- Dugaan Kebocoran Solar Subsidi di SPBU 74.911.60 Ujung Bulu Parepare Jadi Sorotan
- Dirut Radar Media Group, Semangat Galungan Harus Menjadi Inspirasi Membangun Bangsa
- Diduga Langgar Prosedur, Penerbitan SP2 bagi Relawan Sakit Seret Nama PIC Yayasan Pendidikan Akasyah
- LPPNRI Kampar Desak Inspektorat Transparan Soal Pemeriksaan SMPN 4 Tapung Hulu dan SMPN 6 Siak Hulu
- Rapat Penertiban TPPS Cisoka Digelar Tertutup, Komitmen Keterbukaan Informasi Dipertanyakan
- DPP LSM GEMPUR Desak Kejati Sumut Usut Dugaan Korupsi Dana Desa di Dua Desa Kabupaten Simalungun
- Ketua FPKB DPRD Blora Ucapkan Selamat Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 H: Tingkatkan Kebaikan dan Jaga Akhlak Mulia
- LPM Control Social Gelar Aksi, Tuntut Kajari Gowa Mundur Terkait Dugaan Kriminalisasi Ilyas Sitaba
- Diduga Menyalahgunakan Wewenang, Pendamping Desa Parigi Dinilai Halangi Hak Warga Akses Informasi Dana Desa
- King Naga Apresiasi Langkah Hukum Firdaus Oiwobo, Tegaskan Penyelesaian Dugaan Fitnah Harus Lewat Jalur Legal
Akibat Mesin Bising dan Diduga Polusi Saat Produksi, PT. Platinum Di Gerudug Warga.
PEMRED : Iyan Baduy
SERANG - info fakta news, PT. Platinum perusahaan yang memproduksi bata ringan (hebel-red) terketak di Jl. Raya Cikande-Rangkasbitung tepatnya di Kampung Pabuaran RT 001 / 004 Desa Cikande, Kecamatan Cikande, Kabupaten Serang, Provinsi Banten di Grudug warga sekitar lokasi perusahaan, pada Kamis (3/10/24)
Warga yang di dominasi kaum emak-emsk ini, dalam aksinya masuk Area pabrik seraya meneriakan keluhan yang di rasakan warga sejak pabrik ini melakukan operasional.
Menurut salah satu warga yang ikut dalam aksi ini saat di konfirmasi melalui WhatsApp yang identitasnya tidak bersedia di publikasikan pada info fakta news mengatakan, "pada saat mulai operasi pabrik ini sudah membuat tidak nyaman warga sekitar ucapnya ".
Ditambahkannya, " sejak pertama buka pabrik ini suara mesinnya terdengar bising sekali di tambah asap dan ada debu yang berterbangan ke pemukiman warga yang ada disekitar pabrik ".
Diketahui perusahan ini dekat dengan pemukiman warga, sekolah SDN 3 Cikande, Taman Kanak-kanak Pembina, Madrasah Ar Rahman, juga Masjid Ar Rahman.
Sementara menurut Ketua RT 001 /004 lingkung Pabuaran Sugandi pada awak media mengatakan, perusahaan tersebut bila sedang produksi suaranya sangat bising sekali, dan kalau produksi malam hari jelas sangat mengganggu warga yang sedang beristirahat setelah siang hari melakukan aktivitas.
Lanjut Sugandi, kalau hal ini terus dibiarkan tentu jadi permasalahan bagi warga kami, karena suara yang terdengar cukup bising juga diduga terjadi polusi baik asap yang di keluarkan boiler juga debu dari bagian produksi sangat mengganggu anak-anak yang sedang belajar di sekolah.
Oleh karena itu kata Sugandi, aksi yang dilakukan warga sekarang ini terjadi secara spontanitas halnini terjadi karena warga merasa terganggu dengan suara yang sangat bising sekali, sementara diduga pihak perusaan tidak memperhatikan keluhan warga yang sebelumnya sudah melakukan aksi serupa.
Sugandi berharap pihak perusahaan dapat segera mengambil langkah yang diperlukan atas permasalahan ini supaya perusahan dan lingkungan sekitar perusahaan bisa harmonis dan tidak ada lagi gerakan yang dilakukan warga karena merasa terganggu dengan bising yang di sebabkan mesin pabrik saat sedang Produksi.
Sampai dengan berita ini terbit media info fakta news belum mendapat keterangan dari pihak perusaan terkait terjadinya kebisingan juga dugaan polusi pada saat kegiatan produksi berjalan.
(Iyan baduy)






