahap II sebesar Rp.57.046.840. Namun, realitas fisik sekolah dinilai tidak sebanding dengan besarnya anggaran yang dikucurkan negara.
Saat di temui kesekolah Kepala Sekolah sedang tidak berada di tempat.
Ketidakhadiran pimpinan sekolah ini semakin memunculkan tanda tanya besar terkait pengawasan dan tanggung jawab pengelolaan anggaran.
Berikutnya.
Sampai berita ini belum ada penjelasan yang disampaikan fihak sekolah.
(Red)






