- Polsek Cikande Respon Cepat Aduan Masyarakat di 110, Pengendara Sepeda Motor Perempuan, Diikuti 3 OTK.
- Pengguna Jalan Keluhkan Pengatur Jalan Di Pertigaan Lampu Merah Pintu Tol Cikande, Diminta Untuk Ditertibkan.
- Satresnarkoba Polres Serang Berhasil Ringkus Dua Pengedar Tembakau Sintetis dari Dua Wilayah Berbeda.
- Ajudan Gubernur Kaltim Asky Rizal Toding Mohon Maaf Secara Terbuka Atas Sikap Arogansi Yang Viral
- Ajudan Gubernur Kaltim Anggota Polri, Diduga Arogan Senggol Pendemo Di Halaman Masjid, Publik Desak Pemeriksaan Tegas.
- MUTASI PEJABAT UTAMA POLD A BANTEN. SERAH TERIMA JABATAN DILAKSANAKAN, INI DAFTAR PERGANTIANNYA
- KAPOLSEK CIKANDE JADI INSPEKTUR UPACARA DI SMPN 1 CIKANDE, KIRIM PESAN INSPIRATIF KEPADA PARA PELAJAR
- TOILET PUBLIK ALUN-ALUN RANGKASBITUNG DIBANGUN HAMPIR Rp1 MILIAR, TAPI TANPA AIR DAN TIDAK BISA DIGUNAKAN
- SATRESNARKOBA POLRES LEBAK AMANKAN PENGEDAR SABU, 18 PAKET BARANG BUKTI DIAMANKAN
- DIDUGA JADI KORBAN PENIPUAN LOKER PT NIPPON SEIKI INDONESIA, 14 ORANG LAPORKAN KE POLRES SERANG
Desa di Banten Menerima Banprov, Masyarakat Agar Ikut Mengawasi
PEMRED : Iyan Baduy
BANTEN - info fakta News
Gubernur Banten Andra Soni telah meluncurkan bantuan dana provinsi (Banprov) Banten sebesar Rp 100 juta kepada seluruh Desa di Provinsi Banten.
Peluncuran Banprov tersebut dilakukan Gubernur Banten Andra Soni di kantor Gubernur Banten komplek KP3B Kota Serang, pada Jumat 16 Mai 2025.
“Kami meluncurkan bantuan keuangan desa dari Pemerintah Provinsi Banten sebesar Rp 100 juta per desa,” ucap Andra Soni
Andra meminta kepada seluruh Kepala Desa agar bantuan tersebut dipergunakan untuk program biaya beasiswa kuliah bagi masyarakat kurang mampu.
“Bidang yang akan dibiayai untuk kuliah meliputi pertanian, perikanan, atau peternakan, menyesuaikan dengan potensi desa masing-masing,” tegasnya.
Sementara Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Provinsi Banten, Berly Rizki Natakusumah meminta masyarakat maupun perangkat desa mengawasi penyaluran bantuan tersebut.
“Karena tujuannya adalah untuk mewujudkan visi Gubernur dan Wakil Gubernur Banten, yaitu adil dan merata,” tutur Berly.
Berly menjelaskan program sarjana desa bertujuan untuk memberi peluang kepada anak-anak dari keluarga miskin di desa agar bisa melanjutkan kuliah.
Birly mewanti-wanti agar program ini tidak dimanfaatkan secara sepihak oleh orang-orang dekat kepala desa atau perangkat desa.
“Maka dari itu, dukungan terhadap pengawasan dari seluruh elemen, baik masyarakat, desa, kecamatan, maupun kabupaten. Sangat diperlukan,” pungkasnya.
(Red).






