- Pengguna Jalan Keluhkan Pengatur Jalan Di Pertigaan Lampu Merah Pintu Tol Cikande, Diminta Untuk Ditertibkan.
- Satresnarkoba Polres Serang Berhasil Ringkus Dua Pengedar Tembakau Sintetis dari Dua Wilayah Berbeda.
- Ajudan Gubernur Kaltim Asky Rizal Toding Mohon Maaf Secara Terbuka Atas Sikap Arogansi Yang Viral
- Ajudan Gubernur Kaltim Anggota Polri, Diduga Arogan Senggol Pendemo Di Halaman Masjid, Publik Desak Pemeriksaan Tegas.
- MUTASI PEJABAT UTAMA POLD A BANTEN. SERAH TERIMA JABATAN DILAKSANAKAN, INI DAFTAR PERGANTIANNYA
- KAPOLSEK CIKANDE JADI INSPEKTUR UPACARA DI SMPN 1 CIKANDE, KIRIM PESAN INSPIRATIF KEPADA PARA PELAJAR
- TOILET PUBLIK ALUN-ALUN RANGKASBITUNG DIBANGUN HAMPIR Rp1 MILIAR, TAPI TANPA AIR DAN TIDAK BISA DIGUNAKAN
- SATRESNARKOBA POLRES LEBAK AMANKAN PENGEDAR SABU, 18 PAKET BARANG BUKTI DIAMANKAN
- DIDUGA JADI KORBAN PENIPUAN LOKER PT NIPPON SEIKI INDONESIA, 14 ORANG LAPORKAN KE POLRES SERANG
- KONDISI PASAR BANJARSARI CIKANDE DIKRITIK. KEBERSIHAN TERABAIKAN, KANTOR TAK DIURUS, HANYA PUNGUTAN BIAYA YANG RUTIN
Diduga Diterlantarkan Pasien Gawat Darurat, RSUD Dairi Disorot, Keluarga Pasien Minta DPRD dan Dinkes Turun Tangan
PEMRED : Iyan Baduy
MEDAN - Info Fakta News
Pelayanan kesehatan di UPT Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kabupaten Dairi kembali menjadi sorotan. Kali ini, keluarga seorang pasien berinisial RG, warga Desa Pegagan Julu III, Kecamatan Sumbul, Kabupaten Dairi, mempertanyakan proses rujukan yang dinilai tidak sesuai dengan kondisi medis pasien hingga mengakibatkan keterlambatan penanganan di Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Adam Malik Medan.
Menurut keterangan keluarga, pasien yang berada dalam kondisi membutuhkan penanganan khusus dan mendesak telah dirujuk dari RSUD Dairi ke RSUP Adam Malik. Namun setibanya di rumah sakit rujukan, keluarga mengaku menghadapi kendala administrasi yang menyebabkan pasien belum dapat langsung memperoleh layanan sesuai kebutuhan medisnya.
Persoalan muncul karena surat rujukan yang diterbitkan RSUD Dairi disebut tidak sesuai dengan kebutuhan penanganan pasien. Keluarga berharap rujukan ditujukan untuk pelayanan intensif di ruang ICU, namun permintaan perubahan administrasi tersebut dikabarkan tidak dapat dilakukan karena dianggap tidak sesuai dengan prosedur dan data rujukan yang telah diterbitkan sebelumnya.
Akibat kondisi tersebut, keluarga pasien mengaku kecewa dan menilai pihak RSUD Dairi kurang responsif terhadap kebutuhan pasien yang berada dalam kondisi gawat darurat.
"Pasien sudah membutuhkan penanganan khusus, tetapi administrasi rujukan justru menjadi hambatan. Yang kami harapkan adalah kemudahan pelayanan, bukan sebaliknya," ungkap salah seorang anggota keluarga.
Keluarga menilai rumah sakit daerah seharusnya memastikan seluruh dokumen rujukan telah sesuai dengan kondisi medis pasien sebelum diberangkatkan ke rumah sakit tujuan. Terlebih, dalam situasi yang menyangkut keselamatan jiwa, setiap keterlambatan berpotensi menimbulkan risiko yang lebih besar bagi pasien.
Saat dikonfirmasi awak media, pihak Humas RSUD Dairi membantah adanya persoalan dalam proses rujukan.
"Semua proses surat rujukan tidak ada masalah. Aku pun tidak tahu mana yang salah di situ, Bang. Kalau memang ada masalah rujukan, apakah bisa dirujuk?" ujar pihak humas melalui pesan WhatsApp.
Sementara itu, Direktur RSUD Dairi, dr. Benny Purba, hingga berita ini diterbitkan belum memberikan tanggapan. Upaya konfirmasi yang dilakukan awak media melalui sambungan telepon dan pesan WhatsApp sejak 22 Juni 2026 belum mendapat respons.
Kondisi ini memicu desakan dari pihak keluarga agar Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Utara melakukan evaluasi terhadap pelayanan rujukan di RSUD Dairi. Mereka juga meminta DPRD Kabupaten Dairi maupun DPRD Provinsi Sumatera Utara, khususnya komisi yang membidangi kesehatan, segera turun tangan menelusuri persoalan tersebut.
Menurut keluarga, perlu dilakukan Rapat Dengar Pendapat (RDP) guna mengungkap secara transparan apakah telah terjadi kelalaian administrasi maupun prosedur pelayanan yang berdampak terhadap penanganan pasien.
Kasus ini menjadi pengingat bahwa pelayanan kesehatan bukan semata persoalan administrasi, melainkan menyangkut keselamatan dan nyawa manusia. Ketika pasien berada dalam kondisi darurat, kecepatan, ketepatan, dan koordinasi antar fasilitas kesehatan menjadi hal yang tidak dapat ditawar.
Hingga berita ini ditayangkan, pasien RG masih menjalani proses penanganan di RSUP Adam Malik Medan, sementara keluarga berharap adanya kejelasan dan pertanggungjawaban dari pihak-pihak terkait atas peristiwa yang mereka alami.
(Red/Tim)






