- Di Tengah HUT RI ke-81, Rp240 Triliun Program Kopdes Merah Putih Dinilai Celios : Kado Kemerdekaan yang Berpotensi Menjadi Beban Utang Seluruh Rakyat
- Dugaan Bunuh Diri Ternyata Pembunuhan Berencana, Polresta Tangerang Ungkap Kejahatan Kelam Kekasih Berkeluarga
- Semarak HUT RI ke-81: Kades Cikande Oman Saputra Gelar Turnamen Catur, Dibuka Resmi oleh Camat Cikande
- Komplotan Pencurian Besi di Cikande, Sosok Terkenal Mantan Direktur BUMDes, hingga Gaya Hidup Mewah yang Jadi Sorotan
- Bongkar Komplotan Pencurian Besi Senilai Rp135 Juta, Polsek Cikande Amankan 5 Tersangka Termasuk Penadah
- Ucapkan Selamat Ulang Tahun ke-28 BPPKB Banten DPC Serang, Pemred Info Fakta News, Tetap Jaga Persatuan, Kukuhkan Peran di Tengah Masyarakat
- Hasil Musyawarah Desa Gabus : Warga Dukung PT MPP, Namun Temukan Fakta Baru, Sungai Tetap Hitam Meski Perusahaan Tidak Berproduksi
- PPP Lebak Hadir di Tengah Kemarau, Warga Bintangresmi Terima Bantuan Air Bersih
- Belum Ada Pejabat PPID, Desa Parigi Kecamatan Cikande Dipertanyakan : Pengabaian Hak Informasi Warga Bertentangan UU KIP
- Jalin Kedekatan dengan Warga, Bhabinkamtibmas Desa Koper Luncurkan Program Warung Bhabinkamtibmas
Beredar Video Mencemarkan Nama Baik Kadernya, Ketua Relawan Sabilulungan Angkat Bicara.
PEMRED : Iyan Baduy
LEBAK - info fakta news, Menyikapi beredarnya video pencemaran nama baik pada salah satu kadernya, yang diduga di posting salah satu perawat poli Klinik jantung RSUD Adji Darmo berinisial (Yt), menjadi perhatian Ketua kader kesehatan Relawan Sabilulungan
Hal tersebut di sampaikan Zaenal Abidin selaku Ketua Relawan Sabilulungan Kabupaten Lebak, pada awak media saat dihubungi melalui telepon seluler, pada Kamis (19/12/24)
Dalam video itu tampak salah satu pasien RSUD di wawancarai sang perawat tersebut sambil direkam, yang isi pembicaraan diduga menuduh kader relawan Sabilulungan mengumpulkan berkas pasien yang mau berobat ke poli Klinik jantung.
Tuduhan dalam tayangan video tersebut tidak benar kata ketua Relawan Sabilulungan yang akrab di sapa Habib, ini jelas fitnah ucapnya.
Dan akibat tayangan video tersebut kader Relawan Sabilulungan tidak boleh mendampingi pasien untuk mendaftar dan mengambil antrian di poli Klinik jantung.
Bukan itu saja kata Habib, kader Relawan Sabilulungan pun di tuduh seakan dalam membantu dan pendampingan pasien selalu meminta imbalan, padahal hal ini tidak ada.
Dikatakan Habib keberadaan kami Relawan Sabilulungan justru ingin membantu pasien yang kebanyakan dari jauh dan kondisinya sangat memprihatinkan, jadi pasienlah yang meminta bantuan pada kami.
Seperti dialami salah satu pasien yang sudah 4 hari datang tetapi belum bisa berobat karena setiap datang tidak kebagian nomor antrian, hal seperti inilah yang seharusnya mendapat perhatian dari kita semua, tegas Habib.
Habib menambahkan, memang tidak dipungkiri keluarga pasien pun terkadang ada yang memberikan uang untuk pengganti bensin pada kadernya, seperti contoh saat selesai diperiksa saat antri menggambil obat kondisi pasien gak kuat dan harus segera pulang, akhirnya pengambilan obat di bantu kader Relawan Sabilulungan sampai akhirnya diantarkan ke rumah pasien yang kebanyakan kediamannya diluar kota Rangkasbitung.
Lanjut Habib, atas kejadian beredar video yang menyudutkan dan mencemarkan nama kader serta Relawan Sabilulungan, kami akan tindak lanjuti sampai tuntas tentunya dengan tetap mengacu pada aturan.
Terakhir Habib katakan, Relawan Sabilulungan membantu pasien tidak meminta imbalan dan tidak merugikan pasien, jadi sangat disayangkan kalau ada perawat di poli Klinik jantung RSUD Adji Darmo Rangkasbitung melakukan hal yang tak terpuji dan saya tegaskan sudah melanggar hukum.
Untuk itu kata Habib dirinya akan membuat laporan kepada pihak yang berwajib atas kejadian tersebut agar hal serupa tidak terjadi lagi.

Terpisah Ketua Markas Cabang ( Kamacab) Laskar Merah Putih (LMP) Markas Cabang (Macab) Kabupaten Lebak Iyan Kusyandi Wijaya. S.Sos, mengatakan setelah menerima kedatangan Ketua dan kader Relawan Sabilulungan di Markas LMP Mandala, menyampaikan permasalahan tersebut, dirinya akan segera berkirim surat kepada Dinas Kesehatan Kabupaten Lebak.
"Kami LMP akan secepatnya berkirim surat pada Dinas Kesehatan Kabupaten Lebak untuk permohonan audiensi dan menghadirkan Management RSUD Adji Darmo, hal ini merupakan bentuk kami sebagai lembaga sosial kontrol "
Iyan menambahkan, dalam hal ini LMP bukan mau ikut campur dalam permasalahan ini apalagi memperkeruh suasana, justru kami ingin kejadian ini tidak berlarut dan terulang lagi, ucap Iyan.
Kata Iyan, kalau benar oknum perawat tersebut melakukan tindakan melanggar hukum, maka LMP akan terus mengawal agar kasus ini diproses secara hukum, pungkas Iyan.
(Red)






