- 788 ODHIV di Lebak, 1.593 Pesantren Belum Jadi Benteng Moral dan Kesehatan.
- Dugaan Penyalahgunaan Aset Daerah, Material Beton Bekas Proyek Jalan Cikande-Kopomaja, Diduga Dijual Kepihak Swasta
- PERBAIKAN JALAN RAYA CIKANDE-KOPO MAJA, DIDUGA ABAIKAN UU KIP TERKESAN PROYEK SILUMAN
- Setelah Kramatjati Ditindak, Warga Nanggung Kecamatan Kopo, Tuntut Ketegasan Yang Sama Terhadap Tambang Yang Meresahkan.
- KONTROL SOSIAL BUKAN PENCARIAN KESALAHAN, MELAINKAN PENJAGA AMANAH BERSAMA
- Presiden Prabowo Lantik Suahadil Nazara Sebagai Menteri Keuangan, Gantikan Purbaya Yudhi Sadewa
- Pelayanan PDAM Unit Cikande dikeluhkan, Konsumen Tiga Hari Tanpa Air, Saat Laporan Terkesan Diabaikan.
- Dua Mobil Operasional MBG Bernopol Sama di Lebak, Viral dan Jadi Sorotan.
- Dugaan Manipulasi Titik Dapur MBG Banten, Kerugian Pengelola Capai 1,5 Miliar
- Lima Jurnalis Hilang Kontak Saat Liputan Anak Krakatau, Pijar, Semoga Segera Ditemukan Dalam Keadaan Selamat.
788 ODHIV di Lebak, 1.593 Pesantren Belum Jadi Benteng Moral dan Kesehatan.
PEMRED : Iyan Baduy
LEBAK - Info Fakta News
Dinas Kesehatan Kabupaten Lebak mencatat jumlah kumulatif Orang Dengan HIV (ODHIV) mencapai 788 orang hingga akhir Agustus 2026. Kecamatan Rangkasbitung tercatat sebagai wilayah dengan kasus tertinggi.
Sepanjang Januari–Agustus 2026 tercatat 85 kasus baru, menurun dari 126 kasus pada tahun 2025, namun angka kumulatif yang terus bertambah tetap menjadi perhatian serius seluruh pihak.
Fakta yang memrihatinkan disampaikan oleh Ketua Lembiknas, Bani Faris Islami, SH., MH. Kabupaten Lebak dikenal sebagai salah satu daerah dengan jumlah pondok pesantren terbanyak di Indonesia, mencapai 1.593 lembaga, namun kondisi sosial dan kesehatan masyarakat belum mencerminkan wilayah yang religius dan sejahtera.
"Sangat disayangkan, Lebak memiliki lebih dari 1.593 pondok pesantren, terbanyak dibanding daerah lain, namun belum mampu menjadikan wilayah ini benar-benar religius. Angka HIV yang terus tinggi menunjukkan masih ada celah besar dalam pembinaan moral, kesehatan, dan perilaku masyarakat," tegas Bani Faris.
Keberadaan ribuan lembaga pendidikan keagamaan seharusnya menjadi benteng sekaligus pusat pembentukan karakter dan perilaku sehat. Namun kenyataannya, penyebaran penyakit masih terjadi dan angka kasus tetap tinggi.
Berdasarkan data Dinkes Lebak, penularan HIV umumnya melalui, Hubungan seksual yang tidak aman, Penggunaan jarum suntik tidak steril, Penularan dari ibu ke bayi
Mobilitas masyarakat yang tinggi terutama di kawasan Rangkasbitung diduga mempercepat penyebaran penyakit ini.
Bani Faris menegaskan, solusi tidak bisa hanya dari pemerintah. Perlu sinergi sejati antara Pemda, pondok pesantren, tokoh agama, dan seluruh elemen masyarakat. Edukasi kesehatan dan nilai-nilai agama harus berjalan beriringan, tidak terpisah.
"Pondok pesantren bukan sekadar tempat belajar mengaji. Ia adalah pusat perubahan perilaku. Jika 1.593 pondok ini berperan aktif bersama-sama, saya yakin angka kasus seperti ini bisa ditekan drastis. Agama dan kesehatan adalah dua sayap yang harus bekerja bersama untuk menyelamatkan masyarakat."
Pemerintah Kabupaten Lebak terus melakukan sosialisasi, pemeriksaan sukarela, dan pengobatan gratis, namun dukungan dari seluruh lapisan masyarakat, terutama lembaga keagamaan, adalah kunci utama perubahan yang berkelanjutan.
(Red)






