- Di Tengah HUT RI ke-81, Rp240 Triliun Program Kopdes Merah Putih Dinilai Celios : Kado Kemerdekaan yang Berpotensi Menjadi Beban Utang Seluruh Rakyat
- Dugaan Bunuh Diri Ternyata Pembunuhan Berencana, Polresta Tangerang Ungkap Kejahatan Kelam Kekasih Berkeluarga
- Semarak HUT RI ke-81: Kades Cikande Oman Saputra Gelar Turnamen Catur, Dibuka Resmi oleh Camat Cikande
- Komplotan Pencurian Besi di Cikande, Sosok Terkenal Mantan Direktur BUMDes, hingga Gaya Hidup Mewah yang Jadi Sorotan
- Bongkar Komplotan Pencurian Besi Senilai Rp135 Juta, Polsek Cikande Amankan 5 Tersangka Termasuk Penadah
- Ucapkan Selamat Ulang Tahun ke-28 BPPKB Banten DPC Serang, Pemred Info Fakta News, Tetap Jaga Persatuan, Kukuhkan Peran di Tengah Masyarakat
- Hasil Musyawarah Desa Gabus : Warga Dukung PT MPP, Namun Temukan Fakta Baru, Sungai Tetap Hitam Meski Perusahaan Tidak Berproduksi
- PPP Lebak Hadir di Tengah Kemarau, Warga Bintangresmi Terima Bantuan Air Bersih
- Belum Ada Pejabat PPID, Desa Parigi Kecamatan Cikande Dipertanyakan : Pengabaian Hak Informasi Warga Bertentangan UU KIP
- Jalin Kedekatan dengan Warga, Bhabinkamtibmas Desa Koper Luncurkan Program Warung Bhabinkamtibmas
Diduga Gagal Pengawasan Dana Pendidikan, SMPN 2 Tenjo Rusak Meski Anggaran Mengucur
PEMRED : Iyan Baduy
BOGOR - info fakta news
Kondisi Gedung sekolah yang kondisinya memprihatinkan dan terkesan tidak terurus menjadi sorotan publik khususnya masyarakat Kecamatan Tenjo.
Betapa tidak, sekolah yang biaya perawatannya sudah dianggarkan negara dan di gelontorkan secara rutin, tetapi kondisi bangunannya banyak yang rusak.
Tentu hal ini mengundang banyak tanya terkait anggaran pemeliharaan yang ada, diduga tidak dilaksanakan dan bangunan dibiarkan rusak.
Sekolah ini SMPN 2 Tenjo yang beralamat tepatnya di Desa Tapis, Kecamatan Tenjo, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.
Padahal biaya pemeliharaan sarana dan prasarana sekolah di tahun 2025 dianggarkan lebih dari Rp100 juta.
Pantauan di lokasi beberapa ruang kelas tidak memiliki pintu dan plafon nya pun banyak yang sudah jebol.
Tentu kondisi ini dapat mengganggu konsentrasi serta kenyamanan siswa dan guru dalam mengikuti kegiatan belajar mengajar di kelas.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, SMPN 2 Tenjo menerima anggaran pemeliharaan tahun 2025 Tahap I sebesar Rp.44.355.200 dan Tahap II sebesar Rp.57.046.840. Namun, realitas fisik sekolah dinilai tidak sebanding dengan besarnya anggaran yang dikucurkan negara.
Saat di temui kesekolah Kepala Sekolah sedang tidak berada di tempat.
Ketidakhadiran pimpinan sekolah ini semakin memunculkan tanda tanya besar terkait pengawasan dan tanggung jawab pengelolaan anggaran.
Berikutnya.
Sampai berita ini belum ada penjelasan yang disampaikan fihak sekolah.
(Red)






