- Di Tengah HUT RI ke-81, Rp240 Triliun Program Kopdes Merah Putih Dinilai Celios : Kado Kemerdekaan yang Berpotensi Menjadi Beban Utang Seluruh Rakyat
- Dugaan Bunuh Diri Ternyata Pembunuhan Berencana, Polresta Tangerang Ungkap Kejahatan Kelam Kekasih Berkeluarga
- Semarak HUT RI ke-81: Kades Cikande Oman Saputra Gelar Turnamen Catur, Dibuka Resmi oleh Camat Cikande
- Komplotan Pencurian Besi di Cikande, Sosok Terkenal Mantan Direktur BUMDes, hingga Gaya Hidup Mewah yang Jadi Sorotan
- Bongkar Komplotan Pencurian Besi Senilai Rp135 Juta, Polsek Cikande Amankan 5 Tersangka Termasuk Penadah
- Ucapkan Selamat Ulang Tahun ke-28 BPPKB Banten DPC Serang, Pemred Info Fakta News, Tetap Jaga Persatuan, Kukuhkan Peran di Tengah Masyarakat
- Hasil Musyawarah Desa Gabus : Warga Dukung PT MPP, Namun Temukan Fakta Baru, Sungai Tetap Hitam Meski Perusahaan Tidak Berproduksi
- PPP Lebak Hadir di Tengah Kemarau, Warga Bintangresmi Terima Bantuan Air Bersih
- Belum Ada Pejabat PPID, Desa Parigi Kecamatan Cikande Dipertanyakan : Pengabaian Hak Informasi Warga Bertentangan UU KIP
- Jalin Kedekatan dengan Warga, Bhabinkamtibmas Desa Koper Luncurkan Program Warung Bhabinkamtibmas
BPBD Lebak Dinilai Lamban Tangani Bencana Angin Puting Beliung di Baduy
PEMRED : Iyan Baduy
LEBAK - info fakta news, Kantor Badan penanggulangan Bencana (BPBD) kabupaten Lebak
dinilai lamban dalam menangani musibah bencana angin puting beliung yang terjadi di Kampung Lebak Menteng RT 005 RW 005 Desa Kanekes, Kecamatan Leuwidamar, Kabupaten Lebak, Banten.
Adanya musibah bencana angin puting beliung yang menimpa di wilayah Baduy luar yang terjadi pada hari Selasa tanggal 24 September 2024. Badan Penanggulangan Bencana (BPBD) Kabupaten Lebak dinilai lamban dalam menangani musibah bencana angin puting beliung tersebut. Padahal, menurut mereka warga sangat mengharapkan bantuan untuk meringankan beban yang terkena musibah angin puting beliung.
Masyarakat Kampung Lebak Menteng mengaku kecewa dan miris terhadap kinerja Pemerintah kabupaten Lebak khususnya BPBD Kabupaten Lebak yang dinilai kurang sigap menangani keluhan masyarakat yang terdampak musibah bencana angin puting beliung tersebut.
Ahim selaku RT 005 Kampung Lebak Menteng mengaku miris dan kecewa terhadap kinerja BPBD Lebak, padahal kata ia, pihaknya sudah menyampaikan baik ke Pemerintah Desa maupun ke Pemkab Lebak soal musibah yang terjadi di daerahnya.
"Sampai saat ini kami belum ada penanganan yang maksimal terhadap warga saya. Padahal saya sudah berkoordinasi dengan pemerintah desa dan saya sudah melaporkan hasil cek data di lokasi kejadian yang mana kerugiannya yang begitu besar ditaksir mencapai Rp 315.000.000 (tiga ratus lima belas juta rupiah),"kata Ahim pada awak media, Senin 7 Oktober 2024.
"Peristiwa ini juga sudah diterima laporan kami dari lokasi kejadian oleh Badan Penanggulangan Bencana (BPBD) Kabupaten Lebak melalui pemerintah Desa Kanekes. Namun sayangnya sampai hari ini tidak ada kabar ke saya maupun ke warga, padahal pengajuan sudah diterima oleh BPBD Lebak,"tegasnya.
Ahim juga bersama warga Baduy Luar tidak akan tinggal diam dan akan menuntut keadilan kepada pemerintah khususnya BPBD Lebak agar tidak mengabaikan musibah mereka alami.
"Kami juga warga Baduy tidak akan menuntut kepada perintah jika tidak ada anggarannya khususnya untuk musibah bencana angin puting beliung yang saat ini kami rasakan dan kami tentu sangat butuh pertolongan. Kami heran, anggarannya ada tapi seolah tidak bermanfaat untuk masyarakat yang membutuhkan bantuan. Apalagi ini sifatnya darurat,"kata Ahim kembali menegaskan.
"Saya minta kepada Pemerintah Kabupaten Lebak tolong bekerja mengedepankan kejujuran keterbukaan untuk masyarakat dan keadilan.
Janganlah terkesan saling lempar tanggung jawab. Kami kepada awak media sudah konfirmasi dan dilanjutkan kepada Kepala desa Kanekes Jaro Oom juga mengatakan hal yang sama merasa aneh padahal sudah diajukan, tapi kenapa lamban begini realisasinnya,"ungkap Ahim.
Lanjut Ahim, saat itu BPBD Lebak hanya datang mengirim sembako dan beberapa lembar alat tenda diperkirakan kurang lebih keseluruhan bantuan yang diterima oleh warga jika ditotal kurang lebih hanya Rp 5 juta rupiah. Bantuan itupun berbentuk barang, seperti beras minyak makan dan alat tenda terpal warna biru.
Kata Ahim warga yang saat ini terkena musibah sangat berharap kepada Pemerintah Kabupaten Lebak agar peduli terhadap warga yang terkna musibah karena menjadi pemimpin itu adalah amanah sebagai bentuk kepanjangan tangan masyarakat
"Jika ada yang berani main- main apalagi ada oknum yang tidak bertanggung jawab, maka saya sendiri akan datangi Kapolda Banten untuk segara melakukan pelaporan secara beramai-ramai untuk memeriksa semua anggaran Bencana,"tandas Ahim.
Sementara Sekdes Desa Kanekes saat di konfirmasi oleh awak media mengaku sudah melaporkan kejadian tersebut ke BPBD Lebak melalui TKSK kecamatan Leuwidamar bernama Uju dan MP kecamatan Leuwidamar Agus enyeng. Mereka mengaku sudah mengirim semua datanya ke dinas terkait.
Saat dilakukan upaya konfirmasi kepada Uju melalui via telephonenya tidak dapat dihubungi. Kemudian awak media berupaya Konfirmasi kepada MP Kecamatan Leuwidamar Agus. Ia saat di konfirmasi oleh awak media mengaku sedang diluar kota.
"Saya lagi umroh kang saya lagi di Madinah lagi umroh coba akang konfirmasi ke kang Uju ya, karena beliau yang mengantarkan berkasnya sudah 2 minggu yang lalu,"kata Agus MP.
Hingga berita ini ditayangkan awak media masih berupaya konfirmasi kepada pihak BPBD kabupaten Lebak.






