- Proyek Pembangunan Ruas Jalan Sampai–Gunungkencana Diduga Tidak Sesuai Spesifikasi, GMBI Layangkan Pengaduan ke Kejati Banten
- Isu Pungli Bansos Lebak, Sumber Informasi Tiba‑tiba Berbalik Pernyataan, Publik Makin Bertanya‑tanya
- Bertahun-tahun Rusak Parah, Jalan Pekan Arba Tembilahan Sering Jadi Penyebab Kecelakaan
- Spesialis Pembobol Rumah yang Meresahkan Warga Kibin Akhirnya Berhasil Diringkus Polisi
- DPW Ormas Badak Banten Gelar Raker, Perkuat Solidaritas, Wujudkan Organisasi Mandiri dan Bermanfaat bagi Masyarakat
- Dugaan Penyekapan dan Perampasan Barang, Subkontraktor Pembangunan KDMP Lapor Perlakuan Tidak Wajar Kades Nayagati
- Dugaan Penipuan Kepala Desa Ciginggang Ditangani DPMD, LSM GMBI Desak Tindakan Tegas
- Dakwaan Korupsi Tak Terbukti, Kuasa Hukum Minta Oya Masri Dibebaskan
- LSM GMBI Lebak Jalin Silaturahmi ke Polres Lebak, Tegaskan Komitmen Dukung Pemberantasan Korupsi
- Perbedaan Harga Pupuk Subsidi di Cilograng Jadi Sorotan, Diduga Ada Pelanggaran Aturan
Aneh, Diduga Ada Penyimpang Anggaran DD, Desa Ciper Malah Sibuk Siapkan diri Ikut Lomba Desa Anti Korupsi.
PEMRED : Iyan Baduy
SERANG - info fakta news
Ditengah adanya dugaan penyimpangan anggaran dana desa dalam program Ketapang tahun anggaran 2023 dan 2024.
Desa Cikande Permai saat ini tengah sibuk mempersiapkan untuk mengikuti lomba desa statistik dan lomba desa anti korupsi.
Padahal sebelumnya sudah terbit pemberitaan di media online Nasional terkait dugaan penyimpangan anggaran tersebut berdasarkan hasil temuan salah satu Ormas Nasional.
Berdasarkan informasi yang berhasil dihimpun dilapangan, temuan tersebut sebelumnya berdasarkan informasi yang didapat dari masyarakat.
Kemudian ditindak lanjuti dengan diadakannya audiensi serta kroscek kelapangan, yang hasilnya memperkuat dugaan adanya penyimpangan Anggaran dana Desa.
Anehnya Kades Cikande Permai Dayari terkesan tidak menganggap adanya permasalahan atas temuan tersebut.
Harus nya permasalahan dugaan adanya penyimpangan anggaran dana desa tersebut di selesaikan dulu dengan membuktikan tidak ada kerugian keuangan Negara.
Terpisah saat di konfirmasi Juru bicara ormas LMP Romi, yang menduga kuat adanya penyimpangan anggaran desa dalam program Ketapang.
Hal ini menurut Romi, berdasarkan informasi dari masyarakat, dan didalami dengan penjelasan pada waktu audiensi dan kroscek fisik kelapangan.
Semua sudah jelas bahwa diduga fisik program Ketapang dilapangan tidak sesuai dengan anggaran yang sudah dikeluarkan.
Dan saat ini pun kita buat lapdu ke APH dan sedang menunggu proses tindak lanjut atas Lapdu ini.
(Red)






